Cerdas! Begini Cara Abu Nawas Membedakan Mana Orang yang Berbohong dan yang Tidak

AKURAT.CO Abu Nawas dikenal sebagai tokoh jenaka. Kisah kehidupannya selalu mmebuat orang terbahak-bahak mendengarnya.
Suatu hari, teman-teman Abu Nawas sepakat mengajaknya berlibur ke salah satu tempat rekreasi di suatu daerah. Mereka pun menuju rumah Abu Nawas.
Sesampainya di rumah Abu Nawas, mereka segera mengutarakan maksud dari kedatangannya itu. Kebetulan saat itu Abu Nawas juga ingin sekali berlibur. Akhirnya dirinya mengiyakan ajakan teman-temannya itu. Dengan menunggangi keledainya masing-masing, mereka berangkat menuju tempat wisata.
Di tengah perjalanan, mereka sesekali bergurau agar suasa tidak membosankan. Hingga tak terasa perjalanan sudah jauh dari pemukiman penduduk.
Mereka tiba di sebuah pertigaan jalan yang sunyi dan tidak ada orang satupun. Mereka akhirnya memutuskan untuk berhenti karena mereka mulai ragu untuk memutuskan jalan mana yang akan dipilih.
Diketahui disitu terdapat dua jalan yang menuju ke hutan, jalan pertama menuju hutan wisata, sedangkan jalan kedua menuju hutan rimba yang penuh dengan binatang buas di dalamnya.
Begitu melihat teman-temannya merasa bingung, sebagai seorang yang bijak, Abu Nawas menyarankan untuk tidak meneruskan perjalanan. Karena jika salah pilih jalan, maka bahaya yang akan mengancam mereka. Namun salah seorang dari teman Abu Nawas tiba-tiba berkata,
"Aku mempunyai dua orang sahabat yang tinggal dekat semak-semak sebelah sana. Mereka adalah saudara kembar identik. Tidak ada seorang pun yang bisa membedakan keduanya karena wajah mereka begitu mirip. Akan tetapi perbedaannya, yang satu selalu berkata jujur, sedangkan yang lainnya selalu berkata bohong. Dan mereka adalah orang-orang aneh karena mereka hanya mau menjawab satu pertanyaan saja,"
"Lalu apakah engkau bisa mengenali salah satu dari mereka yang selalu berkata benar?," tanya Abu Nawas.
"Tidak," jawab kawan Abu Nawas singkat.
"Baiklah kalau begitu kita beristirahat sejenak," usul Abu Nawas.
Merekapun sepakat untuk beristirahat sambil menyantap bekal yang sudah dibawa. Setelah sudah cukup beristirahat, mereka memutuskan untuk berangkat menuju rumah yang dihuni dua orang kembar bersaudara itu. Setelah sampai di rumah itu, maka keluarlah salah seorang dari dua orang kembar bersaudara itu.
"Maaf, aku sangat sibuk hari ini. Engkau hanya boleh mengajukan satu pertanyaan saja. Tidak boleh lebih," katanya.
Abu Nawas yang tidak ingin membuang-buang kesempatan, langsung menghampiri orang itu dan berbisik. Begitu juga dengan orang tersebut yang menjawab pertanyaan Abu Nawas dengan membisikinya. Setelah itu, Abu Nawas mengucapkan terimakasih dan segera mohon diri.
"Hutan yang kita tuju melewati jalan sebelah kanan," kata Abu Nawas meyakinkan teman-temannya.
"Bagaimana mungkin engkau dapat memutuskan harus menempuh jalan sebelah kanan? sedangkan kita tidak tahu apakah orang yang kita tanya itu orang yang selalu berkata benar atau yang selalu berkata bohong?," tanya salah seorang dari mereka penasaran.
"Karena orang yang kutanya menunjukkan jalan yang sebelah kiri," jawab Abu Nawas.
Teman-temannya itu tampaknya masih belum mengerti, sehingga Abu Nawas menjelaskan kembali.
"Tadi aku bertanya: Apa yang akan dikatakan saudaramu bila aku bertanya jalan yang mana yang menuju hutan yang indah?" Bila jalan yang benar itu sebelah kanan dan bila orang itu kebetulan yang selalu berkata benar maka ia akan menjawab: Jalan sebelah kiri, karena ia tahu saudara kembarnya akan mengatakan jalan sebelah kiri sebab saudara kembarnya selalu berbohong. Bila orang itu kebetulan yang selalu berkata bohong, maka ia akan menjawab: jalan sebelah kiri, karena ia tahu saudara kembarnya akan mengatakan jalan sebelah kiri sebab saudara kembarnya selalu berkata benar,".
Setelah mendengar penjelasan Abu Nawas, teman-teman Abu Nawas itu akhirnya mengerti. Mereka lalu melanjutkan perjalanan dengan tanpa rasa bingung yang menghantui. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat




