AKURAT.CO Manusia merupakan ciptaan Allah yang paling sempurna. Manusia diberikan karunia akal untuk menentukan pilihan, entah itu baik atau buruk, benar atau salah. Namun, banyak manusia yang tidak menggunakan akalnya sehingga melakukan perbuatan dosa.
Dosa merupakan tindakan seorang mukallaf (sudah akil baligh) yang tidak mematuhi perintah Allah dan melanggar perintah-Nya. Manusia kelak akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang ia kerjakan, termasuk dosa-dosa yang telah dilakukan.
Banyak macam dosa yang sering dilakukan manusia, baik itu dosa besar maupun dosa kecil. Dosa dapat dikategorikan menjadi tiga, apa saja?
Dosa yang Tidak Diampuni Allah
Dosa yang tidak diampuni oleh Allah adalah dosa syirik. Syirik adalah menyekutukan Allah, menyamakan Allah terhadap sesuatu, atau berdoa selain kepada Allah. Orang yang menyekutukan Allah dinamakan musyrik. Dijelaskan dalam surah An-Nisa ayat 48
اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ
Innallāha lā yagfiru ay yusyraka bihī wa yagfiru mā dụna żālika limay yasyā`, wa may yusyrik billāhi fa qadiftarā iṡman 'aẓīmā
Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa di bawah tingkatan syirik, bagi siapa yang dikehendaki-Nya”
Di Indonesia, masih banyak masyarakat yang beragama Islam tetapi masih meminta kepada selain Allah. Berdoa kepada pohon keramat, kuburan, laut, gunung, dan lain sebagainya. Ada juga kesyirikan yang dilabeli dengan kebudayaan seperti jimat, ramalan dan upacara yang melibatkan jin.
Dalam Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir, karya Imam Asy-Syaukani dijelaskan bahwa maksud dari ayat ini jika orang yang mati dalam kesyirikan namun belum bertaubat, maka tidak ada kemungkinan ampunan atas dosa syiriknya.
Adapun dosa selain pelaku syirik seperti pelaku kemaksiatan dari kalangan orang-orang Islam maka mereka di bawah kehendak Allah. Allah akan mengampuni orang yang Dia kehendaki dan mengazab orang yang Dia kehendaki. Akan tetapi Allah juga mengabarkan bahwa Dia mengampuni dosa-dosa kecil selama seseorang menjauhi dosa-dosa besar.
Dosa yang Diampuni Allah
وَتُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ جَمِيْعًا اَيُّهَ الْمُؤْمِنُوْنَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
wa tụbū ilallāhi jamī'an ayyuhal-mu`minụna la'allakum tufliḥụn
“Dan bertaubatlah kalian semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kalian beruntung” (QS. An-Nur: 31).
Kategori kedua ini adalah dosa yang diampuni oleh Allah dengan syarat dosa tersebut bukan dosa syirik. Selama ia bersungguh-sungguh bertaubat kepada Allah dan sekuat tenaga menghindari untuk tidak melakukan kesalahan yang sama, maka Allah akan mengampuninya. Insya Allah
Dosa yang Dibiarkan Allah
Allah SWT memiliki sifat Maha Pemaaf tetapi tidak dengan ciptaa-Nya. Jika dosa yang dilakukan mengambil hak orang lain maka dosa tersebut tetap ada sampai orang yang haknya diambil memaafkan.
Dosa semacam ini tentunya harus berhubungan langsung dengan orang yang bersangkutan. Allah akan terus membiarkan dosa tersebut bahkan jika melakukan banyak salat, puasa, maupun istighfar sebelum orang yang bersangkutan belum memaafkan, maka tetap akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak.
Diriwayatkan oleh sahabat Abu Hurairah raḍiyallāhu 'anhu:
عن أبي هريرة رضي الله عنه مرفوعاً: «مَنْ كَانَتْ عِندَهُ مَظْلَمَةٌ لِأَخِيهِ، مِنْ عِرْضِهِ أو مِنْ شَيْءٍ، فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ اليومَ قَبْلَ أَن لا يَكُونَ دِينَارٌ ولا دِرْهَمٌ؛ إِنْ كَانَ له عَمَلٌ صَالِحٌ أُخِذَ مِنْهُ بِقَدْرِ مَظْلَمَتِهِ، وَإِن لَمْ يَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أَخَذَ مِنْ سَيِّئَاتِ صَاحِبِهِ فَحُمِلَ عَلَيْهِ
Artinya : "Siapa saja yang pernah melakukan suatu kezaliman terhadap saudaranya, baik itu harga diri ataupun perkara lain, maka hendaklah ia meminta untuk dihalalkan pada saat ini sebelum datang hari dimana dinar dan dirham sudah tidak berlaku. Jika dia memiliki amal saleh maka akan diambil dari pahala amalan salehnya sebanyak kezalimannya, dan jika ia tidak memiliki kebaikan, maka akan diambil dosa orang yang dizaliminya kemudian dibebankan kepadanya."
Itulah tiga kategori dalam dosa. Mari kita harus selalu introspeksi diri agar menjadi hamba yang taat. Ketika melakukan kesalahan atau bahkan melakukan dosa segeralah bertaubat karena Allah senang dengan hamba yang bertaubat.
Diriwayatkan oleh sahabati Abu Hamzah Anas bin Malik Al Anshori,beliau berkata bahwa nabi Muhammad SAW bersabda:
اللَّهُ أَفْرَحُ بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ مِنْ أَحَدِكُمْ سَقَطَ عَلَى بَعِيرِهِ ، وَقَدْ أَضَلَّهُ فِى أَرْضِ فَلاَةٍ
Artinya”Sesungguhnya Allah itu begitu bergembira dengan taubat hamba-Nya melebihi kegembiraan seseorang di antara kalian yang menemukan kembali untanya yang telah hilang di suatu tanah yang luas.” (HR. Bukhari).
Wallahu A'lam.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 420 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 5Megawati Hangestri Dapat Julukan Baru dari Media Korea, Apa Artinya?
- 6Real Madrid vs PSG: Jose Mourinho Senang dengan Wasit yang Pimpin Laga Malam Ini
- 730 Kata-Kata untuk Poster Hari Santri 2026 yang Singkat dan Penuh Makna
- 8Link Download PDF Hari Santri 2026 dari Kemenag, Ada Teks Doa dan Pedoman Upacara
- 9KPK Sita BMW Milik Richard Erlangga dalam Korupsi BNPB, Total Ada Empat Mobil
- 10KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot




