Akurat Logo

Begini Keutamaan 10 Hari Kedua Bulan Ramadhan

Hadits Abdillah | 21 Maret 2024, 20:40 WIB
Begini Keutamaan 10 Hari Kedua Bulan Ramadhan

AKURAT.CO Dalam penanggalan hijriyah, bulan Ramadhan menjadi bulan yang sangat dinanti-nantikan kedatangannya. Hal ini karena bulan Ramadhan dipercaya sebagai bulan yang diberkahi dalam ajaran agama Islam.

Saat ini, umat muslim di Indonesia akan memasuki fase 10 hari kedua di bulan Ramadhan. Jika fase 10 hari pertama merupakan hari-hari yang penuh rahmat dari Allah SWT, maka fase 10 hari kedua ini merupakan hari-hari maghfirah atau ampunan dari Allah SWT.

Fase 10 hari kedua bulan Ramadhan juga memiliki banyak keutamaan, sehingga umat muslim perlu lebih meningkatkan serta mengistiqomahkan diri dalam beribadah.

Baca Juga: Asal-Usul Takjil, Tradisi yang Memperkaya Budaya Indonesia Menjelang Buka Puasa Ramadhan

Berikut ini merupakan keutamaan-keutamaan tersebut:

1. Diberi Kemudahan Selama Ramadhan

Allah SWT memberikan kemudahan kepada umat muslim yang beribadah di 10 hari kedua bulan suci Ramadhan, agar dapat menyelesaikannya dengan baik hingga akhir bulan yang diberkahi ini. Hal ini disampaikan melalui firman-Nya dalam surat Al-Baqarah ayat 185 berikut:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Artinya: “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.”

2. Sebagai Wujud dari Istiqomah

Secara umum, sebagian umat muslim pada fase 10 hari kedua bulan Ramadhan akan kehilangan intensitas ibadah mereka. Misalnya saja berkurangnya frekuensi membaca ayat suci Al-Qur’an akibat kesibukan-kesibukan duniawi yang melanda.

Orang-orang yang mampu menjalankan hingga menjaga rangkaian ibadahnya di fase ini, merupakan bukti bahwa orang-orang tersebut memiliki rasa istiqomah yang tinggi. Sehingga orang tersebut dapat diganjar dengan pahala yang tidak terputus, sebab istiqomah dalam beribadah di bulan Ramadhan memiliki ganjaran pahala yang luar biasa.

Baca Juga: 5 Kegiatan Positif yang Bisa Dilakukan Sambil Menunggu Waktu Buka Puasa, Pahalanya Bikin Puasa Semakin Sempurna!

3. Dikabulkannya Doa-doa

Ramadhan menjadi salah satu waktu mustajab dalam berdoa. Orang-orang yang berpuasa pada bulan suci ini doa-doanya akan dikabulkan oleh Allah SWT, sebagaimana yang dikatakan dalam hadits berikut:

ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٍ ؛دَعْوَةُ الصَّائِمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ

Artinya: “Ada tiga macam doa yang mustajab, yaitu doa orang yang sedang puasa, doa musafir, dan doa orang yang teraniaya” (HR Baihaqi).

4. Dijauhkan dari Godaan Duniawi

Puasa Ramadhan mengharuskan umat muslim menahan diri dari rasa lapar, dahaga, serta berbagai hal yang berkaitan dengan hawa nafsu. Kemudian orang-orang yang senantiasa menjalankan rangkaian ibadah hingga 10 hari kedua bulan Ramadhan, sudah tentu dapat menahan diri dari godaan duniawi yang berlebihan.

Demikian penjelasan mengenai keutamaan 10 hari kedua bulan Ramadhan. Semoga kita senantiasa istiqomah dalam beribadah hingga akhir bulan yang diberkahi ini, sehingga kita dapat meraih berkah, ridha, serta ampunan dari Allah SWT.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Lufaefi
Editor
Lufaefi