Akurat Logo

Cek Kesehatan Makin Ketat, Kenapa Masih Banyak Jemaah Haji Indonesia Wafat?

Lufaefi | 11 Mei 2026, 05:30 WIB
Cek Kesehatan Makin Ketat, Kenapa Masih Banyak Jemaah Haji Indonesia Wafat?
Jemaah haji Indonesia (Akurat.co)

AKURAT.CO Pemerintah terus memperketat pemeriksaan kesehatan atau istithaah bagi calon jemaah haji Indonesia. Namun, angka kematian jemaah di Tanah Suci masih menjadi perhatian serius. Hingga 10 Mei 2026, tercatat sedikitnya 20 jemaah haji Indonesia wafat selama pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi.

Dilansir dalam beberapa keterangan tertulis, Senin (11/5/2026) mayoritas kasus kematian disebabkan serangan jantung dan gangguan pernapasan yang banyak dialami jemaah lanjut usia dengan penyakit penyerta atau komorbid.

Kondisi tersebut diperparah oleh cuaca panas ekstrem di Arab Saudi yang mencapai sekitar 40 derajat Celsius serta aktivitas fisik yang cukup berat selama menjalankan ibadah.

Pemerintah menilai faktor kelelahan menjadi salah satu pemicu utama turunnya kondisi kesehatan jemaah, terutama bagi lansia yang memiliki riwayat penyakit tertentu.

Meski proses skrining kesehatan telah diperketat melalui tes kebugaran fisik, pemeriksaan jantung, rontgen paru-paru, hingga pemeriksaan laboratorium, pemerintah tetap melakukan evaluasi terhadap mekanisme pemeriksaan kesehatan jemaah.

Evaluasi dilakukan karena kasus kematian masih terjadi pada fase awal operasional haji. Selain itu, ribuan jemaah juga tercatat menjalani rawat jalan akibat penurunan kondisi kesehatan selama berada di Tanah Suci.

Kementerian Haji dan Umrah menyebut penguatan layanan kesehatan terus dilakukan, termasuk pengawasan terhadap kondisi jemaah di hotel, transportasi, hingga lokasi ibadah.

Baca Juga: Jumlah Jemaah Haji Indonesia Wafat di Arab Saudi Bertambah Jadi 23 Orang

Juru Bicara Kemenhaj, Suci Annisa, mengingatkan seluruh jemaah agar lebih disiplin menjaga kondisi tubuh selama menjalankan ibadah haji.

“Jemaah harus menjaga kondisi fisik, cukup istirahat, dan mengurangi aktivitas fisik yang tidak perlu selama berada di Tanah Suci,” kata Suci Annisa.

Pemerintah juga menekankan pentingnya pemahaman soal istithaah kesehatan, yakni kemampuan fisik dan mental seseorang untuk menjalankan ibadah haji secara aman dan optimal.

Dengan suhu panas yang tinggi dan aktivitas ibadah yang padat, jemaah diminta tidak memaksakan diri serta segera memeriksakan kesehatan apabila mengalami keluhan fisik.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi