Akurat Logo

Kapan Batas Qadha Puasa Ramadhan di Bulan Sya’ban? Berikut Cara Menghitungnya

Hadits Abdillah | 13 Februari 2024, 17:40 WIB
Kapan Batas Qadha Puasa Ramadhan di Bulan Sya’ban? Berikut Cara Menghitungnya

AKURAT.CO Menqadha puasa berarti mengganti puasa wajib di bulan Ramadhan. Umat muslim yang memiliki hutang puasa, wajib menggantinya di bulan-bulan lain sebelum datang bulan Ramadhan yang berikutnya.

Bulan Sya’ban menjadi bulan terakhir bagi umat muslim untuk melaksanakan qadha puasa wajib, sebab menurut penanggalan hijriyah bulan Ramadhan berada setelah bulan Sya’ban. Tahun ini bulan Sya’ban akan berlangsung mulai tanggal 11 Februari 2024 hingga 11 Maret 2024.

Selain hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa, mengqadha puasa memang dapat dilakukan di tanggal berapa saja. Tetapi pada bulan Sya’ban terdapat batasan waktu dalam melakukan qadha puasa.

Baca Juga: Ayat Al-Qur’an dan Hadist yang Mengajarkan Toleransi dalam Perbedaan Memilih Pemimpin

Dilansir dari NU Online, sebagian ulama berpendapat bahwa melakukan puasa setelah pertengahan bulan Sya’ban hukumnya haram. Hal ini didasari oleh sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: “Bila hari memasuki pertengahan bulan Sya’ban, maka janganlah kalian berpuasa,” (HR.Abu Dawud).

Sedangkan bagi sebagian ulama yang membolehkan melaksanakan puasa setelah pertengahan bulan Sya’ban didasari pada hadis yang diriwayatkan oleh Ummu Salamah RA yang menyatakan bahwa:

“Aku belum pernah melihat Rasulullah SAW berpuasa dua bulan berturut-turut kecuali puasa Sya’ban dan Ramadhan.”

Mengenai hal ini, Buya Yahya dalam sebuah tayangan video di kanal YouTube resminya menyatakan bahwa larangan puasa setelah pertengahan Sya’ban hanya berlaku bagi mereka yang tidak memiliki kebiasaan berpuasa. Jika yang dilaksanakan adalah puasa qadha, maka tetap diperbolehkan.

“Akan hilang kemakruhan atau keharaman adalah kalau disambung dengan hari sebelum Nisfu Sya’ban, atau dia punya kebiasaan puasa Senin-Kamis atau puasa yang lainnya, atau bagi dia yang punya hutang” Ujar Buya Yahya, dikutip pada Selasa (13/2/2024).

Baca Juga: Apa itu Nisfu Sya’ban? Berikut Doa dan Amalan Pada Malam Nisfu Sya’ban

Kendati demikian, pelaksanaan puasa qadha tetap memiliki batasan waktu, yakni satu hingga dua hari sebelum jatuhnya tanggal satu Ramadhan. Hal ini dikarenakan hari-hari tersebut masuk ke dalam yaumul syak, yaitu hari yang diragukan masih berada di bulan Sya’ban atau sudah masuk Ramadhan.

Larangan ini sesuai dengan sebuah hadis berikut:

لاَ تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ وَلاَ يَوْمَيْنِ إِلاَّ رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمًا فَلْيَصُمْهُ

Artinya: “Janganlah kalian berpuasa satu atau dua hari sebelum Ramadhan kecuali seseorang yang punya kebiasaan puasa, maka bolehlah ia berpuasa.” (HR. Bukhari no. 1914 dan Muslim no. 1082).

Adapun bagi orang-orang yang tidak membayar qadha puasa hingga datang Ramadhan berikutnya tanpa adanya uzur, diharuskan untuk mengqadha puasa ditambah dengan membayar fidyah.

Cara menghitungnya yaitu menjumlahkan hutang puasa lalu dibayar dengan fidyah sebanyak 1 mud atau setara dengan kurang lebih tujuh ons beras. Misalnya saja jika memiliki hutang puasa sebanyak 10 hari dan belum dibayar hingga tiga tahun, maka harus membayar fidyah sebanyak 30 mud (21 kilogram).

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa batas terakhir melaksanakan qadha puasa di bulan Sya’ban adalah pada satu hingga dua hari sebelum tanggal satu Ramadhan. Maka hendaknya hutang puasa diganti sesegera mungkin.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Lufaefi
Editor
Lufaefi