Hasto Ingatkan Keutuhan NU Jelang Muktamar ke-35

AKURAT.CO Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengingatkan seluruh pihak agar tidak berupaya memecah belah Nahdlatul Ulama (NU) demi kepentingan politik menjelang Muktamar NU ke-35. Ia menilai NU memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah Indonesia sehingga tidak seharusnya dijadikan arena kepentingan politik praktis.
"Jangan pernah coba-coba memecah belah NU demi ambisi kekuasaan. NU itu milik Indonesia dan dunia yang ditakdirkan dengan jiwa ke-Islaman serta konsepsi pemikiran yang luar biasa," ujar Hasto dalam keterangan tertulis, Jumat, 24 Juli 2026.
Menurut Hasto, NU merupakan salah satu organisasi yang turut membentuk jati diri bangsa Indonesia bersama PDI Perjuangan, Muhammadiyah, dan berbagai komponen bangsa lainnya. Karena itu, ia mendorong penguatan sinergi antara nilai kebangsaan dan agama dengan memahami sejarah berdirinya NU dan PNI secara utuh.
Baca Juga: Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU ke-35 Hampir Rampung
"Penggalian terhadap sejarah yang benar ini kemudian dirancang menjadi pergerakan Indonesia yang saat ini sedang dilanda kegelapan fiskal, moneter, dan pertumbuhan sektor riil, serta akibat kegelapan dalam sistem hukum nasional,” tutur Hasto.
Hasto juga menyinggung kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Menurut dia, sinergi antara NU dan PDI Perjuangan dapat memperkuat nilai kemanusiaan, keadilan, dan keberanian dalam menyuarakan kebenaran.
“Kasus mantan Jampidsus Febri dan upaya penyelamatannya adalah contoh nyata kegelapan hukum. Dengan menggali pemikirannya, maka sinergi NU dan PDI-P akan memperkuat cahaya Sembilan Bintang yang terdapat dalam logo NU menjadi cahaya kemanusiaan, keadilan, dan keberanian di dalam menyuarakan kebenaran," tutur Hasto.
Hasto juga meminta NU tetap berpegang pada Khittah 1926 sebagai pijakan ideologis organisasi dan tidak terseret ke dalam kepentingan politik praktis. Ia kembali mengingatkan agar tidak ada pihak yang mencoba mengooptasi atau memecah belah NU demi kepentingan kekuasaan.
"Siapa pun yang mencoba mengooptasi atau memecah belah NU demi ambisi kuasa akan menerima karma politik dari Tuhan Yang Maha Kuasa,” kata Hasto.
“Mari kita jadikan NU sebagai penjaga moral, pembawa kerukunan, kebenaran, keadilan, dan pencerah bagi bangsa di tengah berbagai kegelapan yang terjadi saat ini," sambung dia.
Baca Juga: PBNU Beri Kebijakan Khusus untuk Peserta dari Papua di Muktamar ke-35
Muktamar NU ke-35 dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. PBNU saat ini masih melakukan verifikasi terhadap peserta yang memiliki hak suara.
Selain memilih kepengurusan baru, Muktamar NU ke-35 akan membahas sejumlah agenda strategis, termasuk penyusunan arah organisasi untuk 25 tahun ke depan, penguatan nilai keulamaan, sistem kaderisasi, transformasi digital, dan penguatan ekonomi warga Nahdliyin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 3Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 6Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 7Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 8Cara Login dan Mengisi Aplikasi Sahabat KBC Kemenag untuk Guru dan Murid
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo






