Akurat Logo

Tumbuhkan Sikap Toleran, Direktur Eksekutif PPIM UIN Jakarta: Anak Muda Harus Tahu Perbedaan

Eva Rohila | 4 Februari 2022, 19:38 WIB
Tumbuhkan Sikap Toleran, Direktur Eksekutif PPIM UIN Jakarta: Anak Muda Harus Tahu Perbedaan

AKURAT.CO  Direktur Eksekutif Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat UIN Jakarta Prof Imatu Ropi PhD mengatakan, secara normatif, anak-anak muda sekarang akan menjadi penerus bangsa. Sehingga, mempersiapkan anak muda untuk memiliki mental yang baik adalah hal sangat penting untuk ke depan.

Akan tetapi, kata Prof Imatu, saat ini terdapat kecenderungan terutama pada sepuluh tahun terakhir, bahwa ada polarisasi yang anomali di negara Indonesia.

"Jadi ada konsep dengan interkulturalism, di mana banyak sekali budaya dalam sebuah masyarakat yang beragam ini berkembang yang kalau kemudian tidak bisa dikelola dengan baik, itu akan menciptakan polarisasi," ujarnya dalam Webinar Series 30 PPIM UIN Jakarta 'Jejak Toleransi Anak Muda' yang disiarkan secara langsung melalui YouTube PPIM UIN Jakarta, Jumat (4/2/2022).

"Nantinya kita tidak bisa membayangkan Indonesia itu ter-kapling-kapling menjadi kelompok-kelompok yang berbeda-beda," tambah Prof Imatu.

Berbeda dengan masa kolonial dulu yang menurut Prof Imatu, negara memang diciptakan dalam model kapling seperti itu. Sehingga ada istilah kampung Melayu, kampung Bugis, kampung China dan kampung Jawa.

"Berbeda dengan sekarang ada polarisasi yang muncul dalam bentuk yang berbeda," ucap Prof Imatu.

Oleh karena itu, ia berharap kepada seluruh pihak untuk berpikir lebih luas tentang bagaimana menyiapkan generasi anak muda yang lebih inklusif nantinya. Hal ini juga dapat ditempuh dengan cara berpikir ke depan dengan menghargai perbedaan dan menanamkan sikap toleran.

Toleran, kata Prof Imatu menjelaskan, seperti mata uang yang sisi satunya disebut dengan respek atau penghormatan, sedangkan sisi lainnya disebut dengan rekognisi. Respek dan rekognisi ini yang merupakan sisi utama dari toleransi.

"Toleransi bisa berkembang dan menjadi bagian dari cara berpikir kita jika kita saling tahu, saling menyapa. Nah pengetahuan itu bagian dari respek tadi," jelas Prof Imatu.

Dengan demikian, Prof Imatu berharap kepada generasi muda untuk terus meningkatkan kualitas toleransi dalam bingkai keberagaman ini. Di sisi lain, anak muda juga harus mengetahui tentang perbedaan yang ada di negara Indonesia. 

"Makanya anak muda itu harus tahu perbedaan-perbedaan dengan kelompok yang lain," tandasnya. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
Reporter
Eva Rohila
A