Akurat Logo

Kisah Hidup KH Hisyam Abdul Karim, Tokoh Terpandang NU Sekaligus Kakek Mertua Ganjar Pranowo

Shalli Syartiqa | 31 Oktober 2023, 15:18 WIB
Kisah Hidup KH Hisyam Abdul Karim, Tokoh Terpandang NU Sekaligus Kakek Mertua Ganjar Pranowo

AKURAT.CO- Baru-baru ini, nama Mbah Hisyam atau KH Hisyam Abdul Karim menjadi topik yang sedang populer di media sosial.

Ternyata, KH Hisyam Abdul Karim merupakan kakek mertua Ganjar Pranowo atau kakek dari istri dari mantan Gubernur Jateng tersebut yaitu Siti Atiqoh.

Selain dikenal sebagai pendiri pondok pesantren, Mbah Hisyam juga memiliki pengaruh yang signifikan di organisasi Nahdlatul Ulama (NU).

Profil KH Hisyam Abdul Karim

KH Hisyam Abdul Karim dikenal sebagai seorang ulama dan pencipta pondok pesantren terkenal di kalangan masyarakat pada era tersebut.

Selain menjadi pemimpin di pesantren, KH Hisyam Abdul Karim juga aktif di organisasi Nahdlatul Ulama (NU).

Dia pernah menjabat sebagai Rais Syuriah PCNU Purbalingga selama tiga periode, yaitu pada tahun 1973-1975, 1975-1978, dan 1978-1983.

Jejaknya ini juga diikuti oleh salah satu putranya, Ahmad Moesoddiq Supriyadi yang juga merupakan ayahanda Siti Atiqoh dan kakak dari KH Musta’id.

Mbah Hisyam atau KH Hisyam bukan hanya dikenal sebagai seorang ulama, tetapi juga sebagai pencipta pondok pesantren yang sangat terhormat.

Mbah Hisyam adalah pendiri Pondok Pesantren Sukawarah Roudlotus Sholichin Sholichat terletak di Desa Kalijaran, Purbalingga, Jawa Tengah.

Pondok Pesantren ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda.

Di pondok pesantren ini, para santri tidak hanya belajar agama (mengaji), tetapi juga diberikan pelajaran lain.

Mereka diajari tentang baris-berbaris, belajar kode Morse, dan bahkan mendapatkan pelatihan pertolongan pertama dalam kecelakaan.

Semua pelatihan ini diselenggarakan oleh anggota pemuda Ansor setempat.

Kisah Sosok KH Hisyam Abdul Karim

Setelah wafatnya Mbah Hisyam pada tanggal 12 Januari 1989, pengelolaan dan kepemimpinan Pondok Pesantren pendiriannya diteruskan secara turun-temurun oleh keturunannya.

Sampai saat ini, cucu-cucu Hisyam Abdul Karim juga aktif berperan dalam perkembangan Pondok Pesantren.

Kepemimpinan yang solid dan bersatu dalam pengelolaan Pondok Pesantren Kalijaran telah membawa pesantren yang juga dikenal dengan sebutan "Ponpes Perjuangan" ini terus berkembang.

Saat ini, Pondok Pesantren Kalijaran bahkan telah mendirikan sekolah formal hingga tingkat SMA.

Meskipun Mbah Hisyam telah tiada, daya tarik dan pengaruhnya yang tidak pudar seiring berjalannya waktu membuat masyarakat tetap mempercayakan pendidikan anak-anak mereka di pondok pesantren ini.

Kegiatan pengajian yang diselenggarakan setiap hari Sabtu, yang lebih dikenal dengan sebutan "Setuan" masih rutin berlangsung sejak zaman Mbah Hisyam hingga saat ini.

Menurut KH Musta'id, KH Hisyam Abdul Karim adalah figur yang berperan ganda sebagai ayah dan guru.

Semangatnya dalam penyebaran Islam di Purbalingga sangat kuat dan telah mewariskan pengaruhnya kepada anak-anak dan cucunya.

Salah satu ajaran yang menjadi ciri khas di kalangan masyarakat dan santri Pondok Pesantren Kalijaran adalah nadhom dan terjemahan "Lam Yahtalim."

Syair ini berisikan keistimewaan Nabi Muhammad SAW.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.