Akurat Logo

Anjuran Memperbanyak Tadarus Al-Quran di Bulan Ramadan

| 2 April 2023, 05:00 WIB
Anjuran Memperbanyak Tadarus Al-Quran di Bulan Ramadan

AKURAT.CO Istilah tadarus semakin populer di bulan Ramadan ini. Kegiatan ini biasa dilakukan tidak hanya di masjid saja, tetapi juga di rumah. Banyak umat Islam yang membaca Al-Quran dari awal hingga akhir, namun ada juga yang melanjutkan kebiasaan tadarus setelah salat fardu. Oleh karena itu Bulan Ramadhan dianggap sebagai bulan yang paling beruntung dibandingkan dengan bulan-bulan pada umumnya. 

Anjuran tadarus Al-Qur'an di bulan Ramadan

Tak heran, di bulan ini banyak keistimewaan yang diberikan oleh Allah SWT. Dan juga banyak orang yang suka tadarus Al-Qur'an ketika di bulan Ramadan ini. Diantaranya, bulan Ramadan ini merupakan bulan diturunkannya Al-Qur’an.

Sebagaimana dalam firman Allah SWT di surat Al-Baqarah ayat 185 yang berbunyi:

شَهۡرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِيٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلۡقُرۡءَانُ هُدٗى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٖ مِّنَ ٱلۡهُدَىٰ وَٱلۡفُرۡقَانِۚ 

Artinya: “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)." (QS Al-Baqarah ayat 185).

Dalam Tafsir Ibnu Katsir yang berjudul Tafsir Al-Qur’an al-’Adzim menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan pada bulan Ramadan, tepatnya pada malam lailatul qadar. Dalam Firman Allah SWT surat Al-Qadr ayat 1 yang berbunyi:

إِنَّآ أَنزَلۡنَٰهُ فِي لَيۡلَةِ ٱلۡقَدۡرِ

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan.” (QS Al-Qadr Ayat 1)

dalam turunnya, Al-Qur'an berbeda dengan kitab-kitab lainnya. Jika Suhuf Nabi Ibrahim, Taurat Nabi Musa, Zabur Nabi Daud dan Injil Isa diturunkan bersamaan, maka Alquran diturunkan dalam dua tahap; Tahap pertama diturunkan sekaligus dari langit dunia di Baitul 'Izzah, sedangkan tahap kedua diturunkan secara berkala dan terpisah sesuai dengan peristiwa yang menimpa Rasulullah saw.

Dalam proses turunnya berkalanya Al-Qur’an itu, Al-Qur’an ini diturunkan dengan bulan yang berbeda-beda. Ibnu Katsir menyebutkan sebanyak 6 bulan yang diturunkan yaitu: bulan Syawwal, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, Shafar dan Rabi’ul Awwal.

Selain bulan Ramadan ini tepat dengan turunnya Al-Qur’an. Bulan Ramadan ini juga menjadi rutinitas bagi Nabi Muhammad SAW untuk bertadarus Al-Qur’an kepada Malaikat Jibril. Dalam hadis riwayat Ibnu ‘Abbas menjelaskan:

“Dari Ibnu Abbas berkata, “Rasulullah saw adalah manusia yang paling lembut terutama pada bulan Ramadhan ketika malaikat Jibril menemuinya, dan adalah Jibril mendatanginya setiap malam di bulan Ramadhan, dimana Jibril mengajarkannya Al-Quran. Sungguh Rasulullah saw orang yang paling lembut daripada angin yang berhembus.” (HR Bukhari)

Hadis ini juga menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW menyelesaikan Alquran setahun sekali di bulan Ramadan dengan Malaikat Jibril. Kecuali tahun terakhir sebelum kematiannya, Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, menyelesaikannya dua kali. 

Menurut Ibnu Rajab al-Hanbali seorang ulama besar yang dalam bidang Aqidah mazhab Asy'ariyah dan dalam bidang fikih mazhab Hanbali, mengatakan bahwa hadis ini menunjukkan sunnahnya bertadarus Al-Qur'an di malam Ramadan secara berjamaah. Dalam kitab Bugyah al-Insan fi Wadza'if Ramadan, Ibnu Rajab menjelaskan: “Hadis ini juga menunjukan kesunahan bertadarus Al-Qur’an pada bulan Ramadan secara berjama’ah. Menyetorkan Al-Qur’an kepada orang yang lebih hafal darinya. Hadis ini sekaligus menunjukkan kesunahan memperbanyak membaca Al-Qur’an pada bulan Ramadan.” (Lihat Ibnu Rajab, Bughyah al-Insan fi Wadza’if Ramadan).

Di beberapa riwayat lainnya juga menjelaskan, bahwa pada saat bulan Ramadan juga menjadi waktu yang istimewa bagi Rasulullah SAW juga para sahabat dan ulama lainnya untuk lebih fokus membaca Al-Quran secara umum. Memasuki bulan Ramadan, Rasulullah sendiri lebih banyak membaca Al-Qur'an dibanding malam-malam lainnya.

Dalam salah satu riwayat juga dijelaskan bahwa salah seorang sahabat Nabi bernama Hudzaifah pernah shalat bersama Rasulullah di bulan Ramadhan. Hudzaifah mengatakan bahwa Nabi membaca Surat al-Baqarah, an-Nisa dan Ali 'Imran. Setiap kali dia menemukan penjelasan tentang suatu ancaman, beliau akan berhenti dan berdoa agar disingkirkan dari ancaman itu.

Dalam riwayat lain juga dijelaskan bahwa Qatadah (salah seorang sahabat Nabi), mengisi Al-Qur'an seminggu sekali pada bulan-bulan biasa. Di bulan Ramadhan, dibawa ke khatam selama tiga hari. Memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan, Qatadah berakhir satu malam sekali. 

Oleh Karena itu dari penjelasan diatas kita juga dianjurkan untuk bertadarus Al-Qur’an pada saat bulan Ramadan ini untuk mendapatkan keberkahan dari Allah SWT dan juga sebagai penolong di hari akhir nanti. [] 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.