Akurat Logo

Sejumlah Alasan Mengapa Malaysia Juara Penyelenggaraan Haji, Tak Semua Indonesia Miliki!

Lufaefi | 8 Juni 2026, 08:00 WIB
Sejumlah Alasan Mengapa Malaysia Juara Penyelenggaraan Haji, Tak Semua Indonesia Miliki!
Ilustrasi: Alasan Malaysia Juara Penyelenggaraan Haji 2026 (google image)

AKURAT.CO Keberhasilan Malaysia meraih Labaytum Diamond Award 2026 dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi kembali menjadi sorotan dunia Islam.

Penghargaan tertinggi dalam penyelenggaraan ibadah haji tersebut diberikan kepada negara yang dinilai memiliki kualitas pelayanan, manajemen, serta inovasi terbaik dalam melayani jamaah selama musim haji.

Penghargaan yang diterima melalui Lembaga Tabung Haji Malaysia itu sekaligus mempertegas posisi negeri jiran sebagai salah satu rujukan pengelolaan haji dunia. Sementara itu, Indonesia yang mengelola kuota jamaah terbesar di dunia belum berhasil masuk dalam daftar penerima penghargaan tahun ini.

Menteri Urusan Agama Malaysia, Dr. Zulkifli Hasan, mengatakan penghargaan tersebut merupakan bukti bahwa sistem pengelolaan haji Malaysia telah berjalan secara terorganisir dan profesional.

Baca Juga: Menhaj Pulang ke Indonesia, Evaluasi Haji 2026 Jangan Sekadar Formalitas!

"Penghargaan ini juga membuktikan bahwa sistem manajemen haji Malaysia telah menjadi tolok ukur global," ujar Zulkifli kepada wartawan setibanya dari Jeddah sebagaimana dikutip dari media Malaysia, Senin (8/6/2026).

Menurutnya, penghargaan tersebut tidak diperoleh secara instan, melainkan melalui proses perencanaan yang matang dan konsisten dari tahun ke tahun. Seluruh tahapan pelayanan jamaah, mulai dari pelatihan sebelum keberangkatan hingga layanan di Tanah Suci, menjadi bagian dari penilaian.

"Ini merupakan penghargaan Labaytum kelima yang diterima oleh Malaysia, dan menjadi kali kedua bagi negara ini memenangkan predikat tertinggi, yaitu Diamond Award," jelasnya.

Salah satu keunggulan utama Malaysia adalah keberadaan Tabung Haji, sebuah lembaga khusus yang mengelola tabungan, investasi, pembinaan, hingga penyelenggaraan ibadah haji secara terintegrasi dalam satu sistem. Model ini memungkinkan proses pelayanan jamaah berlangsung lebih terencana sejak jauh hari sebelum keberangkatan.

Selain itu, Malaysia dikenal memiliki program pembinaan jamaah yang intensif melalui kursus-kursus haji yang dilaksanakan secara berjenjang. Pembekalan tersebut tidak hanya berfokus pada aspek manasik ibadah, tetapi juga mencakup kesehatan, keselamatan, hingga kedisiplinan selama berada di Arab Saudi.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi