Akurat Logo

Sejarah Ditolaknya Nabi Muhammad SAW Dakwah Di Thaif

Thony H | 29 Agustus 2023, 16:35 WIB
Sejarah Ditolaknya Nabi Muhammad SAW Dakwah Di Thaif

AKURAT.CO, Ditolaknya Nabi Muhammad SAW dalam dakwahnya di Thaif merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam. Pada tahun ke-10 setelah dimulainya misi kenabian Nabi Muhammad, beliau pergi ke kota Thaif untuk menyampaikan ajaran Islam kepada penduduknya. Namun, dakwahnya di sana mendapat penolakan yang keras dari mayoritas penduduk Thaif. Mereka mengejek, mencemooh, dan bahkan melempari Nabi dengan batu hingga mengakibatkan beliau terluka.

Peristiwa ini menunjukkan betapa beratnya perjuangan Nabi Muhammad dalam menyebarkan ajaran Islam. Meskipun menghadapi penolakan dan perlakuan buruk, Nabi tetap sabar dan tidak patah semangat. Setelah peristiwa di Thaif, Allah menghibur Nabi melalui wahyu-Nya dan menguatkan hatinya.

Penting untuk diingat bahwa peristiwa ini merupakan bagian dari perjalanan dakwah Nabi Muhammad yang mengajarkan nilai-nilai kesabaran, keberanian, dan keteguhan hati dalam menghadapi rintangan.

Baca Juga: Sejarah Pertemuan Nabi Adam Dan Siti Hawa Setelah Diturunkan Dari Surga

Petelah peristiwa di Thaif, Nabi Muhammad kembali ke Mekkah dan terus melanjutkan upaya dakwahnya. Meskipun perjuangan sulit, beliau tidak pernah berhenti berusaha untuk menyampaikan pesan Islam kepada orang-orang di sekitarnya. Pada akhirnya, usaha Nabi Muhammad ini membuahkan hasil dan mendapat dukungan dari banyak orang, baik di Mekkah maupun di tempat lain.

Salah satu dampak positif dari penolakan di Thaif adalah peningkatan solidaritas dan kebersamaan di antara para pengikut Nabi. Peristiwa ini juga menginspirasi mereka untuk lebih gigih dalam mendukung dan menyebarkan ajaran Islam. Akhirnya, perjalanan Nabi Muhammad mengantarkan kepada berdirinya sebuah negara Islam di Madinah, di mana dakwah dan prinsip-prinsip Islam dapat berkembang dengan lebih baik.

Peristiwa ditolaknya Nabi Muhammad di Thaif mengajarkan kita tentang pentingnya ketabahan dan keteguhan dalam menghadapi rintangan. Ini adalah contoh nyata bagaimana Nabi Muhammad bersikap sabar dan penuh keteguhan hati meskipun menghadapi kesulitan yang besar dalam menyampaikan ajaran agama yang diembannya.

Baca Juga: 5 Doa Yang Dipanjatkan Nabi Sulaiman, Ada Doa Untuk Menundukkan Wanita

Perjuangan Nabi Muhammad setelah penolakan di Thaif terus berlanjut. Pada tahun ke-12 setelah dimulainya dakwahnya, beliau mengalami peristiwa Isra' dan Mi'raj, di mana beliau diangkat ke langit dan menerima perintah untuk melaksanakan shalat lima waktu. Ini adalah momen penting yang menguatkan keimanan dan komitmen Nabi dalam menyebarkan ajaran Islam.

Kemudian, pada tahun ke-13 setelah dimulainya dakwah, terjadi peristiwa Hijrah atau migrasi Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah. Ini menandai perubahan fase dalam perjuangan dakwah beliau. Di Madinah, beliau mendapatkan dukungan lebih besar dan berhasil membangun masyarakat Islam yang kuat. Konflik dan pertentangan dengan orang Mekkah tetap berlanjut, tetapi Nabi Muhammad dan para sahabatnya terus mempertahankan dan menyebarkan ajaran Islam.

Akhirnya, setelah tahun-tahun perjuangan dan pengorbanan, Mekkah berhasil dibebaskan oleh pasukan Islam pada tahun 630 M, dan Nabi Muhammad melakukan kembali Tawaf di Ka'bah. Ini adalah momen penting di mana Islam berhasil ditegakkan sebagai agama utama di kota Mekkah.

Kisah penolakan di Thaif dan perjuangan Nabi Muhammad dalam menyebarkan Islam memberikan pelajaran tentang tekad, kesabaran, dan kegigihan dalam menghadapi tantangan. Ini adalah cerminan dari dedikasi Nabi dan pengikutnya dalam memperjuangkan keyakinan mereka meskipun menghadapi hambatan yang berat.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

T
Reporter
Thony H
Lufaefi
Editor
Lufaefi