Profil Haikal Hassan, Pendakwah yang Dipanggil Prabowo untuk Indonesia Tanpa Hoax

AKURAT.CO Haikal Hassan, atau akrab disapa Babe Haikal, lahir di Jakarta pada 21 Oktober 1968. Ia dikenal sebagai seorang pendakwah, aktivis, konsultan, dan motivator.
Selain aktif berdakwah, Haikal juga kerap tampil sebagai pembicara dalam berbagai forum publik dan acara televisi, seperti Indonesia Lawyers Club.
Nama Haikal mulai mencuat setelah ia menjadi salah satu panitia dalam Aksi 2 Desember 2016 (Aksi 212).
Aksi ini digelar sebagai bentuk protes terkait kasus penistaan agama yang melibatkan Gubernur DKI Jakarta saat itu, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Bersama sejumlah ulama dan ormas Islam, Haikal turut berperan besar dalam mengorganisir aksi tersebut.
Sejak Aksi 212, Haikal aktif dalam Presidium Alumni 212 (PA 212) dan sering menjadi juru bicara gerakan tersebut.
Baca Juga: Larangan Bullying dalam Islam, Dosanya Besar Banget!
PA 212 berkembang sebagai wadah yang memantau berbagai isu agama dan sosial di Indonesia, dengan Haikal berperan sebagai salah satu figur penting dalam menyampaikan aspirasi kelompok tersebut.
Di dunia politik, Haikal juga dikenal sebagai bagian dari tim kampanye Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019.
Ia dipercaya menjadi juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) dan terlibat dalam berbagai kegiatan kampanye untuk memenangkan pasangan tersebut.
Karier dakwah Haikal sudah dimulai sejak tahun 1980-an, saat ia menjadi guru mengaji di lingkungan tempat tinggalnya.
Ia memiliki gaya dakwah khas dengan logat Betawi yang lugas namun sering diselingi humor, membuatnya mudah diterima berbagai kalangan.
Selain berdakwah, Haikal memiliki latar belakang pendidikan yang beragam. Ia sempat menempuh studi agama di Jeddah, Arab Saudi, meski tidak menyelesaikan pendidikannya di sana.
Haikal kemudian melanjutkan kuliah di Universitas Budi Luhur, Jakarta, dan meraih gelar sarjana dalam bidang Teknik Informatika.
Setelah menamatkan pendidikan S1, Haikal sempat melanjutkan studi ke Australia. Ia mengambil program S2 di bidang Teknik Informatika di Perth.
Namun, setelah dua tahun, ia memutuskan kembali ke Indonesia dan menyelesaikan gelar magisternya di Institut Teknologi Bandung (ITB), Jurusan Teknik Industri.
Baca Juga: Hanni NewJeans Alami Perundungan di Tempat Kerja, Begini Islam Merespons Kasus Perundungan
Selain sebagai pendakwah, Haikal pernah bekerja sebagai konsultan sumber daya manusia di perusahaan tambang.
Ia juga memiliki pengalaman sebagai salesman sembari mengajar di perguruan tinggi, menunjukkan bahwa ia selalu aktif dalam berbagai bidang.
Keterlibatan Haikal di dunia dakwah dan aktivisme tidak hanya dibatasi pada agama, tetapi juga merambah isu sosial dan politik.
Ia sering tampil dalam berbagai diskusi publik, terutama yang berkaitan dengan perkembangan politik Indonesia.
Kini, Haikal Hassan dikenal sebagai sosok yang vokal dan berpengaruh, khususnya dalam menggalang gerakan tanpa hoaks.
Belakangan, namanya kembali menjadi sorotan setelah disebut-sebut sebagai salah satu tokoh yang dipanggil oleh Prabowo Subianto untuk turut berkontribusi dalam membangun Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 3KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 6Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 7Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 8Link Download Kalender 2027 PDF Lengkap dengan Tanggal Merah, Libur Nasional, dan Cuti Bersama
- 9Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi
- 10KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah





