Dede Sunandar Pingsan Kena Pukul Vicky Prasetyo, Apa Pertolongan untuk Kasus Blackout karena Terkena Pukulan di Kepala?

AKURAT.CO Dede Sunandar mengalami blackout setelah terkena pukulan Vicky Prasetyo dalam pertandingan ekshibisi Kapolda Fighter Match 2026 di GOR Kota Jambi, Sabtu, 3 Oktober 2026. Komedian tersebut kemudian mendapatkan penanganan medis di rumah sakit dan mengatakan kondisinya telah membaik.
Peristiwa itu menarik perhatian karena pertandingan awalnya digelar sebagai laga ekshibisi. Dede bahkan mengakui tidak menggunakan pelindung kepala karena menganggap pertandingan tersebut hanya untuk bersenang-senang. Namun, setelah menerima sejumlah pukulan pada tubuh, rusuk, dan wajah, ia tersungkur hingga tidak sadarkan diri.
Vicky kemudian menghentikan pertandingan dan membantu membawa Dede ke rumah sakit. Setelah mendapatkan perawatan, Dede menyampaikan apresiasi kepada tim medis serta pihak penyelenggara yang membantunya.
Kasus tersebut sekaligus memunculkan pertanyaan penting: apa yang sebenarnya terjadi ketika seseorang mengalami blackout setelah terkena pukulan di kepala, dan apa yang harus dilakukan orang di sekitarnya?
Apa yang Terjadi pada Dede Sunandar hingga Mengalami Blackout?
Berdasarkan informasi yang tersedia, Dede mengalami kehilangan kesadaran setelah terkena sejumlah pukulan dalam pertandingan. Ia kemudian mendapatkan pertolongan tim medis dan dibawa ke rumah sakit.
Dede menyebut kondisi tersebut sebagai blackout. Istilah tersebut dalam percakapan sehari-hari biasanya digunakan untuk menggambarkan keadaan ketika seseorang kehilangan kesadaran sementara atau tidak menyadari apa yang terjadi selama periode tertentu.
Namun, satu hal perlu ditegaskan: blackout bukan diagnosis medis yang otomatis berarti gegar otak. Dari informasi yang tersedia, belum ada keterangan medis yang menyatakan Dede mengalami concussion, perdarahan otak, atau jenis cedera otak tertentu.
Pembedaan ini penting agar kasus tersebut tidak berkembang menjadi kesimpulan medis yang tidak didukung pemeriksaan dokter.
Dalam konteks kesehatan, kehilangan kesadaran setelah benturan kepala tetap merupakan informasi penting. Pedoman NICE menggunakan riwayat kehilangan kesadaran atau amnesia sebagai salah satu faktor dalam penilaian pasien dengan cedera kepala.
Baca Juga: Bukan Orang Ketiga, Dede Sunandar Ungkap Akar Masalah Rumah Tangganya hingga Pisah Rumah
Baca Juga: Ngomong Talak 3 Lewat Telepon, Dede Sunandar Ternyata Belum Urus Cerai karena Masalah Biaya
Apa Arti Blackout setelah Terkena Pukulan di Kepala?
Secara sederhana, blackout setelah terkena pukulan dapat berarti seseorang mengalami kehilangan kesadaran sementara setelah trauma.
Kehilangan kesadaran tidak selalu berlangsung lama. Seseorang dapat tidak merespons hanya dalam waktu singkat kemudian kembali sadar. Masalahnya, durasi tersebut tidak dapat dijadikan satu-satunya patokan untuk menentukan apakah cedera yang dialami ringan atau serius.
Ada beberapa hal lain yang perlu diperhatikan, seperti apakah korban mengalami amnesia, kebingungan, muntah, sakit kepala yang semakin berat, gangguan keseimbangan, kelemahan, atau perubahan perilaku.
CDC menjelaskan bahwa gejala mild traumatic brain injury atau concussion berbeda pada setiap orang. Sebagian gejala bisa muncul segera, sementara sebagian lainnya baru terlihat beberapa jam atau hari setelah cedera.
Karena itu, orang yang baru saja sadar setelah blackout tidak seharusnya langsung dianggap telah sepenuhnya pulih.
Mengapa Benturan Kepala Bisa Membuat Seseorang Kehilangan Kesadaran?
Otak tidak berada dalam posisi yang benar-benar diam di dalam tengkorak. Ketika kepala mengalami pukulan atau gerakan mendadak, otak dapat bergerak atau berputar di dalam tengkorak.
CDC menjelaskan bahwa benturan atau gerakan kepala yang cepat dapat membuat otak bergerak di dalam tengkorak, memicu perubahan kimiawi dan meregangkan atau merusak sel-sel otak. Gangguan tersebut dapat menghasilkan gejala yang memengaruhi cara seseorang berpikir, mengingat, merasakan, bertindak, bahkan tidur.
Inilah alasan pukulan terhadap kepala tidak dapat dinilai hanya dari luka yang terlihat di bagian luar.
Seseorang bisa saja tidak memiliki luka terbuka yang besar, tetapi tetap mengalami gangguan fungsi otak. Sebaliknya, benturan juga dapat menyebabkan cedera struktural yang lebih serius, termasuk perdarahan di dalam tengkorak.
Salah satu komplikasinya adalah subdural hematoma, yaitu perdarahan yang terjadi di dalam tengkorak setelah cedera kepala. NHS mencatat bahwa gejalanya dapat muncul segera atau berkembang secara bertahap dan dapat mencakup sakit kepala, muntah, kebingungan, mengantuk, gangguan bicara, masalah keseimbangan, kelemahan pada satu sisi tubuh, kejang, hingga kehilangan kesadaran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 6Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Marc Marquez Dibayangi 'Kutukan' Mandalika Jelang Tampil di MotoGP Indonesia
- 10Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya


