Perbedaan GERD dan Maag Kronis yang Perlu Diketahui

AKURAT.CO GERD dan maag kronis merupakan dua gangguan pencernaan yang sama-sama menyerang lambung dan kerap menimbulkan keluhan di area ulu hati.
Meski gejalanya sekilas mirip, kedua kondisi ini berbeda dari segi penyebab, gejala, hingga dampaknya terhadap tubuh.
GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan sehingga menimbulkan sensasi terbakar di dada, mual, hingga gangguan menelan.
Sementara itu, maag kronis umumnya disebabkan oleh peradangan atau luka pada lapisan lambung yang berlangsung lama dan memicu nyeri, kembung, serta gangguan pencernaan berulang.
Agar tidak keliru dalam penanganan, penting untuk memahami perbedaan GERD dan maag kronis secara lebih mendalam.
Apa Itu GERD dan Maag Kronis?
GERD adalah kondisi kronis ketika asam lambung atau isi lambung lainnya naik ke esofagus (kerongkongan) akibat melemahnya katup bagian bawah esofagus (lower esophageal sphincter/LES) atau karena katup tersebut sering terbuka.
Sementara itu, maag kronis (gastritis atau dispepsia) merupakan peradangan atau iritasi pada lapisan lambung yang dapat terjadi secara berulang dalam jangka waktu lama.
Baca Juga: Pilihan Makanan Malam yang Aman untuk Penderita GERD
Perbedaan GERD dan Maag Kronis
Banyak orang menyamakan sakit maag dengan GERD karena keduanya sama-sama menimbulkan rasa tidak nyaman di perut bagian atas. Namun, perbedaannya dapat dilihat dari beberapa aspek berikut:
1. Perbedaan Gejala
Meski sama-sama berkaitan dengan asam lambung, GERD dan maag memiliki karakteristik gejala yang berbeda.
Gejala Maag Kronis:
-
Nyeri atau rasa tidak nyaman di ulu hati.
-
Perut terasa cepat penuh meski makan sedikit.
-
Kembung dan sering bersendawa.
-
Mual, terkadang disertai muntah.
Gejala GERD:
-
Sensasi terbakar di dada (heartburn), biasanya lebih dominan dibanding nyeri ulu hati.
-
Kesulitan menelan atau rasa mengganjal di kerongkongan.
-
Regurgitasi, yaitu naiknya makanan atau asam lambung ke kerongkongan.
-
Batuk kronis, suara serak, sesak napas, hingga gangguan tidur.
Jika tidak ditangani dengan baik, GERD dapat menimbulkan nyeri di sekitar dada atau rahang yang menyerupai gejala serangan jantung. Oleh karena itu, pemeriksaan medis sangat disarankan.
2. Perbedaan Penyebab
Penyebab GERD dan maag juga berbeda meski sama-sama melibatkan sistem pencernaan.
Baca Juga: 8 Minuman Herbal yang Efektif Bantu Redakan Gejala GERD
Penyebab Maag Kronis:
-
Infeksi bakteri Helicobacter pylori.
-
Konsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID).
-
Makanan pedas, berlemak, atau konsumsi alkohol.
-
Stres dan pola makan yang tidak teratur.
Penyebab GERD:
-
Melemahnya katup esofagus bagian bawah.
-
Obesitas atau kelebihan berat badan.
-
Hernia hiatal.
-
Kehamilan.
-
Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol.
-
Efek samping obat tertentu, seperti antidepresan atau obat pereda nyeri.
3. Perbedaan Cara Penanganan
Meski sama-sama bertujuan mengurangi efek asam lambung, penanganan GERD dan maag memiliki pendekatan yang berbeda.
Penanganan Maag Kronis:
-
Antasida untuk menetralkan asam lambung.
-
Antibiotik jika terbukti terinfeksi H. pylori.
-
Menghindari makanan pemicu dan menjaga pola makan teratur.
-
Pengobatan biasanya bersifat sesuai kebutuhan dan tidak selalu jangka panjang.
Penanganan GERD:
-
Obat penekan asam lambung seperti H2 blocker atau proton pump inhibitor (PPI).
-
Antasida sebagai terapi tambahan.
-
Prokinetik untuk mempercepat pengosongan lambung.
-
Perubahan gaya hidup, seperti menghindari makanan pemicu, berhenti merokok, mengurangi alkohol, serta tidur dengan posisi kepala lebih tinggi.
-
Pada kasus berat, tindakan medis seperti operasi fundoplikasi dapat dipertimbangkan.
Cara Mencegah GERD dan Maag Kronis
Kedua kondisi ini dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat, antara lain:
Baca Juga: Australia Terbuka: Janice Tjen Terhenti di Putaran 2, Takluk dari Mantan Peringkat 1 Dunia
-
Makan teratur dengan porsi kecil dan tidak terburu-buru.
-
Menghindari berbaring setelah makan.
-
Menjaga berat badan ideal.
-
Menghindari rokok, alkohol, dan kafein berlebihan.
-
Mengurangi makanan pedas, berlemak, dan terlalu asam.
Kesimpulan
Meski sama-sama berkaitan dengan asam lambung, GERD dan maag kronis memiliki perbedaan mendasar dalam gejala, penyebab, serta cara pengobatan.
Memahami perbedaan ini penting agar penanganan dapat dilakukan secara tepat dan risiko komplikasi dapat dicegah sejak dini.
Laporan: Lilis Anggraeni/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








