Cara Memilih Pemimpin Menurut Buya Yahya, Simak untuk Jadi Pertimbangan 14 Februari 2024!

AKURAT.CO Pada tanggal 14 februari 2024 Indonesia akan menyelenggarakan pemilu. Pemilihan ini dilakukan untuk memilih pemimpin negara dan daerah. Kita tidak boleh sembarangan saat memilih karena pemimpin itulah yang akan memimpin kita beberapa tahun ke depan.
Dalam memilih calon pemimpin, banyak aspek yang harus diperhatikan. Kita harus memastikan pemimpin yang kita pilih mampu untuk mengayomi, menegakkan keadilan, dan mewujudkan kesejahteraan rakyatnya.
Lalu bagaimana cara memilih pemimpin yang sesuai dengan ketentuan Islam menurut ulama? Buya Yahya seorang ulama asal Cirebon menyatakan ada beberapa tips untuk memilih calon pemimpin diantaranya yaitu:
1. Orangnya harus baik
Makna baik di sini bukan berarti kita harus memilih seorang ustad untuk menjadi pemimpin. Kita harus memilih orang yang tidak melakukan perbuatan haram seperti penjudi, pemabuk, maupun pezina.
Baca Juga: Apa itu Nisfu Sya’ban? Berikut Doa dan Amalan Pada Malam Nisfu Sya’ban
2. Baik kepada manusia
Mempuyai kasih sayang dan bersikap lembut kepada orang lain. Selain itu ia juga baik kepada dirinya sendiri seperti rajin menunaikan ibadah solat sunnah maupun bersedekah pada orang yang membutuhkan.
3. Lihat siapa partai yang mengusungnya
Selain melihat secara pribadi orang yang akan kita pilih, kita juga harus memperhatikan partai apa yang ada di belakang orang tersebut. Karena partai tersebutlah yang akan membuat kebijakan-kebijakan yang akan diterapkan.
4. Bebas dari kepentingan pribadi
Kita harus memilih pemimpin yang tidak memiliki kepentingan pribadi saat ia akan terpilih. Karena jika ia memiliki kepentingan pribadi maka itu termasuk khianat sebab ia mementingkan hawa nafsunya.
Baca Juga: Cara Shalat Istikharah untuk Menentukan Pilihan Presiden dan Wakil Presiden
5. Memilih sesuai hati nurani sendiri
Kita boleh untuk memilih calon pemimpin sesuai dengan hati nurani kita, namun pemimpin tersebut harus sesuai dengan kriteria di atas. Dan jika pemimpin yang kita pilih tidak sesuai dengan kriteria yang telah disebutkan, kita tidak akan mendapatkan dosa.
Itulah cara memilih pemimpin yang sesuai dengan ketentuan Islam menurut ulama.
Semoga kita bisa memilih pemimpin yang adil dan amanah agar negara kita berada di bawah kepemimpinan yang baik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 5Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 6Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 7Cuaca Hari Ini 19 September 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
- 8Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 9Utang BLBI Warisan 98 Lunas, Menkeu: Presiden Prabowo Sambut Baik Penyelesaian Ini
- 10OTT Lagi, KPK Amankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Bersama 13 Orang Lainnya




