Akurat Logo

Makna dan Filosofi Logo Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama

Lufaefi | 20 Juli 2026, 08:48 WIB
Makna dan Filosofi Logo Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama
Makna dan Filosofi Logo Muktamar ke-35 NU (Instagram @nuonlinejateng)

AKURAT.CO Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi menetapkan logo Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama sebagai identitas resmi penyelenggaraan forum permusyawaratan tertinggi organisasi yang akan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026.

Logo tersebut merupakan karya M. Shofa Ulum Azmi, alumnus Pondok Pesantren Langitan, Tuban, Jawa Timur. Penetapan dilakukan melalui rapat koordinasi panitia yang digelar di Aula Kantor Pusat Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas.

Sekretaris Panitia Pelaksana Muktamar ke-35 NU, H. Amin Said Husni, mengatakan penetapan logo menjadi salah satu keputusan penting dalam rangkaian persiapan Muktamar. Selain logo, panitia juga menetapkan tema resmi yang akan menjadi identitas penyelenggaraan forum lima tahunan tersebut.

Baca Juga: Pemimpin NU Diminta Jadi Pemersatu, Gus Zuem Harapkan Muktamar Berlangsung Teduh

Menurut Amin, terpilihnya karya alumnus Pondok Pesantren Langitan menjadi bagian dari kontribusi pesantren dalam perjalanan panjang Nahdlatul Ulama. Langitan selama ini dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan yang banyak melahirkan ulama dan kader yang mengabdi kepada organisasi.

Wakil Sekretaris Jenderal PBNU KH Ma'shum Faqih menilai karya tersebut mencerminkan semangat pengabdian kepada NU yang tidak selalu diwujudkan melalui jabatan struktural. Menurutnya, kontribusi berupa karya, inovasi, dan kreativitas juga merupakan bentuk khidmah yang bernilai bagi organisasi.

Perancang logo, M. Shofa Ulum Azmi, menjelaskan desain yang ia buat berawal dari sebuah sketsa sederhana yang kemudian berkembang menjadi simbol harmoni kepemimpinan di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Ia mengungkapkan, elemen utama logo berupa dua lingkaran melambangkan dua pilar kepemimpinan NU, yakni Syuriah dan Tanfidziyah. Keduanya digambarkan berjalan selaras dan saling menguatkan dalam menjalankan amanah organisasi.

Menurut Shofa, hubungan kedua unsur tersebut dianalogikan seperti sosok ayah dan anak yang saling melengkapi dan memperkuat satu sama lain. Desain itu diselesaikan dalam waktu satu malam sebelum melalui sejumlah penyempurnaan hingga akhirnya ditetapkan sebagai logo resmi Muktamar.

Baca Juga: PKB Minta Nahdliyin Pilih Ketum PBNU yang Meneduhkan Jelang Muktamar

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang. Saat ini PBNU masih melakukan verifikasi peserta yang memiliki hak suara dalam forum tersebut.

Selain memilih kepengurusan baru, Muktamar ke-35 NU akan membahas sejumlah agenda strategis organisasi, di antaranya penyusunan roadmap NU untuk 25 tahun ke depan, penguatan nilai-nilai keulamaan, pengembangan sistem kaderisasi, transformasi digital, serta pemberdayaan ekonomi warga Nahdliyin.

Forum tersebut diharapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus menentukan arah kebijakan Nahdlatul Ulama untuk lima tahun mendatang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi