Muhammad Abdul Aziz Jadi Jemaah Haji Termuda Asal Surabaya, Masih Kelas 2 SMK!

AKURAT.CO Melaksanakan ibadah haji adalah impian bagi semua umat Islam. Sebab, ia merupakan bagian dari rukun Islam yang kelima yang penting untuk dilaksanakan bagi siapapun yang mampu menjalankanya.
Di Surabaya, ada seorang jemaah haji yang umurnya paling mudah, yaitu berumur 18 tahun.
Tidak pernah terbayangkan sebelumnya bagi Muhammad Abdul Aziz yang merupakan pelajar kelas 2 SMK. Ia bisa menjalani ibadah haji pada usia yang begitu muda. Muhammad Abdul Aziz menjadi jemaah calon haji termuda pada usia 18 tahun.
Baca Juga: Apakah Musik Haram menurut Perspektif Islam? Ini Jawaban Sesuai Al-Qur'an dan Hadits Nabi
Ia menjadi jemaah calon haji kloter 1 dari Bojonegoro, Jawa Timur, yang menjadi jemaah calon haji termuda pada pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Muhammad Abdul Aziz menggantikan ayahnya yang meninggal dunia 2 tahun lalu, sehingga dia pun segera mengurus peralihan untuk ibadah haji tahun ini.
Dia tidak pernah menyangka bisa menjalani ibadah haji di usia yang sangat muda, terlebih dia yang masih duduk di bangku SMK kelas dua.
"Rasanya senang bisa berangkat haji di usia muda. Saya tidak menyangka bisa berangkat, apalagi menggantikan almarhum ayah yang sudah meninggal," ujar Muhammad Abdul Aziz, Minggu (12/5/2024) dalam keterangan tertulis.
Meski menjadi jemaah calon haji termuda, sejumlah persiapan telah dia lakukan seperti rajin berolahraga setiap hari dan menyiapkan obat-obatan.
Baca Juga: Sejarah Masuknya Islam di Rusia, Jejak Agama yang Tahan Lama
Tak lupa untuk bekal ilmu agama selama di tanah suci, ia aktif mengikuti manasik haji online di YouTube maupun media sosial. Pasalnya, dia tidak bisa mengikuti manasik haji offline karena harus sekolah di SMK Telkom Malang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 10Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik







