Akurat Logo

Pentingnya Ilmu Sebelum Beramal, Muslim Harus Tahu!

| 4 April 2023, 07:02 WIB
Pentingnya Ilmu Sebelum Beramal, Muslim Harus Tahu!

AKURAT.CO  Setiap umat muslim pastinya bersemangat untuk mendapatkan pahala dari Allah. Pahala tersebut dapat didapatkan dengan melakukan perbuatan serta amalan-amalan baik. Namun, sebelum melakukan sebuah amalan, alangkah baiknya untuk mengetahui ilmunya.

Penting untuk berilmu terlebih dahulu baru beramal. Hal tersebut dilakukan agar ibadah yang kita jalani menjadi sempurna dan diterima oleh Allah, sebab ada beberapa amalan yang memiliki syarat dan ketentuan tertentu sebelum dan ketika mengerjakannya.

Sebut saja ibadah salat, sebelum melakukan salat harus diketahui dulu syarat sahnya salat, sebab, jika salah satu syarat tidak terpenuhi maka salat yang akan dilakukan tidak sah. Belum lagi adanya rukun serta hal-hal yang membatalkan salat. Dengan mengetahui itu semua, maka akan lebih yakin kita mengenai ibadah yang kita lakukan. Apalagi jika mengetahui dasar hukum serta keutamaan menjalankan ibadah tersebut, pastinya akan menambah semangat untuk mengerjakannya.

Maka  setiap orang yang hendak beramal, hendaknya dia memahami amal yang akan dia kerjakan. Hal tersebut dilakukan agar tidak terjerumus dalam kesalahan dan menyebabkan amalan yang dikerjakan menjadi tidak sah serta tidak diterima oleh Allah.. 

Dari hal di atas dapat disimpulkan bahwa ilmu merupakan dasar dari seseorang melakukan amalan. Untuk mendapatkan ilmu maka seseorang dituntut untuk belajar. Maka semakin banyak ilmu yang dipelajari semakin baik, meskipun ilmu yang dipelajari belum waktunya untuk diamalkan. Seperti ilmu tentang haji, padahal dia belum memiliki kemampuan untuk berangkat haji. Karena ilmu tersebut akan memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.

Banyak dalil yang menganjurkan dan mengharuskan seorang muslim untuk menuntut ilmu, diantaranya, Nabi Muhammad bersabda:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِم

Artinya: “Mencari ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim.” (HR. Ibnu Majah)

Dengan ilmu seseorang dapat mengetahui bahwa yang wajib adalah wajib, yang sunnah adalah sunnah, yang haram adalah haram. Selain mengetahui hukum tiap perbuatan dan amalan, seseorang dapat menunaikan tugas-tugasnya sebagai hamba Allah SWT dengan sebaik-baiknya, karena atas dasar ilmu.

Allah juga memerintahkan umat muslim untuk bermajelis ilmu agar derajatnya ditinggikan oleh-Nya, sebagaimana yang termaktub dalam surah Al-Mujadalah ayat 11:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Artinya: Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Keutamaan Besar Menuntut Ilmu

Menuntut ilmu memiliki keutamaan yang besar, selain membuat orang yang menuntut ilmu menjadi lebih paham agama dan dapat menjadi bermanfaat bagi orang lain, menuntut ilmu dapat memudahkan seseorang masuk ke dalam surga. Nabi Muhammad SAW bersabda:

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ، يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا، سَتَرَهُ اللهُ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ، وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ، وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ، إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَحَفَّتْهُمُ الْـمَلاَئِكَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ، وَمَنْ بَطَّأَ بِهِ عَمَلُهُ، لَـمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ.

Artinya: “Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang mukmin, maka Allah melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Barangsiapa memudahkan (urusan) atas orang yang kesulitan (dalam masalah hutang), maka Allah memudahkan atasnya di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutupi (aib) seorang muslim, maka Allah menutupi (aib)nya di dunia dan akhirat. Allah senantiasa menolong hamba selama hamba tersebut senantiasa menolong saudaranya. Barangsiapa yang meniti suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan untuknya jalan menuju Surga. Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid) untuk membaca Kitabullah dan mempelajarinya di antara mereka, melainkan ketenteraman turun atas mereka, rahmat meliputi mereka, Malaikat mengelilingi mereka, dan Allah menyanjung mereka di tengah para Malaikat yang berada di sisi-Nya. Barangsiapa yang lambat amalnya, maka tidak dapat dikejar dengan nasabnya.” (HR. Muslim)

Pada hadis di atas juga dijelaskan, ketika seseorang berada di dalam majelis ilmu, maka majelis ilmu tersebut dikelilingi oleh malaikat yang menurunkan ketentraman dan rahmat.

Itulah pentingnya berilmu sebelum beramal dan keutamaan besar bagi seseorang yang menuntut ilmu. Semoga bermanfaat.

Wallahu A’lam. [] 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.