7 Cara Mengatasi Body Dysmorphic Disorder, Tanamkan Jiwa Pantang Menyerah

AKURAT.CO, Melakukan usaha untuk mengubah penampilan lebih baik lagi banyak dilakukan sebagian orang agar terhindar dari insecure atau rasa kurang percaya diri. Fisik seseorang tentu berbeda-beda, namun, tak semua orang dapat menerima bentuk fisiknya yang diberikan oleh Tuhan atau tubuh yang berubah seiring berjalannya waktu.
Hal tersebut menjadi salah satu faktor seseorang melakukan usaha untuk berubah atau melakukan berbagai cara untuk mengubah dirinya. Bagaimana jika usahanya tidak menghasilkan perubahan yang memuaskan? Ketahui cara mengatasi body dysmorphic disorder berikut ini.
Body dysmorphic disorder adalah kondisi rasa khawatir yang sudah berlebihan hingga menganggu kehidupan. Bahkan kondisi ini bisa menyebabkan gangguan mental yang membuat seseorang merasa cemas secara berlebihan terhadap penampilan fisiknya. Untuk itu, mengetahui cara mengatasi kondisi ini penting untuk kamu ketahui. Simak selengkapnya.
Dikutip dari beberapa sumber pada Senin (21/8/2023), inilah cara mengatasi body dysmorphic disorder berikut ini.
7 Cara Mengatasi Body Dysmorphic Disorder
1. Terapi Perilaku Kognitif (CBT)
Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasu penyakit ini adalah melakukan terapi perilaku kognitif yang dapat mengidentifikasi hubungan antara pikiran, perasaan dan perilaku. Simak tujuan perilaku kognitif berikut ini.
- Memperbaiki kepercayaan yang salah terhadap kelemahaan atau kekurangan fisik yang dimiliki
- Menumbuhkan sikap dan perilaku yang lebih baik mengenai citra diri dan penampilan fisik
- Meminimalkan perilaku kompulsif
2. Pengobatan
Cara mengatasi body dysmorphic disorder yang bisa dilakukan selanjutnya adalah melakukan pengobatan. Pemberian obat-obatan dapat kamu jadikan alternatif untuk mengatasi gangguan kesehatan yang satu ini. Lakukanlah konsultasi ke dokter agar diberikan obat sesuai dengan jenis masalah yang kamu alami. Umumnya, obat yang diberikan dokter adalah antidepresan golongan inhibitor reuptake serotonin selektif (SSRI).
3. Pantang Menyerah Dalam Usaha
Selain melakukan pengobatan ke dokter. Kamu juga bisa menyembuhkan penyakit ini dengan terus berusaha mengubah diri menjadi lebih baik lagi. Jangan mudah menyerah hanya karena omongan orang lain yang mungkin menyakiti hati. Selain itu, kamu juga perlu percaya terhadap usaha yang sudah kamu lakukan tidak akan sia-sia. Dengan percaya kepada diri sendiri, akan lebih membuat kamu semangat menjalani segala usaha tanpa beban.
4. Tidak Membandingkan Diri dengan Orang Lain
Kemudian, salah satu cara mengatasi body dysmorphic disorder adalah dengan tidak membandingkan diri dengan orang lain. Selama kamu sedang melakukan usaha untuk mengubah penampilan menjadi lebih baik lagi, hindari membandingkan diri dengan pencapaian orang lain yang mungkin lebih unggul dari diri kamu.
5. Menghindari Kegiatan Sosial
Cara mengatasi body dysmorphic disorder selanjutnya adalah menghindari kegiatan sosial. Banyam mengikuti kegiatan sosial saat kamu sedang fokus meningkatkan kualitas diri dapat menganggu konsisten yang ditetapkan sejak awal. Kegiatan sosial juga dapat membuat seseorang rentan terkena omongan-omongan negatif yang bisa menganggu usaha kamu.
6. Menghindari Cermin dan Timbangan
Kemudian, cara mengatasi body dysmorphic disorder adalah dengan menghindari cermin dan timbangan. Tujuannya adalah untuk tidak terpaku dengan hasil yang instan. Usaha yang mneghasilkan hasil maksimal perlu dipercaya akan memakan waktu yang cukup banyak. Tidak ada sesuatu hasil besar dengan usaha dan waktu yang dikit. Bercermin dan juga menimbang tubuh kamu setiap saat akan membuat kamu merasakan tidak adanya perubahan di setiap harinya.
7. Menghindari Hal-hal yang Membuat Tertekan
Terakhir, cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi body dysmorphic adalah dengan menghindari hal-hal yang membuat tertekan. Tujuannya adalah agar tidak menambah beban atau stres yang kamu jalani. Stres dapat menghambat segala hal positif yang bisa dilakukan. Untuk itu, menjauhi tekanan dapat dilakukan untuk meningkatkan usaha yang telah kamu lakukan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 6India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan

