Akurat Logo

Kisah Gunung yang Dicintai Rasulullah Bernama Uhud

Tria Sutrisna | 6 Desember 2023, 17:20 WIB
Kisah Gunung yang Dicintai Rasulullah Bernama Uhud

AKURAT.CO Jabal Uhud merupakan gunung yang amat dicintai oleh Nabi Muhammad SAW, secara rutin didatangi oleh beliau setiap tahunnya. 

Tradisi ini diikuti oleh para Khalifah setelah wafatnya Nabi. Saat ini, Jabal Uhud menjadi destinasi utama bagi para jemaah haji dan umrah, meskipun umumnya gunung-gunung di Arab Saudi saling berhubungan,

Jabal Uhud berdiri sendiri tanpa bergabung dengan yang lain, sehingga dikenal sebagai Gunung Uhud yang artinya "satu" (berdiri sendiri).

Gunung Uhud memiliki ketinggian sekitar 1.050 meter dan panjang sekitar 7 kilometer. Komposisinya melibatkan batuan-batuan seperti granit, marmer merah, dan batu mulia, menciptakan karakteristik geologis yang unik.

Baca Juga: Sejarah Perang Uhud Di Madinah

Dikutip dari NU Online, terdapat hadits yang menyatakan Gunung Uhud sebagai  gunung yang disuka oleh Rasulullah saw, begitu juga sebaliknya Gunung Uhud juga mencitai Rasulullah, gunung inilah yang kelak berada di surga.

Hadits nabi:

هَذَا جَبَلٌ يُحِبُّنَا وَنُحِبُّهُ

Artinya: Ini adalah gunung yang mencintai kami dan kamipun mencintainya. (HR Bukhari)

Mengutip dari laman Kemenag.go.id, Ada banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik dari peristiwa Peperangan Uhud, seperti pertempuran kedua antara kaum Quraisy kafir dan umat Muslim pada tanggal 15 Syawal 3 H. 

Ini merupakan persiapan matang kaum Quraisy di bawah pimpinan Abu Sufyan setelah mereka mengalami kekalahan di Bukit Badar sebelumnya. 

Mereka mengumpulkan 3.000 pasukan, termasuk 200 pasukan berkuda yang dipimpin oleh Khalid bin Walid yang sangat tangguh. 

Baca Juga: Jabal Uhud, Saksi Kekalahan Umat Islam dari Kaum Kafir

Namun, Rasulullah hanya mampu menghimpun 700 orang setelah 300 orang lainnya memilih mundur karena pengaruh Abdullah Ubay, seorang munafik di Madinah.

Gunung Uhud pernah dilanda banjir, menyebabkan longsor di beberapa bagian termasuk makam Sayyidina Hamzah dan Abdullah bin Jahsy. 

Meskipun terkubur selama 43 tahun, jasad keduanya tetap utuh. Ada cerita bahwa ketika tangan Hamzah bergeser, darah segar mengalir seperti orang baru meninggal. 

Rasulullah pernah naik puncak Uhud bersama Abu Bakar, Umar Ibn Khatab , dan Utsman Ibn Affan. Sesaat setelah keempatnya berada di puncak, terasa Gunung Uhud bergetar. 

Rasulullah lalu menghentakkan kakinya dan bersabda, “Diamlah kamu Uhud. Di atasmu sekarang adalah Rasulullah dan orang yang selalu membenarkannya dan dua orang yang akan mati syahid.”

Tak lama setelah itu Uhud berhenti bergetar. Bisa jadi itulah tanda kecintaan dan kegembiraan Uhud menyambut Rasulullah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

T
Lufaefi
Editor
Lufaefi