Lamine Yamal Enggan Bertato Karena Muslim, Apa Hukum Memakai Tato dalam Islam?

AKURAT.CO Dunia sepak bola kembali menyoroti sosok bintang muda Timnas Spanyol, Lamine Yamal. Kali ini bukan karena aksi gemilangnya di lapangan, melainkan sikapnya yang menolak membuat tato meskipun suatu saat berhasil mengantarkan negaranya meraih gelar juara Piala Dunia.
Dalam sebuah sesi wawancara, Yamal menyatakan bahwa dirinya tidak memiliki keinginan untuk bertato. Keputusan itu bukan didasarkan pada alasan estetika ataupun tren, melainkan karena keyakinannya sebagai seorang Muslim. Baginya, prinsip agama menjadi pedoman dalam mengambil keputusan, termasuk menyangkut penampilan fisik.
Pernyataan tersebut menuai perhatian publik. Di tengah dunia sepak bola modern yang identik dengan para pemain bertato, sikap Lamine Yamal justru menunjukkan bahwa seorang atlet profesional tetap dapat mempertahankan nilai-nilai agama yang diyakininya.
Baca Juga: Spanyol vs Austria: De La Fuente Pilih 4-2-3-1, Dani Olmo dan Lamine Yamal Starter
Dalam perspektif Islam, persoalan tato memang telah lama dibahas oleh para ulama. Mayoritas ulama dari empat mazhab fikih sepakat bahwa membuat tato permanen termasuk perbuatan yang dilarang. Larangan tersebut didasarkan pada hadis-hadis sahih Nabi Muhammad SAW yang secara tegas menyebutkan kecaman terhadap praktik tato.
Rasulullah SAW bersabda:
لَعَنَ اللَّهُ الْوَاشِمَاتِ وَالْمُسْتَوْشِمَاتِ وَالنَّامِصَاتِ وَالْمُتَنَمِّصَاتِ وَالْمُتَفَلِّجَاتِ لِلْحُسْنِ الْمُغَيِّرَاتِ خَلْقَ اللَّهِ
Artinya:
"Allah melaknat perempuan yang membuat tato, perempuan yang meminta dibuatkan tato, perempuan yang mencabut bulu alis, perempuan yang meminta dicabutkan bulu alisnya, dan perempuan yang merenggangkan gigi demi kecantikan, yaitu mereka yang mengubah ciptaan Allah." (HR. al-Bukhari dan Muslim).
Hadis tersebut menjadi landasan utama bahwa membuat tato permanen merupakan tindakan yang tidak dibenarkan dalam syariat. Meski redaksi hadis menyebut perempuan, para ulama menjelaskan bahwa hukum tersebut juga berlaku bagi laki-laki karena illat atau alasan hukumnya sama, yakni mengubah ciptaan Allah secara permanen tanpa alasan syar'i.
Al-Qur'an juga mengabadikan peringatan mengenai upaya setan menggoda manusia agar mengubah ciptaan Allah. Allah SWT berfirman:
وَلَآمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللَّهِ
Artinya:
"Dan sungguh akan aku perintahkan mereka sehingga mereka benar-benar akan mengubah ciptaan Allah." (QS. An-Nisa: 119).
Ayat ini dipahami oleh banyak ulama sebagai salah satu dasar larangan melakukan perubahan permanen pada tubuh yang tidak memiliki kebutuhan medis atau syariat.
Selain aspek hukum, tato permanen pada masa Nabi dibuat dengan cara menusukkan jarum ke kulit hingga mengeluarkan darah, kemudian memasukkan zat pewarna ke dalam lapisan kulit. Proses tersebut termasuk menyakiti tubuh tanpa alasan yang dibenarkan. Dalam Islam, tubuh dipandang sebagai amanah dari Allah yang harus dijaga, bukan dirusak demi kepentingan kosmetik semata.
Meski demikian, para ulama juga memberikan penjelasan mengenai orang yang telah memiliki tato sebelum masuk Islam atau sebelum mengetahui hukumnya. Apabila menghilangkan tato justru menimbulkan bahaya yang lebih besar terhadap kesehatan, maka ia tidak dibebani kewajiban menghapusnya.
Sebaliknya, apabila penghapusan dapat dilakukan dengan aman dan tanpa menimbulkan mudarat yang berarti, sebagian ulama menganjurkan agar tato tersebut dihilangkan sebagai bentuk penyempurnaan taubat.
Adapun tato yang bersifat sementara, seperti lukisan di permukaan kulit menggunakan henna atau pewarna yang tidak masuk ke dalam lapisan kulit, hukumnya berbeda. Selama bahan yang digunakan halal, tidak mengandung unsur najis, tidak membahayakan kesehatan, dan tidak menyerupai praktik yang dilarang syariat, sebagian ulama membolehkannya karena tidak termasuk tato permanen.
Baca Juga: Ronaldo Baca Bismillah Sebelum Penalti, Ini Kondisi yang Dilarang Baca Basmalah bagi Umat Islam
Sikap Lamine Yamal menjadi pengingat bahwa ketenaran dan popularitas tidak selalu harus diikuti dengan gaya hidup yang sama dengan kebanyakan orang. Di tengah budaya olahraga profesional yang menjadikan tato sebagai bagian dari identitas pribadi, ia memilih mempertahankan prinsip agama yang diyakininya.
Pilihan tersebut menunjukkan bahwa nilai-nilai keislaman dapat tetap dijaga di mana pun seorang Muslim berada. Islam mengajarkan bahwa kemuliaan seseorang bukan diukur dari penampilan fisiknya, melainkan dari ketakwaan, akhlak, dan ketaatan kepada Allah SWT.
Karena itu, bagi umat Islam, menjaga tubuh dari hal-hal yang dilarang syariat merupakan bagian dari ibadah. Sebagaimana firman Allah SWT:
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ
Artinya:
"Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa." (QS. Al-Hujurat: 13).
Pada akhirnya, keputusan Lamine Yamal untuk tidak bertato menjadi contoh bahwa identitas seorang Muslim dapat tetap terjaga di tengah dunia modern. Prestasi, profesionalisme, dan kepatuhan terhadap ajaran agama bukanlah dua hal yang saling bertentangan, tetapi dapat berjalan beriringan dalam kehidupan seorang Muslim.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 5Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara





