Akurat Logo

Dua Tipe Manusia Berdoa Di Padang Arafah Dalam Al-Quran

Thony H | 26 Juni 2023, 08:17 WIB
Dua Tipe Manusia Berdoa Di Padang Arafah Dalam Al-Quran

AKURAT.CO Setiap muslim berlomba-lomba untuk bisa menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Umat Islam yang menjalankan ibadah rukun Islam kelima ini dijamin balasan surga tatkala mereka menjadi haji mabrur. Salah satu riwayat Abu Hurairah menegaskan, "Tidak ada balasan bagi orang yang hajinya mabrur, kecuali surga," (HR. Imam Bukhari).

Keistimewaan yang tidak kalah penting bagi mereka yang menunaikan ibadah ini dapat bermunajat di depan tempat-tempat suci nan mustajab, seperti Ka'bah, Multazam, Raudhah dan Padang Arafah. Setiap doa yang disampaikan kepada Sang Pencipta di tempat-tempat tersebut pasti dikabulkan tanpa terkecuali.

Arafah menjadi salah satu tempat penting dimana setiap panjatan doa suci manusia terijabah. Maka dari itu Imam An-Nawawi dalam kitab Nihayat Al-Zain, menganjurkan supaya ketika wukuf di Padang Arafah umat Islam hendaknya memperbanyak zikir, tahlil, talbiyah, tadarus Al-Quran, merendah diri dan yang paling penting berdoa secara terus menerus. 

Bahkan Al-Quran menyeru, meskipun umat Islam telah bertolak dari tempat yang menjadi pertemuan Nabi Adam dan Siti Hawa ini untuk tidak putus berdoa dan berzikir, hingga ke Masy'aril Haram (Muzdalifah).

Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah Ayat 199;

فَاِذَآ اَفَضۡتُمۡ مِّنۡ عَرَفٰتٍ فَاذۡکُرُوا اللّٰهَ عِنۡدَ الۡمَشۡعَرِ الۡحَـرَامِ ۖ وَاذۡکُرُوۡهُ کَمَا هَدٰٮکُمۡ‌ۚ وَاِنۡ کُنۡتُمۡ مِّنۡ قَبۡلِهٖ لَمِنَ الضَّآ لِّيۡنَ

"Maka apabila kamu bertolak dari Arafah, berdzikirlah kepada Allah di Masy’arilharam. Dan berdzikirlah kepada-Nya sebagaimana Dia telah memberi petunjuk kepadamu, sekalipun sebelumnya kamu benar-benar termasuk orang yang tidak tahu." 

Dua Tipe Manusia Berdoa di Arafah

Al-Quran memberi isyarat bahwa saat umat Islam berdoa di tempat-tempat mustajab terbagi ke dalam dua tipe. Tipe manusia pertama adalah tipe yang berdoa untuk kebaikan-kebaikan di dunia an-sich. Ia lupa memohon pada Allah untuk urusannya kelak di akhirat.

Dalam Surah Al-Baqarah Ayat 200, Allah SWT berfirman;

 فَمِنَ النَّاسِ مَنۡ يَّقُوۡلُ رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنۡيَا وَمَا لَهٗ فِى الۡاٰخِرَةِ مِنۡ خَلَاقٍ

"Maka di antara manusia ada yang berdoa, "Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia," dan di akhirat dia tidak memperoleh bagian apa pun."

Imam At-Thabari dalam tafsirnya menjelaskan, tipe manusia pertama ini yang dipikirkan hanya dunia dan perhiasannya. Ia lupa meminta pahala dari setiap apa yang sudah dikerjakan selama beribadah di tanah haram. Bahkan, ia lupa meminta bagiannya sendiri di surga. 

Mengutip riwayat Abu Bakar Ibn Iyas, At-Thabari juga menyebut tipe pertama ini laiknya orang-orang jahiliyah, yang doanya tidak lain kecuali meminta sapi dan domba. "Allahumma urzuqna ibilan, Allahumma urzuqna ghanaman." Mereka tidak meminta sedikitpun kebaikan untuk akhiratnya.

Mufasir lain, Imam As-Sa'di juga menegaskan ayat Al-Quran di atas mejelaskan doa umat manusia saat beribadah haji yang satu sama lain berbeda. Ada dari sebagian mereka yang berdoa hanya untuk urusan syahwat belaka, lupa dengan nasibnya di akhirat.

Ketika Allah sudah menyebut langsung di dalam Al-Quran, berarti memang nyata ada orang-orang yang saat di Arafah hanya memikirkan hawa nafsunya belaka, sementara melupakan posisi kehidupan abadinya di akhirat akan seperti apa.

Tipe kedua adalah mereka yang berdoa selama beribadah haji (termasuk di Padang Arafah) untuk kebaikan-kebaikan dunia dan juga kebaikan-kebaikan akhiratnya. Permohonannya sempurna menggabungkan antara nikmat dunia dan nikmat-nikmat di akhirat.

Penegasan ini disebut Allah dalam surah yang sama, ayat 201;

وَمِنۡهُمۡ مَّنۡ يَّقُوۡلُ رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنۡيَا حَسَنَةً وَّفِى الۡاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّ قِنَا عَذَابَ النَّارِ

"Dan di antara mereka ada yang berdoa, "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka."

Tipe kedua ini, menurut Ibn Katsir dalam tafsirnya, seseorang mengumpulkan semua kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Untuk urusan dunia mereka berdoa memohon kesehatan, rumah yang luas, istri yang baik, rizki luas, ilmu manfaat, kendaraan enak, dan pemandangan yang bagus. Sedang urusan akhirat, memohon dimasukan ke dalam surga, aman dari siksaan akhirat dan dimudahkan hisabnya.

Dalam Taisir Al Karimirrahman fi Tafsir Kalam Al Mannan, As Sa'di juga menyebut tipe kedua ini ialah doa yang paling komprehensif, yang sering dilakukan Nabi Muhammad SAW saat berdoa. Saat beribadah haji, nabi tidak hanya memohon keselamatan di dunia, tetapi juga keselamatan dari siksa kubur dan siksa neraka. Selain itu beliau memohon rida Allah, kebahagiaan dari nikmat akhirat, dan kelak dekat dengan kasih sayang Allah.

Pada akhirnya, melalui ayat Al-Quran-Nya Allah menyebut dua tipe manusia berdoa di saat ibadah haji, termasuk ketika wukuf di Arafah bukan tanpa alasan. Ada sesuatu yang besar yang ingin disampaikan Tuhan lewat kalam-Nya. Umat Islam dapat memilih akan mengambil tipe yang pertama atau kedua. Mau memilah kenikmatan yang sesaat atau kebahagiaan yang abadi.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

T
Reporter
Thony H
L
Editor
Lufaefi