AKURAT.CO Hari kiamat merupakan hari yang sangat menakutkan. Semua orang saat itu butuh pertolongan dan butuh naungan perlindungan. Manusia dikumpulkan bersama dengan keadaan matahari yang sangat dekat. Keadaan begitu menyiksa apalagi perhitungan hari yang berbeda dengan biasanya.
Nabi Muhammad SAW bersabda:
تُدْنَى الشَّمْسُ يَومَ القِيَامَةِ مِنَ الخَلْقِ حتَّى تَكُونَ مِنْهُمْ كَمِقْدَارِ مِيل فَيَكُونُ النَّاسُ عَلَى قَدْرِ أَعْمَالِهمْ في العَرَقِ
“Pada Hari Kiamat, matahari didekatkan kepada seluruh makhluk hingga berjarak satu mil di atas kepala mereka, lalu seluruh manusia akan tergenang dalam peluh mereka berdasarkan kadar amalan mereka di dunia.” (HR Muslim).
يَوْمَ يَقُوْمُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعَالَمِيْنَ (المطففين 6) مِقْدَارَ نِصْفِ يَوْمٍ مِنْ خَمْسِيْنَ أَلْفَ سَنَةٍ فَيُهَوِّنُ ذَلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِ كَتَدَلِّي الشَّمْسِ لِلْغُرُوْبِ إِلىَ أَنْ تَغْرُبَ
"Pada hari manusia bangkit menghadap Allah Rabbul 'alamin (Al Muthaffifin: 6), selama setengah hari (dari satu hari yang kadarnya) lima puluh ribu tahun. Maka diringankan bagi orang mukmin (sehingga lamanya) seperti matahari menjelang terbenam sampai terbenam." (HR. Abu Ya'la dan Ibnu Hibban)
Namun, ketika di situasi yang sangat mengerikan itu Allah menaungi tujuh golongan sebagaimana yang diriwayatkan oleh sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi Muhammad SAW bersabda:
سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِيْ ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: اَلْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللهِ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْـمَسَاجِدِ ، وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللهِ اِجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فَقَالَ : إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ
Artinya: "Ada tujuh golongan yang dinaungi Allah pada hari kiamat, pada saat tiada naungan kecuali naungan-Nya: pemimpin yang adil, seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allah, seorang yang hatinya bergantung ke masjid, dua orang yang saling mencintai di jalan Allah, keduanya berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya, seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, 'Sesungguhnya aku takut kepada Allah. "Dan seseorang yang bersedekah dengan satu sedekah lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfakkan tangan kanannya, serta seseorang yang berzikir kepada Allah dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya." (HR Bukhari).
Ini 7 golongan yang akan mendapatkan naungan di hari kiamat:
1. Pemimpin yang adil
Menjadi seorang pemimpin bukanlah sebuah perkara yang mudah. Ia harus mementingkan kepentingan masyarakatnya dibandingkan kepentingan pribadinya. Pemimpin yang adil juga harus menyerukan amar ma’ruf nahi munkar, yaitu menyeru pada kebaikan dan berusaha mencegah kemungkaran terjadi di kalangan masyarakatnya.
2. Pemuda yang tumbuh dewasa beribadah kepada Allah
Masa muda merupakan fase di mana nafsu dari manusia bergejolak. Banyak dari manusia yang lebih mengikuti hawa nafsunya ketika berada di fase dewasa. Sering kita mendengar banyak yang menyerukan bersenang-senang dalam artian negatif di masa muda. Padahal masa muda merupakan fase yang akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak. Nabi Muhammad SAW bersabda:
لا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَومَ القِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَ أَفْنَاهُ؟ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَ فَعَلَ فِيهِ؟ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ؟ وفِيمَ أَنْفَقَهُ؟ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ؟
Artinya: “Kedua kaki seorang hamba tidaklah beranjak pada hari kiamat hingga ia ditanya mengenai: (1) umurnya di manakah ia habiskan, (2) ilmunya di manakah ia amalkan, (3) hartanya bagaimana ia peroleh dan (4) di mana ia infakkan dan (5) masa mudanya, bagaimana ia melaluinya” (HR. Tirmidzi no. 2417)”
3. Seorang yang hatinya bergantung ke masjid
Imam Nawawi menerangkan dalam kitabnya syarhun nawawi lil muslim tentang sabda Nabi: “seseorang yang hatinya terpaut kepada masjid” : yaitu orang yang sangat cinta masjid dan selalu sholat berjamaah di dalamnya, bukan orang yang hanya sering duduk atau berdiam di dalam masjid.
4. Dua orang yang saling mencintai karena Allah
Dua orang lelaki yang saling mencintai karena Allah. Keduanya bertemu dan berpisah karena-Nya. Hal yang membuatnya saling cinta adalah Allah, Karena ia melihat saudaranya itu taat beribadah kepada Allah, istiqomah dalam menjalankan syariat-Nya. Maka ia mencintainya. Ia memahami bahwa ia harus mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai diri dia sendiri, sebagaimana yang Nabi Muhammad sabdakan:
لا يؤمنُ أحدُكم حتى يحبَّ لأخيه ما يحبُّ لنفسِه
Artinya: “Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri” (HR. Bukhari dan Muslim)
5. Lelaki yang Menjaga Kehormatannya
Wanita memang menjadi fitnah yang besar bagi laki-laki dan sulit agar terhindar darinya. Seperti yang dapat kita perhatikan di zaman ini, di mana perzinahan sudah merajalela bahkan tidak malu di depan umum. Maka jika ada seorang lelaki yang diajak berzina lalu ia menghindarinya karena takut kepada Allah maka ia akan dinaungi pada hari kiamat.
6. Orang yang gemar bersedekah sembunyi-sembunyi
Orang yang dinaungi Allah yang pada saat tidak ada naungan selain dari naungan-Nya adalah orang yang gemar melakukan sedekah sembunyi-sembunyi. Ia takut akan timbul rasa riya dalam dirinya ketika ia menampakkan sedekahnya dan ia menjaga kehormatan bagi yang diberi.
7. Orang yang berzikir dalam kesunyian lalu meneteskan air mata
Bertaqwa kepada Allah di mana saja merupakan keharusan yang harus dilakukan oleh seorang muslim. Mudah untuk menjaga ketaqwaan di hadapan manusia, tapi kadang kita lupa untuk menjaga ketaqwaan di kala kita sendiri. Maka seorang yang berzikir kepada Allah disertai tangis yang dirahasiakan dari orang-orang, ia akan dinaungi oleh Allah ketika tidak ada naungan selain naungan-Nya.
Itulah tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah saat hari kiamat, di mana tidak ada naungan selain dari naungan-Nya. Semoga kita termasuk ke dalam orang yang dinaungi oleh-Nya saat kiamat. aamiin
Wallahu A’lam.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 9KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot
- 10Perusahaan Asing Harus Bertanggung Jawab Atas Karhutla, Prabowo: Kita Cabut Izinnya



