AKURAT.CO Jabal Uhud merupakan gunung yang amat dicintai oleh Nabi Muhammad SAW, secara rutin didatangi oleh beliau setiap tahunnya.
Tradisi ini diikuti oleh para Khalifah setelah wafatnya Nabi. Saat ini, Jabal Uhud menjadi destinasi utama bagi para jemaah haji dan umrah, meskipun umumnya gunung-gunung di Arab Saudi saling berhubungan,
Jabal Uhud berdiri sendiri tanpa bergabung dengan yang lain, sehingga dikenal sebagai Gunung Uhud yang artinya "satu" (berdiri sendiri).
Gunung Uhud memiliki ketinggian sekitar 1.050 meter dan panjang sekitar 7 kilometer. Komposisinya melibatkan batuan-batuan seperti granit, marmer merah, dan batu mulia, menciptakan karakteristik geologis yang unik.
Baca Juga: Sejarah Perang Uhud Di Madinah
Dikutip dari NU Online, terdapat hadits yang menyatakan Gunung Uhud sebagai gunung yang disuka oleh Rasulullah saw, begitu juga sebaliknya Gunung Uhud juga mencitai Rasulullah, gunung inilah yang kelak berada di surga.
Hadits nabi:
هَذَا جَبَلٌ يُحِبُّنَا وَنُحِبُّهُ
Artinya: Ini adalah gunung yang mencintai kami dan kamipun mencintainya. (HR Bukhari)
Mengutip dari laman Kemenag.go.id, Ada banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik dari peristiwa Peperangan Uhud, seperti pertempuran kedua antara kaum Quraisy kafir dan umat Muslim pada tanggal 15 Syawal 3 H.
Ini merupakan persiapan matang kaum Quraisy di bawah pimpinan Abu Sufyan setelah mereka mengalami kekalahan di Bukit Badar sebelumnya.
Mereka mengumpulkan 3.000 pasukan, termasuk 200 pasukan berkuda yang dipimpin oleh Khalid bin Walid yang sangat tangguh.
Baca Juga: Jabal Uhud, Saksi Kekalahan Umat Islam dari Kaum Kafir
Namun, Rasulullah hanya mampu menghimpun 700 orang setelah 300 orang lainnya memilih mundur karena pengaruh Abdullah Ubay, seorang munafik di Madinah.
Gunung Uhud pernah dilanda banjir, menyebabkan longsor di beberapa bagian termasuk makam Sayyidina Hamzah dan Abdullah bin Jahsy.
Meskipun terkubur selama 43 tahun, jasad keduanya tetap utuh. Ada cerita bahwa ketika tangan Hamzah bergeser, darah segar mengalir seperti orang baru meninggal.
Rasulullah pernah naik puncak Uhud bersama Abu Bakar, Umar Ibn Khatab , dan Utsman Ibn Affan. Sesaat setelah keempatnya berada di puncak, terasa Gunung Uhud bergetar.
Rasulullah lalu menghentakkan kakinya dan bersabda, “Diamlah kamu Uhud. Di atasmu sekarang adalah Rasulullah dan orang yang selalu membenarkannya dan dua orang yang akan mati syahid.”
Tak lama setelah itu Uhud berhenti bergetar. Bisa jadi itulah tanda kecintaan dan kegembiraan Uhud menyambut Rasulullah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 2Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK





