AKURAT.CO Setiap muslim berlomba-lomba untuk bisa menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Umat Islam yang menjalankan ibadah rukun Islam kelima ini dijamin balasan surga tatkala mereka menjadi haji mabrur. Salah satu riwayat Abu Hurairah menegaskan, "Tidak ada balasan bagi orang yang hajinya mabrur, kecuali surga," (HR. Imam Bukhari).
Keistimewaan yang tidak kalah penting bagi mereka yang menunaikan ibadah ini dapat bermunajat di depan tempat-tempat suci nan mustajab, seperti Ka'bah, Multazam, Raudhah dan Padang Arafah. Setiap doa yang disampaikan kepada Sang Pencipta di tempat-tempat tersebut pasti dikabulkan tanpa terkecuali.
Arafah menjadi salah satu tempat penting dimana setiap panjatan doa suci manusia terijabah. Maka dari itu Imam An-Nawawi dalam kitab Nihayat Al-Zain, menganjurkan supaya ketika wukuf di Padang Arafah umat Islam hendaknya memperbanyak zikir, tahlil, talbiyah, tadarus Al-Quran, merendah diri dan yang paling penting berdoa secara terus menerus.
Bahkan Al-Quran menyeru, meskipun umat Islam telah bertolak dari tempat yang menjadi pertemuan Nabi Adam dan Siti Hawa ini untuk tidak putus berdoa dan berzikir, hingga ke Masy'aril Haram (Muzdalifah).
Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah Ayat 199;
فَاِذَآ اَفَضۡتُمۡ مِّنۡ عَرَفٰتٍ فَاذۡکُرُوا اللّٰهَ عِنۡدَ الۡمَشۡعَرِ الۡحَـرَامِ ۖ وَاذۡکُرُوۡهُ کَمَا هَدٰٮکُمۡۚ وَاِنۡ کُنۡتُمۡ مِّنۡ قَبۡلِهٖ لَمِنَ الضَّآ لِّيۡنَ
"Maka apabila kamu bertolak dari Arafah, berdzikirlah kepada Allah di Masy’arilharam. Dan berdzikirlah kepada-Nya sebagaimana Dia telah memberi petunjuk kepadamu, sekalipun sebelumnya kamu benar-benar termasuk orang yang tidak tahu."
Dua Tipe Manusia Berdoa di Arafah
Al-Quran memberi isyarat bahwa saat umat Islam berdoa di tempat-tempat mustajab terbagi ke dalam dua tipe. Tipe manusia pertama adalah tipe yang berdoa untuk kebaikan-kebaikan di dunia an-sich. Ia lupa memohon pada Allah untuk urusannya kelak di akhirat.
Dalam Surah Al-Baqarah Ayat 200, Allah SWT berfirman;
فَمِنَ النَّاسِ مَنۡ يَّقُوۡلُ رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنۡيَا وَمَا لَهٗ فِى الۡاٰخِرَةِ مِنۡ خَلَاقٍ
"Maka di antara manusia ada yang berdoa, "Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia," dan di akhirat dia tidak memperoleh bagian apa pun."
Imam At-Thabari dalam tafsirnya menjelaskan, tipe manusia pertama ini yang dipikirkan hanya dunia dan perhiasannya. Ia lupa meminta pahala dari setiap apa yang sudah dikerjakan selama beribadah di tanah haram. Bahkan, ia lupa meminta bagiannya sendiri di surga.
Mengutip riwayat Abu Bakar Ibn Iyas, At-Thabari juga menyebut tipe pertama ini laiknya orang-orang jahiliyah, yang doanya tidak lain kecuali meminta sapi dan domba. "Allahumma urzuqna ibilan, Allahumma urzuqna ghanaman." Mereka tidak meminta sedikitpun kebaikan untuk akhiratnya.
Mufasir lain, Imam As-Sa'di juga menegaskan ayat Al-Quran di atas mejelaskan doa umat manusia saat beribadah haji yang satu sama lain berbeda. Ada dari sebagian mereka yang berdoa hanya untuk urusan syahwat belaka, lupa dengan nasibnya di akhirat.
Ketika Allah sudah menyebut langsung di dalam Al-Quran, berarti memang nyata ada orang-orang yang saat di Arafah hanya memikirkan hawa nafsunya belaka, sementara melupakan posisi kehidupan abadinya di akhirat akan seperti apa.
Tipe kedua adalah mereka yang berdoa selama beribadah haji (termasuk di Padang Arafah) untuk kebaikan-kebaikan dunia dan juga kebaikan-kebaikan akhiratnya. Permohonannya sempurna menggabungkan antara nikmat dunia dan nikmat-nikmat di akhirat.
Penegasan ini disebut Allah dalam surah yang sama, ayat 201;
وَمِنۡهُمۡ مَّنۡ يَّقُوۡلُ رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنۡيَا حَسَنَةً وَّفِى الۡاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّ قِنَا عَذَابَ النَّارِ
"Dan di antara mereka ada yang berdoa, "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka."
Tipe kedua ini, menurut Ibn Katsir dalam tafsirnya, seseorang mengumpulkan semua kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Untuk urusan dunia mereka berdoa memohon kesehatan, rumah yang luas, istri yang baik, rizki luas, ilmu manfaat, kendaraan enak, dan pemandangan yang bagus. Sedang urusan akhirat, memohon dimasukan ke dalam surga, aman dari siksaan akhirat dan dimudahkan hisabnya.
Dalam Taisir Al Karimirrahman fi Tafsir Kalam Al Mannan, As Sa'di juga menyebut tipe kedua ini ialah doa yang paling komprehensif, yang sering dilakukan Nabi Muhammad SAW saat berdoa. Saat beribadah haji, nabi tidak hanya memohon keselamatan di dunia, tetapi juga keselamatan dari siksa kubur dan siksa neraka. Selain itu beliau memohon rida Allah, kebahagiaan dari nikmat akhirat, dan kelak dekat dengan kasih sayang Allah.
Pada akhirnya, melalui ayat Al-Quran-Nya Allah menyebut dua tipe manusia berdoa di saat ibadah haji, termasuk ketika wukuf di Arafah bukan tanpa alasan. Ada sesuatu yang besar yang ingin disampaikan Tuhan lewat kalam-Nya. Umat Islam dapat memilih akan mengambil tipe yang pertama atau kedua. Mau memilah kenikmatan yang sesaat atau kebahagiaan yang abadi.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 24 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 4Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 5Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 6Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 7Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai
- 10Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi





