Akurat Logo

Dada Nabi Muhammad SAW Dibelah, Keajaiban dan Kedalaman Makna Peristiwa Isra Mi'raj

Fajar Rizky Ramadhan | 7 Februari 2024, 10:10 WIB
Dada Nabi Muhammad SAW Dibelah, Keajaiban dan Kedalaman Makna Peristiwa Isra Mi'raj

AKURAT.CO Peristiwa Isra Mi'raj adalah salah satu peristiwa yang penuh dengan misteri dan keajaiban dalam sejarah Islam.

Isra Mi'raj merujuk pada perjalanan malam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjid al-Aqsa di Yerusalem, dan kemudian naik ke langit untuk bertemu dengan Allah SWT.

Salah satu aspek paling mencengangkan dari peristiwa ini adalah ketika dada Nabi Muhammad SAW dibelah oleh Malaikat Jibril. Ini merupakan momen yang sangat istimewa dan memiliki makna yang sangat dalam bagi umat Islam.

Kisah Dada Nabi Muhammad Dibelah

Ketika Nabi Muhammad SAW sedang dalam perjalanan Isra Mi'raj, ia dibawa ke langit ketujuh oleh Malaikat Jibril. Di sana, ia bertemu dengan Allah SWT dan menerima perintah shalat lima waktu. Namun, sebelumnya, terjadi sebuah kejadian yang amat mengejutkan.

Baca Juga: 5 Hikmah Peringatan Isra Mi'raj dalam Kehidupan Sehari-hari

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Nabi Muhammad SAW menceritakan bahwa ketika ia sedang dalam perjalanan, Malaikat Jibril mendatanginya dengan seekor binatang yang disebut al-Buraq. Nabi Muhammad kemudian naik al-Buraq bersama Malaikat Jibril dan mereka pergi ke langit.

Di langit pertama, Nabi Muhammad melihat Nabi Adam AS, di langit kedua ia bertemu dengan Nabi Isa AS dan Nabi Yahya AS, di langit ketiga bertemu dengan Nabi Yusuf AS, di langit keempat bertemu dengan Nabi Idris AS, di langit kelima bertemu dengan Nabi Harun AS, di langit keenam bertemu dengan Nabi Musa AS, dan di langit ketujuh bertemu dengan Nabi Ibrahim AS. Setiap Nabi memberi salam dan memberikan doa kepada Nabi Muhammad.

Namun, saat sampai di langit ketujuh, Malaikat Jibril meminta izin untuk membuka dada Nabi Muhammad. Setelah izin diberikan, Malaikat Jibril membelah dada Nabi Muhammad, membersihkannya, dan mengisi hatinya dengan iman dan hikmah. Ini adalah momen yang menakjubkan dan menunjukkan kedalaman hubungan Nabi Muhammad dengan Allah SWT serta kemuliaan beliau sebagai Rasul terakhir.

Makna Kedalaman Spiritual

Peristiwa dada Nabi Muhammad dibelah memiliki banyak makna spiritual bagi umat Islam. Pertama, itu menunjukkan keberkahan dan perlindungan Allah SWT terhadap Nabi-Nya. Meskipun dada Nabi dibelah, namun itu tidak menyebabkan rasa sakit atau cedera, tetapi justru membawa kebaikan dan kekuatan spiritual.

Kedua, belahan dada Nabi juga melambangkan pembukaan hati dan jiwa beliau untuk menerima wahyu dan kebenaran ilahi. Ini menegaskan bahwa Nabi Muhammad adalah seorang yang dipilih dan dimuliakan oleh Allah SWT untuk menyampaikan risalah-Nya kepada umat manusia.

Baca Juga: Contoh Teks Sambutan Ketua Panitia Acara Isra Mi'raj Tahun 2024

Ketiga, peristiwa ini mengajarkan kita tentang pentingnya membersihkan hati dan jiwa kita dari segala bentuk kejahatan dan kegelapan. Seperti dada Nabi yang dibersihkan oleh Malaikat Jibril, kita juga harus membersihkan hati dan jiwa kita agar menjadi tempat yang suci bagi rahmat dan petunjuk Allah SWT.

Peristiwa dada Nabi Muhammad dibelah selama perjalanan Isra Mi'raj adalah salah satu momen paling menakjubkan dalam sejarah Islam. Ini menggambarkan kedalaman hubungan antara Nabi Muhammad dan Allah SWT serta memberikan pelajaran yang berharga tentang keberkahan, perlindungan, dan pembukaan hati untuk menerima kebenaran ilahi. Sebagai umat Islam, kita harus selalu merenungkan makna dan pelajaran dari peristiwa ini dalam kehidupan kita sehari-hari.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.