Akurat Logo

Siloam Hospitals Lippo Village Kembangkan Layanan Neuroscience Selama 30 Tahun

Winna Wandayani | 22 September 2026, 23:21 WIB
Siloam Hospitals Lippo Village Kembangkan Layanan Neuroscience Selama 30 Tahun
Siloam Hospitals Lippo Village Kembangkan Layanan Neuroscience Selama 30 Tahun. (AKURAT.CO/Winna Wandayani)

AKURAT.CO Siloam Hospitals Lippo Village telah mengembangkan layanan neuroscience di Indonesia selama 30 tahun. Pengembangan tersebut mencakup layanan neurologi dan bedah saraf, pendidikan, penelitian, serta pemanfaatan teknologi medis.

Perjalanan ini dimulai dengan pembentukan Neuroscience Centre Siloam Hospitals Lippo Village pada 1996. Pengembangan layanan tersebut turut dirintis Prof. Eka Julianta Wahjoepramono.

Prof. Eka disebut melakukan prosedur bedah batang otak atau brain stem surgery pertama di Asia Tenggara. Kini, Siloam Hospitals Lippo Village menangani berbagai kasus neurologi dan bedah saraf kompleks.

Rumah sakit tersebut telah menangani lebih dari 20.000 kasus neuroscience kompleks. Layanannya didukung 16 dokter spesialis saraf dan 10 dokter spesialis bedah saraf.

Layanan yang tersedia mencakup neurointervensi, rehabilitasi saraf, neuro-onkologi, neurorestorasi, hingga awake brain surgery. Siloam Hospitals Lippo Village juga menangani stroke akut dan menyediakan layanan Deep Brain Stimulation (DBS).

Dalam penanganan stroke, rumah sakit ini menerapkan stroke pathway dan protokol klinis terintegrasi. Siloam Hospitals Lippo Village juga menjadi rumah sakit pertama di Indonesia yang meraih Clinical Care Program Certification (CCPC) dari Joint Commission International (JCI) untuk Acute Ischemic Stroke Program.

Pengembangan neuroscience tersebut dibahas dalam The 2nd Siloam Neuroscience Summit 2026. Forum bertema 'Beyond Boundaries: Unlocking a New Era of Neuroscience' ini menghadirkan lebih dari 55 pembicara nasional dan internasional.

Caroline Riady, CEO Siloam International Hospitals, mengatakan pengembangan neuroscience tidak hanya bergantung pada teknologi. Menurutnya, kompetensi tenaga kesehatan, pendidikan, penelitian dan kolaborasi juga berperan dalam perkembangan layanan saraf.

"Kami percaya bahwa kemajuan di bidang ini ditentukan tidak hanya oleh teknologi, tetapi juga oleh kompetensi tenaga kesehatan dan kemampuan menghadirkan inovasi yang berdampak bagi pasien," ujar Caroline saat konferensi pers di Jakarta, Sabtu (19/9/2026).

Sementara itu, Prof. Yusak Mangara Tua Siahaan, Chairman The 2nd Siloam Neuroscience Summit 2026, menyoroti pentingnya kolaborasi lintas disiplin. Ia mengatakan pertukaran pengetahuan dibutuhkan untuk mengembangkan layanan neuroscience di Indonesia.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.