Kultum Ramadhan, Ustadz Miftahur Rahman Isbandi: Perbedaan Bukan untuk Diperdebatkan

AKURAT.CO Ustadz Miftahur Rahman menjelaskan bahwa status sosial seseorang tidak menjadikannya mulia dihadapan Allah SWT. Hal itu ia sampaikan dalam tayangan Kultum Ramadhan Akurat.co episode ke-17, pada Jumat (28/3/2024).
Da'i nasional itu kemudian menjelaskan bahwa Allah SWT tidak menilai manusia dari tampang ataupun jabatannya, melainkan dari keimanan serta ketakwaannya. Selain itu, manusia juga diciptakan berbeda-beda, sebagaimana yang dikatakan pada firman Allah SWT dalam surat Al-Hujurat ayat ke-13.
"Kata Allah, "Hai manusia, sesungguhnya aku ciptakan kalian dari golongan laki-laki dan golongan perempuan" jadi jelas Allah ciptakan golongan laki-laki dan golongan perempuan. Tidak ada yang diantara keduanya. Allah tidak sebutkan golongan banci, jelaskan? Jadi jenis kelamin itu cuma ada dua, gak ada jenis kelamin ketiga." Jelas Ustadz Miftahur Rahman, dalam tayangan Kultum Ramadhan Akurat.co.
Baca Juga: Kultum Ramadhan: Puasa Ramadhan sebagai Upaya Melatih Kesabaran
Ia kemudian juga menyinggung masalah perbedaan pilihan pemilu yang akhir-akhir ini ramai terjadi ditengah masyarakat Indonesia. Menurutnya di dalam politik tidak ada hal yang hitam putih, yang ada hanyalah abu-abu. Sehingga hal ini hendaknya jangan dijadikan sebagai dasar untuk bermusuhan.
Begitu juga dengan perbedaan dalam memahi agama. Menurut Ustadz Miftahur Rahman, hal itu bukanlah menjadi sebuah persoalan, sebab manusia diciptakan berbeda-beda untuk saling bertoleransi, saling mengenal, hingga saling berkomunikasi.
"Hanya karena beda cara memahami Al-Qur'an, yang satu Al-Fatihah pakai bismillah di dhohirkan yang satu bismillah nya di sirk, menjadi perdebatan. Bukan itu yang menjadi persoalan, kita diciptakan berbeda-beda untuk saling toleransi, kita diciptakan berbeda-beda untuk saling mengenal, untuk saling berkomunikasi. " Ujarnya.
Selanjutnya Ustadz Miftahur Rahman mengingatkan kembali bahwa manusia yang mulia disisi Allah dinilai memalui takwanya, bukan melalui tampang ataupun jabatannya. Ia kemudian mengajak para penonton untuk meningkatkan rasa toleransi serta persaudaraan di bulan Ramadhan ini dengan saling memaafkan. Sebab saat memasuki bulan Syawal nanti, manusia menjadi pribadi yang suci dan bersih.
Baca Juga: Materi Kultum: Istiqomah Beribadah di Bulan Ramadhan
"Mudah-mudahan, Ramadhan ini menjadikan kita hamba Allah, hamba-hamba yang baik, hamba-hamba yang ibadahnya diterima oleh Allah SWT." Tutur Ustadz Miftahur Rahman.
Tayangan Kultum Ramadhan Akurat.co tayang setiap pukul 17.30 WIB selama bulan Ramadhan. Program ini merupakan program kerjasama antara Akurat.co dengan Bank Syariah Indonesia(BSI) Jamkrindo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








