Sunni dan Syiah: Persamaan, Perbedaan dan Kenapa Harus Bersatu untuk Islam

AKURAT.CO Perbincangan mengenai Sunni dan Syiah kerap mengemuka setiap kali terjadi dinamika politik di Timur Tengah, termasuk dalam konteks ketegangan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang sampai saat ini belum mereda.
Perbedaan mazhab sering kali disederhanakan menjadi sumber konflik utama di dunia Islam. Padahal, jika ditelusuri secara teologis dan historis, Sunni dan Syiah memiliki fondasi keimanan yang sama dan berada dalam satu payung besar agama Islam.
Memahami persamaan dan perbedaan keduanya secara proporsional menjadi penting agar umat tidak terjebak pada narasi sektarian yang justru memperlemah persatuan.
Akar Sejarah Perbedaan
Perbedaan Sunni dan Syiah berawal dari persoalan kepemimpinan politik setelah wafatnya Nabi Muhammad ﷺ pada tahun 632 M.
Kelompok yang kemudian dikenal sebagai Sunni berpendapat bahwa kepemimpinan umat diserahkan melalui musyawarah dan kesepakatan para sahabat, sehingga Abu Bakar Ash-Shiddiq diangkat sebagai khalifah pertama.
Sementara itu, kelompok yang kemudian dikenal sebagai Syiah meyakini bahwa Nabi Muhammad ﷺ telah menunjuk Ali bin Abi Thalib sebagai penerus kepemimpinan umat.
Dari sinilah berkembang konsep Imamah dalam teologi Syiah, yakni keyakinan bahwa kepemimpinan spiritual dan politik umat Islam berada pada garis keturunan tertentu dari Ahlul Bait.
Para sejarawan seperti Marshall G.S. Hodgson dalam The Venture of Islam menjelaskan bahwa perpecahan awal ini lebih bersifat politis daripada teologis.
Dalam perkembangan selanjutnya, perbedaan politik tersebut membentuk sistem pemikiran hukum, teologi, dan tradisi keagamaan yang khas pada masing-masing kelompok.
Baca Juga: Kementerian Kesehatan Israel: Lebih dari 6.500 Orang Dirawat Akibat Konflik dengan Iran
Persamaan Teologis yang Fundamental
Terlepas dari perbedaan sejarah tersebut, Sunni dan Syiah memiliki kesamaan mendasar dalam aqidah. Keduanya meyakini tauhid, yakni keesaan Allah. Keduanya mengimani Nabi Muhammad ﷺ sebagai rasul terakhir dan Al-Qur’an sebagai wahyu Allah yang terjaga keasliannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 2Link Live Score Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026, Cek Skor dan Susunan Pemain Sekarang!
- 3Link Live Streaming Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Nonton di Sini!
- 4Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 5Kalender Jawa 5 Oktober 2026: Watak Weton Senin Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Link Live Streaming Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Berapa dan Tayang di Mana?
- 7Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 8Prediksi Skor Wales vs Denmark 5 Oktober 2026: Duel Ketat di Cardiff
- 9Aspirasi Buruh Berujung Solusi, DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan
- 10Kode 'DPR Minta Kopi' Muncul di Sidang Korupsi Kuota Haji








