Akurat Logo

Apa Arti Sidratul Muntaha? Ini Penjelasannya dalan Perjalanan Isra Mi'raj Nabi Muhammad

Fajar Rizky Ramadhan | 6 Februari 2024, 10:00 WIB
Apa Arti Sidratul Muntaha? Ini Penjelasannya dalan Perjalanan Isra Mi'raj Nabi Muhammad

AKURAT.CO Sidratul Muntaha memiliki makna dalam Islam sebagai pohon terakhir atau batas tertinggi yang dicapai oleh Nabi Muhammad saat perjalanan Isra Mi'raj. Isra Mi'raj adalah peristiwa luar biasa yang dijelaskan dalam Al-Quran dan hadis, di mana Nabi Muhammad melakukan perjalanan malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan kemudian naik ke langit hingga mencapai Sidratul Muntaha.

Perjalanan Isra Mi'raj dimulai ketika Malaikat Jibril membawa Nabi Muhammad dari Makkah ke Yerusalem dalam semalam. Dari Yerusalem, Nabi naik ke langit bersama Malaikat Jibril untuk mendapatkan wahyu dan mengalami berbagai peristiwa yang menakjubkan.

Pada satu titik dalam perjalanan ini, Nabi Muhammad mencapai Sidratul Muntaha. Sidratul Muntaha adalah pohon yang sangat besar, dengan dedaunan yang menutupi langit. Nabi Muhammad diberikan pandangan langsung ke dalam surga dan menyaksikan berbagai keajaiban Allah yang tak tergambarkan.

Di sana, Nabi Muhammad menerima perintah langsung dari Allah mengenai kewajiban salat lima waktu, yang merupakan salah satu pilar utama dalam agama Islam. Sidratul Muntaha juga menjadi batas yang tidak dapat dilewati oleh makhluk apa pun, dan hanya Nabi Muhammad yang diberi kehormatan untuk mencapainya.

Baca Juga: 30 Kata Bijak Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW, Cocok Nih Buat Status di WhatsApp, Instagram dan Facebook

Perjalanan Isra Mi'raj memperlihatkan kedalaman spiritual Nabi Muhammad dan merupakan bukti keagungan Allah. Ini juga menekankan pentingnya salat dalam kehidupan seorang Muslim, sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memperkokoh iman.

Dengan mencapai Sidratul Muntaha, Nabi Muhammad menjadi utusan Allah yang unggul dan mendapatkan petunjuk langsung dari Sang Pencipta. Ini adalah momen puncak dalam perjalanan spiritual beliau, yang memberikan landasan kuat bagi ajaran Islam dan praktek ibadah bagi umat Muslim.

Setelah mencapai Sidratul Muntaha, Nabi Muhammad melanjutkan perjalanan spiritualnya melalui langit-langit yang berlapis-lapis. Di setiap langit, beliau bertemu dengan para nabi terdahulu, termasuk Nabi Musa, Nabi Isa, dan Nabi Ibrahim. Masing-masing nabi memberikan salam kepada Nabi Muhammad dan memberikan doa-doa yang membimbing beliau dalam misi kenabian.

Selama perjalanan ini, Nabi Muhammad juga menyaksikan berbagai mukjizat dan keajaiban Allah. Dia diberikan penglihatan tentang surga dan neraka, serta mendapatkan pengertian mendalam tentang hikmah dan kebijaksanaan Allah yang tak terbatas.

Dalam pertemuan dengan Allah di Sidratul Muntaha, Nabi Muhammad menerima perintah salat lima waktu sebagai kewajiban bagi umat Islam. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya ibadah dalam memperkuat ikatan antara manusia dan Allah. Salat menjadi sarana untuk menyucikan jiwa dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Baca Juga: Doa Pembuka dan Penutup Isra Mi'raj, Mudah dan Ringkas, Bisa Dibaca Siapapun Termasuk yang Masih Belajar

Perjalanan Isra Mi'raj adalah bukti keutamaan dan keberkahan Nabi Muhammad sebagai utusan Allah. Ini juga mengajarkan umat Islam tentang pentingnya ketaatan, ketabahan, dan keyakinan dalam menghadapi ujian hidup. Isra Mi'raj bukan hanya perjalanan fisik melintasi ruang dan waktu, tetapi juga perjalanan spiritual yang mendalam, memperdalam hubungan Nabi Muhammad dengan Allah dan memberikan arahan untuk umat Islam.

Melalui pengalaman luar biasa ini, Nabi Muhammad menjadi teladan bagi umat Islam dalam memahami konsep tauhid, cinta kepada Allah, dan tanggung jawab moral. Perjalanan Isra Mi'raj tetap menjadi salah satu episode paling monumental dalam sejarah Islam, yang memberikan petunjuk dan inspirasi bagi generasi-generasi Muslim yang akan datang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.