Pemimpin Adalah Cerminan Mayoritas Rakyatnya, Benarkah Demikian?

AKURAT.CO Pemimpin adalah seseorang yang mengambil tanggung jawab besar dalam memimpin dan mengarahkan suatu kelompok. Dalam sistem demokrasi, seorang pemimpin dipilih langsung oleh anggota kelompok atau rakyat yang dipimpinnya.
Melalui suatu forum pemilihan, tiap-tiap anggota masyarakat akan memilih calon pemimpin dari beberapa kandidat. Sehingga pemimpin yang terpilih adalah kandidat dengan suara terbanyak. Dapat dikatakan bahwa pemimpin yang terpilih adalah pemimpin yang dipercaya oleh mayoritas rakyat yang memilihnya.
Mengenai hal ini apakah kemudian seorang pemimpin adalah cerminan dari mayoritas rakyatnya?
Baca Juga: Diduga Terjadi Kecurangan dalam Pemilu 2024, Bagaimana Hukum Melakukan Kecurangan dalam Islam?
Dalam suatu kitab berjudul Miftah Daris Sa'adah, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah mengatakan:
“Sesungguhnya di antara hikmah Allah Ta’ala dalam keputusan-Nya memilih para raja, pemimpin dan pelindung umat manusia adalah sama dengan amalan rakyatnya bahkan perbuatan rakyat seakan-akan adalah cerminan dari pemimpin dan penguasa mereka.
Jika rakyat lurus, maka akan lurus juga penguasa mereka. Jika rakyat adil, maka akan adil pula penguasa mereka. Namun, jika rakyat berbuat zalim, maka penguasa mereka akan ikut berbuat zalim.”
Menurut perkataan Ibnu Qayyim Al-Jauziyah di atas, kualitas seorang pemimpin ditentukan oleh bagaimana kualitas dari mayoritas rakyat yang dipimpinnya. Dalam memilih seorang pemimpin, seseorang dengan pasti akan memilih kandidat yang sesuai dengan kriteria pemimpin versi dirinya sendiri.
Maka pemimpin yang terpilih merupakan seseorang yang sifat atau kriterianya sesuai dengan mayoritas rakyat yang telah memilihnya.
Allah SWT dalam surat Al-An’am ayat 129 berfirman:
وَكَذٰلِكَ نُوَلِّيْ بَعْضَ الظّٰلِمِيْنَ بَعْضًا ۢ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَࣖ
Artinya: “Demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang zalim berteman dengan sebagian lainnya, sebagai balasan atas apa yang selalu mereka kerjakan.”
Saat menafsirkan ayat di atas, Al-Hafizh Al Imam As-Suyuthi mencantumkan sebuah hadis yang sejalan dengan ayat tersebut. Hadis itu berbunyi,
ﻛﻤﺎ ﺗﻜﻮﻧﻮا ﻛﺬﻟﻚ ﻳﺆﻣﺮ ﻋﻠﻴﻜﻢ
Artinya: “Sebagaimana keadaan kalian, seperti itulah pemimpin kalian.” (HR. Al-Baihaqi)
Jika menilik hadis di atas, dapat dikatakan bahwa sekelompok masyarakat yang memiliki keadaan yang baik akan melahirkan pemimpin yang baik. Sebaliknya jika keadaan masyarakat itu buruk dan zalim maka akan melahirkan pemimpin yang sama buruknya dengan masyarakat yang dipimpinnya.
Dengan demikian, segala bentuk sifat yang dimiliki oleh pemimpin kita saat ini hendaknya menjadi bahan renungan mengenai bagaimana sifat dan kualitas kita sebagai anggota masyarakat.
Kunci dari kemajuan suatu bangsa adalah bagaimana masyarakatnya. Sehingga jika menginginkan suatu kemajuan dan kebaikan terjadi dalam suatu bangsa, hal utama yang harus diperbaiki adalah kualitas dari masyarakatnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK




