Akurat Logo

Implementasikan Kurikulum Merdeka Berbasis Komunitas, Widyaiswara Kemenag Jalani Pelatihan

| 31 Maret 2023, 12:00 WIB
Implementasikan Kurikulum Merdeka Berbasis Komunitas, Widyaiswara Kemenag Jalani Pelatihan

AKURAT.CO Kementerian Agama (Kemenag)  menyelenggarakan pelatihan kepada para widyaiswara yang akan bertugas menjadi trainer penerapan Kurikulum Merdeka berbasis komunitas, di gedung Pusdiklat Kemenag, di Ciputat Tangerang Selatan, pada 18-31 Maret 2023.

Pelatihan ini diikuti 90 widyaiswara, perwakilan dari Pusdiklat dan seluruh Balai Diklat Keagamaan bertujuan untuk meningkatkan kompetensi yang dimiliki para widyaiswara.

Acara ini menghadirkan narasumber profesional di bidang fasilitasi dari Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat, Fahmina Institut, dan pengembang dan implementator Kurikulum Merdeka dari tim Inovasi, dari Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. 

Melansir dari laman resmi Kemenag, Suyitno selaku Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, mengungkapkan, bahwa peningkatan kompetensi memiliki berdampak signifikan pada kualitas kediklatan. Apalagi dari waktu ke waktu permintaan masyarakat terhadapa layanan pelatihan terus meningkat. Ditambah perkembangan pengetahuan dan kebijakan selalu berubah. Sehingga peningkatan kapasitas harus terus dilakukan, salah satunya melibatkan pengajar dari luar, seperti dosen hingga para profesional .

"Acara ini harus sering dilakukan agar widyaiswara sebagai fasilitator di dalam kelas pelatihan kompetensinya terus meningkat. Karena jika widyaiswara kompetensinya baik, citra pelatihan, citra Pusdiklat sebagai lembaga pelatihan baik, dan hasil pelatihan juga akan baik," jelasnya di Ciputat, Selasa (28/3/2023).

Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan, Mastuki, menyambung, bahwa hal ini diperlukan karena Kurikulum Merdeka berbasis komunitas hendak diterapkan oleh Pusdiklat Teknis.

"Karena ada banyak komponen yang akan terlibat dalam implementasi kurikulum merdeka berbasis komunitas nanti, yaitu kepala madrasah, guru, pengawas, kepala seksi pendidikan madrasah tingkat kabupaten/kota, juga dosen perguruan tinggi, maka perlu pendekatan pelatihan yang berbeda, yaitu pendekatan partisipatoris." [] 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.