Akurat Logo

Maroko Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026, Soroti Jejak Peradaban Islam yang Telah Berusia 1.300 Tahun

Lufaefi | 1 Juli 2026, 10:30 WIB
Maroko Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026, Soroti Jejak Peradaban Islam yang Telah Berusia 1.300 Tahun
Maroko Lolos 16 Besar Piala Dunia (FIFA)

AKURAT.CO Tim nasional Maroko berhasil memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai memenangkan laga dramatis melalui adu penalti di Stadion BBVA, Monterrey, Selasa (30/6/2026).

Keberhasilan Atlas Lions tersebut tidak hanya menjadi catatan penting dalam perjalanan sepak bola Maroko di panggung internasional, tetapi juga kembali menarik perhatian terhadap posisi negara tersebut sebagai salah satu pusat peradaban Islam tertua di kawasan Afrika Utara.

Di tengah euforia kemenangan, sejarah panjang Islam di Maroko kembali menjadi sorotan. Negara yang terletak di ujung barat dunia Arab itu diketahui menyimpan warisan Islam yang telah berkembang selama lebih dari 13 abad dan membentuk identitas sosial, budaya, hingga sistem kenegaraannya.

Baca Juga: Hari Ini Tanggal Berapa Hijriah? Cek Kalender Islam 1 Juli 2026

Berdasarkan catatan sejarah, Islam mulai masuk ke wilayah Maroko pada akhir abad ke-7 Masehi melalui ekspansi Dinasti Umayyah yang berpusat di Damaskus.

Penakluk Muslim Uqbah bin Nafi disebut mencapai wilayah pesisir Atlantik sekitar tahun 681 Masehi. Namun, proses integrasi dan penguatan kekuasaan Islam berlangsung secara bertahap dan mencapai bentuk yang lebih stabil beberapa dekade kemudian pada masa kepemimpinan Musa bin Nushair.

Masuknya Islam ke Maroko tidak berlangsung melalui perubahan instan. Sejarah mencatat adanya proses panjang interaksi antara komunitas Arab dengan masyarakat asli Berber atau Amazigh yang kemudian membentuk karakter Islam khas Maroko.

Corak tersebut dikenal menggabungkan ajaran Islam dengan unsur budaya lokal yang tetap bertahan hingga saat ini dalam kehidupan sosial masyarakat.

Tonggak penting pembentukan negara Islam di Maroko terjadi pada tahun 789 Masehi ketika Idris bin Abdullah mendirikan Dinasti Idrisid.

Idris dikenal sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW melalui jalur Hasan bin Ali dan menjadi pendiri negara Islam independen pertama di wilayah Maroko.

Kepemimpinan kemudian dilanjutkan oleh Idris II yang membangun Kota Fez sebagai pusat pemerintahan dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Fez berkembang menjadi salah satu kota intelektual paling berpengaruh dalam sejarah Islam. Di kota tersebut berdiri Universitas Al-Qarawiyyin yang didirikan pada tahun 859 Masehi dan hingga kini diakui sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi tertua di dunia yang masih beroperasi.

Perkembangan peradaban Maroko berlanjut pada era Dinasti Almoravid sekitar abad ke-11 hingga ke-12. Pada masa ini, wilayah kekuasaan meluas hingga mencakup sebagian kawasan Andalusia di Semenanjung Iberia.

Dinasti tersebut juga mendirikan Kota Marrakesh yang kemudian berkembang menjadi pusat politik dan ekonomi penting.

Setelah itu, Dinasti Almohad melanjutkan pengaruh besar Maroko pada abad ke-12 hingga ke-13 dengan menandai kemajuan di bidang arsitektur, filsafat, dan ilmu pengetahuan.

Warisan peradaban tersebut masih dapat ditemukan hingga hari ini melalui bangunan bersejarah, tradisi intelektual, serta posisi Maroko sebagai salah satu negara dengan identitas Islam yang kuat di Afrika Utara.

Baca Juga: Belanda Tersingkir Dramatis, Maroko Menang Adu Penalti dan Melaju ke 16 Besar Piala Dunia 2026

Lolosnya Maroko ke fase gugur Piala Dunia 2026 menjadi momentum yang tidak hanya menampilkan pencapaian olahraga, tetapi juga kembali mengingatkan publik global pada perjalanan panjang negara tersebut dalam sejarah dunia Islam.

Di tengah kompetisi sepak bola yang menyita perhatian dunia, Maroko membawa narasi lain: tentang sebuah bangsa yang tidak hanya bertanding di lapangan, tetapi juga menyimpan jejak peradaban yang telah bertahan lebih dari 1.300 tahun.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi