AKURAT.CO Hari Ayah adalah salah satu hari yang istimewa bagi semua orang untuk mengingat kembali perjuangan dan perang ayahnya. Namun pertanyaannya, boleh enggak sih sebetulnya merayakan hari ayah dalam perspektif Islam?
Secara spesifik memang tidak ditemukan hukum merayakan hari ayah ini. Namun, hukum merayakannya dapat diqiyaskan dengan hukum merayakan hari ibu, seperti disampaikan dalam fatwa lengkap dari Dar al-Ifta’ al-Urduniyyah atau Lembaga Fatwa Kerajaan Yordania.
Fatwa yang bertanggal pada 20 Maret 2016, pada nomor fatwa 3184 itu menjawab terkait legitimasi peringatan hari ibu sebagaimana redaksi berikut;
ما تصالح الناس على تسميته بـ (عيد الأم) يقومون بالتواصل مع أمهاتهم وتقديم الهدايا لهن فيه، ليس عيداً بالمفهوم الشرعي للعيد، ولكنه يوم وفاء وتقدير للأمهات، حيث تعارف الناس في العالم كله على الاعتراف بجميل الأمهات، والتعبير عن مزيد المحبة والامتنان لهن في يوم واحد يجمعهم. وتكريم الأم بهذا اليوم بالمعنى السابق أمر تنظيمي عادي لا يتعارض مع أحكام الشريعة الإسلامية التي تؤكد على معاني الوفاء والامتنان والشكر للوالدين في كل وقت وزمان، قال الله تعالى: (أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ)سورة لقمان /14. ومن المعلوم أن بر الوالدين والإحسان إليهما فريضة في الإسلام، وأن الإساءة إليهما وعقوقهما من الكبائر، قال الله تعالى: (وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا)سورة الإسراء/23.
“Seremonial yang menyeruak di masyarakat, di mana mereka menyebutnya sebagai hari ibu. Ini bukanlah hari raya yang masyru’ (dianjurkan syariat), hanya saja ini tidak bertentangan dengan syariat. Sebab pada esensinya, dalam memperingati hari ibu ini, mereka memberi hadiah dan mengucapkan selamat hari ibu.
Seremonial seperti ini merupakan tradisi yang tidak bertentangan dengan syariat, justru ini merealisasikan perintah untuk mensyukuri nikmat berupa orang tua di setiap tempat dan waktu. Allah swt sudah menyitir ini dalam surat Luqman ayat 14, di mana Allah berfirman;
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya.” Dan sudah jamak diketahui bahwa berbakti kepada orang tua merupakan perkara yang wajib dalam ajaran Islam, sedang mendurhakainya merupakan dosa.
Sebagaimana firman Allah dalam surat al-isra’ ayat 23 “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu dan bapak.”
Dari keterangan di atas, hukum merayakan hari ayah dapat diqiyaskan dengan memperingati hari ibu, yaitu boleh. Merayakan hari ayah merupakan tradisi yang tidak bertentangan dengan syariat, justru ini merealisasikan perintah untuk mensyukuri nikmat berupa orang tua di setiap tempat dan waktu.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini




