Akurat Logo

Mudah Tersinggung Saat Puasa? Ustazah Salwa Sabila Beri Penjelasan Begini

Lufaefi | 3 Maret 2026, 19:08 WIB
Mudah Tersinggung Saat Puasa? Ustazah Salwa Sabila Beri Penjelasan Begini
Ustazah Salwa Sabila (Akurat.co)

AKURAT.CO Video tausiyah yang menghadirkan narasumber Salwa Sabila, S.Ag., Da’iyah Muda Kementerian Agama (Kemenag), tayang di akun TikTok Akurat.co pada Selasa (3/3/2026) pukul 17.45 WIB.

Dalam tayangan tersebut, Ustazah Salwa Sabila menjawab pertanyaan warganet yang mengaku mudah terbawa perasaan atau “baperan” saat menjalani puasa Ramadan.

Menanggapi hal itu, Salwa menjelaskan bahwa kondisi emosional yang lebih sensitif saat berpuasa merupakan hal yang wajar. Menurutnya, secara fisik tubuh yang kekurangan asupan energi dapat memengaruhi stabilitas emosi.

Baca Juga: ​Rambut Anti-Apek Selama Puasa, Ellips Luncurkan Hair Mist ‘Mist Me Up’ dengan Teknologi Fragrance Booster ​

“Secara fakta, ketika tubuh kekurangan energi, emosi jadi lebih sensitif. Itu wajar. Tapi puasa bukan hanya soal menahan lapar, melainkan juga menjaga perasaan dan perilaku,” ujarnya.

Ia mengutip Surah Al-Baqarah ayat 183 tentang tujuan puasa, yakni agar menjadi pribadi yang bertakwa. Menurutnya, pengendalian emosi merupakan bagian penting dari proses tersebut.

Salwa juga membedakan antara hal-hal yang membatalkan puasa secara fikih dan hal-hal yang tidak membatalkan tetapi dapat mengurangi pahala. Ia menyebut makan dan minum sebagai contoh yang secara langsung membatalkan puasa.

Sementara itu, sikap seperti marah berlebihan, berkata kasar, atau bertengkar memang tidak membatalkan puasa, tetapi dapat menggerus nilai pahalanya.

“Ketika tersinggung, marah, atau menangis, itu tidak membatalkan puasa. Tetapi bisa mengurangi pahala puasa kita,” jelasnya.

Ia turut mengutip hadis riwayat Bukhari dan Muslim yang menyebut puasa sebagai perisai. Dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW mengingatkan agar orang yang berpuasa tidak berkata kotor, tidak bertengkar, dan jika diprovokasi hendaknya mengatakan, “Sesungguhnya aku sedang berpuasa.”

Menurut Salwa, puasa merupakan ibadah fisik sekaligus ibadah hati. Karena itu, pengendalian emosi menjadi bagian dari kesempurnaan ibadah Ramadan.

Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 di Jawa Barat 27 Februari 2026: Lengkap dengan Niat Puasa

“Puasa itu ibarat kita mengisi air dalam ember yang retak. Kalau tidak dijaga, airnya akan terus berkurang,” katanya.

Ia mengimbau generasi muda agar menjadikan Ramadan sebagai momentum melatih pengendalian diri, bukan hanya menahan lapar dan dahaga.

Kegiatan ini didukung oleh Permodalan Nasional Madani (PNM), Bank Syariah Indonesia (BSI), serta PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo).

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi