Akurat Logo

Sunah-sunah saat Khutbah yang Harus Diketahui Khotib Jumat

Thony H | 21 Oktober 2022, 05:00 WIB
Sunah-sunah saat Khutbah yang Harus Diketahui Khotib Jumat

AKURAT.CO Khutbah merupakan salah satu rangkaian dalam salat Jumat. Hukum melakukan khutbah adalah wajib. Sehingga salat Jumat tidak sah bila tidak didapati khutbah di dalamnya.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut sunah-sunah bagi khotib saat khutbah:

1. Dilakukan di atas mimbar

Seperti yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, bahwasanya Nabi saw ketika khotbah berada di atas mimbar dengan tujuan agar materi khotbah yang disampaikan bisa didengar oleh para jemaah.

Selain itu, posisi mimbar diletakkan di sebelah kanan tempat pengimaman. Apabila tidak terdapat mimbar, maka boleh diganti dengan tempat yang lebih tinggi sekiranya khatib bisa lebih jelas dalam menyampaikan khotbah.

2. Khatib menghadap para jemaah

Layaknya sidang, maka antara khotib dan jemaah haruslah saling tatap muka tidak saling membelakangi.

Disebutkan dalam sebuah riwayat dari Adi bin Tsabit dari ayahnya bahwa beliau berkata, "Nabi Muhammad saw sewaktu berdiri di atas mimbar, para sahabatnya menghadapkan wajahnya kepada beliau.” (HR. Ibnu Majah)

Atas dasar hadis itu pula bagi jemaah disunahkan untuk menatap wajah sang khatib.

3. Azan sebelum khotbah

Di Indonesia, kita pasti tahu bahwa ada sebagian kalangan yang melakukan azan sebelum khotbah cukup satu kali tetapi ada pula yang dua kali. Perbedaan ini memang wajar terjadi karena hal ini terjadi pula antara zamannya Nabi saw dengan zaman Khalifah Usman bin Affan.

Di zaman Nabi, azan dilakukan satu kali sedangkan di zaman Usman ditambah satu kali sejalan dengan jumlah umat muslim yang semakin banyak sehingga azan dua kali dimaksudkan untuk memberi kesempatan mereka mempersiapkan diri menuju salat Jumat.

4. Membaca khotbah dengan suara keras

Dari sahabat Jabir bin Abdillah dia berkata, "Rasulullah saw saat beliau berkhotbah, kedua matanya memerah, suaranya lantang dan tampak sangat marah seolah-olah beliau memperingatkan tentara perang.” (HR. Muslim)

Tetapi di era sekarang para khatib sudah terbantu dengan adanya alat pengeras suara.

5. Mengucap salam sebelum khotbah

Ketika itu, Nabi saw dan juga para sahabatnya ketika menjadi khatib pasti mengucapkan salam saat menuju mimbar dan sebelum azan dikumandangkan. Kemudian, sembari menunggu azan selesai, Nabi saw duduk.

6. Khotbah tidak terlalu lama atau terlalu singkat

Dalam sebuah hadis dikatakan, "Bahwa durasi salat dan khotbahnya Nabi saw sesuai dengan standar umum.” (HR. Muslim)

7. Khatib memegang tongkat dengan tangan kiri

Dalam sebuah hadis dikatakan, "Bahwa Nabi saw berdiri dalam khotbah Jumat seraya berpegangan atas busur tanah atau tongkat.” (HR. Abu Dawud)

8. Materi khotbah mudah dipahami

Sebaiknya, khatib memilih materi khotbah tidak terlalu berat agar jemaah yang hadir dapat lebih mudah mengamalkannya.

Sahabat Ali bin Abi Thalib pernah berkata, "Bicaralah kepada manusia dengan perkara yang mereka ketahui. Apakah kalian suka Allah dan rasul-Nya didustakan?” (HR. Bukhari)

9. Lamanya waktu saat khatib duduk di antara dua khotbah setara dengan membaca Surah Al-Ikhlas

Surah Al-Ikhlas yang berjumlah empat ayat sangat dianjurkan oleh para ulama sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban karena surah ini tidak terlalu panjang dan tidak terlalu pendek untuk memisahkan dua khotbah.

Wallahu A'lam.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

T
Reporter
Thony H
L
Editor
Lufaefi