Akurat Logo

Kisah Pemindahan Kiblat Umat Muslim, Salah Satu Peristiwa Besar di Bulan Sya’ban

Hadits Abdillah | 14 Februari 2024, 19:35 WIB
Kisah Pemindahan Kiblat Umat Muslim, Salah Satu Peristiwa Besar di Bulan Sya’ban

AKURAT.CO Bulan Sya’ban menjadi salah satu bulan yang memiliki banyak keistimewaan. Tak hanya malam Nisfu Sya’ban, pada bulan yang diapit oleh bulan Rajab dan bulan Ramadhan ini, terjadi beberapa peristiwa besar dalam sejarah umat Islam.

Salah satu peristiwa besar itu adalah peristiwa pemindahan kiblat umat Muslim dari Baitul Maqdis ke Ka’bah yang berada di Masjidil Haram. Peristiwa ini bahkan telah diabadikan Al-Qur’an salah satunya dalam surat Al-Baqarah ayat 144.

قَدْ نَرٰى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى السَّمَاۤءِۚ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضٰىهَاۖ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِۗ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهٗۗ وَاِنَّ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ لَيَعْلَمُوْنَ اَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُوْنَ

Artinya: “Sungguh, Kami melihat wajahmu (Nabi Muhammad) sering menengadah ke langit. Maka, pasti akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau sukai. Lalu, hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Di mana pun kamu sekalian berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Sesungguhnya orang-orang yang diberi kitab benar-benar mengetahui bahwa (pemindahan kiblat ke Masjidil Haram) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.”

Baca Juga: Hukum Penggunaan Diskon dalam Pandangan Islam

Dari ayat di atas, dapat diketahui bahwasanya pemindahan kiblat ini merupakan ketetapan dari Allah SWT. Adapun sebab diturunkannya ayat di atas adalah permintaan Nabi Muhammad SAW yang menginginkan agar Allah SWT menetapkan Ka’bah sebagai arah kiblat umat Muslim.

Sebelum ayat ini diturunkan, Nabi Muhammad SAW selalu menengadahkan kepalanya ke arah langit. Sehingga kemudian Allah SWT menurunkan ayat ini.

Dilansir dari NU Online, Nabi Muhammad SAW selama kurang lebih 16 bulan mengerjakan shalat dengan menghadap ke Baitul Maqdis setelah hijrah ke Madinah. Hal ini dilakukan untuk menghormati kaum Nasrani dan Yahudi Madinah yang beribadah menghadap ke arah yang sama, yaitu Baitul Maqdis.

Keadaan ini kemudian dimanfaatkan oleh kaum Yahudi untuk melancarkan aksi tipu daya mereka dengan merayu Nabi Muhammad untuk fokus kepada Baitul Maqdis dan melupakan Baitul Haram. Tetapi yang terjadi justru, rasa rindu Nabi Muhammad yang sangat besar untuk beribadah menghadap Ka’bah.

Setelahnya Allah menetapkan Ka’bah sebagai arah kiblat bagi umat Muslim. Pemindahan arah kiblat ini tak serta merta diterima oleh seluruh umat Nabi Muhammad pada saat itu. Bagi mereka yang fanatik terhadap kiblat pertama, akan terasa berat mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya.

Baca Juga: Polemik Tinta Pemilu, Apakah Dapat Digunakan saat Shalat?

Pemindahan kiblat ini menjadi salah satu bentuk ujian untuk melihat siapa-siapa saja yang beriman dan senantiasa mengikuti perintah Allah serta Nabi Muhammad dan siapa-siapa saja yang justru membelot dari jalan yang lurus.

Mengenai hal ini, Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 145 yang berbunyi:

وَلَىِٕنْ اَتَيْتَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ بِكُلِّ اٰيَةٍ مَّا تَبِعُوْا قِبْلَتَكَۚ وَمَآ اَنْتَ بِتَابِعٍ قِبْلَتَهُمْۚ وَمَا بَعْضُهُمْ بِتَابِعٍ قِبْلَةَ بَعْضٍۗ وَلَىِٕنِ اتَّبَعْتَ اَهْوَاۤءَهُمْ مِّنْۢ بَعْدِ مَاجَاۤءَكَ مِنَ الْعِلْمِۙ اِنَّكَ اِذًا لَّمِنَ الظّٰلِمِيْنَۘ

Artinya: “Sungguh, jika engkau (Nabi Muhammad) mendatangkan ayat-ayat (keterangan) kepada orang-orang yang diberi kitab itu, mereka tidak akan mengikuti kiblatmu. Engkau pun tidak akan mengikuti kiblat mereka. Sebagian mereka (pun) tidak akan mengikuti kiblat sebagian yang lain. Sungguh, jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah sampai ilmu kepadamu, niscaya engkau termasuk orang-orang zalim.”

Demikian kisah pemindahan kiblat umat Muslim dari Baitul Maqdis ke Ka’bah di Baitul Haram. Adapun hikmah yang dapat kita ambil dari kisah ini yaitu senantiasa menerima serta mengikuti apa-apa saja yang menjadi ketetapan Allah SWT.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Lufaefi
Editor
Lufaefi