Akurat Logo

Jangan Melakukan Ghibah di Medsos, ini Bahayanya Menurut Islam

Thony H | 2 Desember 2021, 20:03 WIB
Jangan Melakukan Ghibah di Medsos, ini Bahayanya Menurut Islam

AKURAT.CO Mengutip Wikipedia, ghibah yaitu pembicaraan jahat tentang seseorang yang tidak hadir. Pembicaraan itu benar atau tidak penting. Prinsip utamanya adalah kata-kata akan menyakiti hati orang yang dibicarakan. Menurut agama Islam ghibah adalah sebuah dosa. Istilah ghibah mirip dengan gosip, fitnah, dan buhtan

Suatu hari, Rasulullah ditanya soal apa yang dimaksudkan dengan ghibah, kemudian Rasulullah SAW menjawab,

ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ   

Artinya: ”Ghibah adalah ketika kamu mengisahkan teman kamu tentang suatu yang tidak ia sukai."

Lalu ada yang tanya kembali kepada Nabi:

أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِي أَخِي مَا أَقُولُ؟   

Artinya: “Bagaimana kalau yang saya katakan itu memang sesuai faktanya, Ya Rasul?”

إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُولُ، فَقَدِ اغْتَبْتَهُ، وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيهِ فَقَدْ بَهَتَّهُ 

Artinya: “Ya kalau memang yang kamu katakan itu fatka, berarti kamu menggujingnya. Namun jika yang kamu bicarakan tidak sesuai fakta, maka kamu membuat kedustaan terhadap dirinya” (HR Muslim).

Islam melarang umatnya untuk berbuat ghibah, karena perbuatan ini masuk dalam kategori dosa. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:   

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ   

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang” (QS Al-Hujurat: 12).

Orang yang berbuat ghibah adalah mereka yang pandai mencari-cari kesalahan orang lain. Kelak, ia akan dibeberkan aibnya oleh Allah SWT.

Dalam sebuah hadits, Nabi bersabda:

يَا مَعْشَرَ مَنْ آمَنَ بِلِسَانِهِ، وَلَمْ يَدْخُلِ الْإِيمَانُ قَلْبَهُ، لَا تَغْتَابُوا الْمُسْلِمِينَ، وَلَا تَتَّبِعُوا عَوْرَاتِهِمْ، فَإِنَّهُ مَنِ اتَّبَعَ عَوْرَاتِهِمْ يَتَّبِعُ اللَّهُ عَوْرَتَهُ، وَمَنْ يَتَّبِعِ اللَّهُ عَوْرَتَهُ يَفْضَحْهُ فِي بَيْتِهِ»

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman dengan lisannya akan tetapi iman belum masuk kedalam hatinya, janganlah kalian mengghibahi kaum muslimin, dan janganlah pula mencai-cari aib mereka, sesungguhnya barang siapa yang mencari-cari aib saudaranya sesama muslim maka Allah akan mencari-cari kesalahannya, dan barangsiapa yang Allah mencari-cari kesalahannya maka Allah akan mempermalukannya meskipun ia berada di dalam rumahnya". (HR Abu Dawud).

Pada zaman yang serba digital saat ini, tidak sedikit orang-orang yang berbuat ghibah di media sosial. Mereka melakukan dengan tanpa sadar, seperti menjelekkan pemerintah, tokoh masyarakat, atau orang lain yang tidak disukainya. Sebagai orang Islam, jangan pernah melakukan ghibah, karena perbuatan ini bisa merugikan banyak orang, termasuk merugikan diri sendiri. Wallahu A'lam.[] 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

T
Reporter
Thony H
L
Editor
Lufaefi