Tumbuhkan Sikap Toleran, Direktur Eksekutif PPIM UIN Jakarta: Anak Muda Harus Tahu Perbedaan

AKURAT.CO Direktur Eksekutif Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat UIN Jakarta Prof Imatu Ropi PhD mengatakan, secara normatif, anak-anak muda sekarang akan menjadi penerus bangsa. Sehingga, mempersiapkan anak muda untuk memiliki mental yang baik adalah hal sangat penting untuk ke depan.
Akan tetapi, kata Prof Imatu, saat ini terdapat kecenderungan terutama pada sepuluh tahun terakhir, bahwa ada polarisasi yang anomali di negara Indonesia.
"Jadi ada konsep dengan interkulturalism, di mana banyak sekali budaya dalam sebuah masyarakat yang beragam ini berkembang yang kalau kemudian tidak bisa dikelola dengan baik, itu akan menciptakan polarisasi," ujarnya dalam Webinar Series 30 PPIM UIN Jakarta 'Jejak Toleransi Anak Muda' yang disiarkan secara langsung melalui YouTube PPIM UIN Jakarta, Jumat (4/2/2022).
"Nantinya kita tidak bisa membayangkan Indonesia itu ter-kapling-kapling menjadi kelompok-kelompok yang berbeda-beda," tambah Prof Imatu.
Berbeda dengan masa kolonial dulu yang menurut Prof Imatu, negara memang diciptakan dalam model kapling seperti itu. Sehingga ada istilah kampung Melayu, kampung Bugis, kampung China dan kampung Jawa.
"Berbeda dengan sekarang ada polarisasi yang muncul dalam bentuk yang berbeda," ucap Prof Imatu.
Oleh karena itu, ia berharap kepada seluruh pihak untuk berpikir lebih luas tentang bagaimana menyiapkan generasi anak muda yang lebih inklusif nantinya. Hal ini juga dapat ditempuh dengan cara berpikir ke depan dengan menghargai perbedaan dan menanamkan sikap toleran.
Toleran, kata Prof Imatu menjelaskan, seperti mata uang yang sisi satunya disebut dengan respek atau penghormatan, sedangkan sisi lainnya disebut dengan rekognisi. Respek dan rekognisi ini yang merupakan sisi utama dari toleransi.
"Toleransi bisa berkembang dan menjadi bagian dari cara berpikir kita jika kita saling tahu, saling menyapa. Nah pengetahuan itu bagian dari respek tadi," jelas Prof Imatu.
Dengan demikian, Prof Imatu berharap kepada generasi muda untuk terus meningkatkan kualitas toleransi dalam bingkai keberagaman ini. Di sisi lain, anak muda juga harus mengetahui tentang perbedaan yang ada di negara Indonesia.
"Makanya anak muda itu harus tahu perbedaan-perbedaan dengan kelompok yang lain," tandasnya. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK




