Akurat Logo

Waspada! Kucing Liar Bisa Sebarkan Penyakit Mematikan

| 12 Juli 2023, 20:30 WIB
Waspada! Kucing Liar Bisa Sebarkan Penyakit Mematikan

AKURAT.CO, Kucing liar, juga dikenal sebagai kucing jalanan adalah kucing yang hidup bebas di luar lingkungan domestik. Mereka sering terlihat berkeliaran di jalanan, taman, dan daerah terbuka lainnya. Meskipun terlihat lucu dan menggemaskan, sebenarnya kucing liar bisa sebarkan penyakit mematikan baik bagi manusia maupun hewan peliharaan lainnya.

Terbaru, seorang wanita di Korea terjangkit Severe Fever With Thrombocytopenia Syndrome (SFTS), penyakit yang ditularkan melalui kutu, setelah melakukan kontak dengan kucing liar di Seogipo-si, Jeju, kata otoritas kesehatan Korea Selatan pada Senin (10/7/2023).

SFTS merupakan penyakit menular yang muncul dari China dengan angka kematian hingga 17 persen di Korea. Kondisi tersebut hingga saat ini belum ada obat atau vaksinnya. Gejala umum SFTS termasuk demam, kelelahan, kehilangan nafsu makan, gejala gastrointestinal, gejala otot dan kelainan neurologis.

Tak hanya itu, kucing liar juga dapat menyebarkan penyakit lain seperti kudis, infeksi bakteri, dan bahkan rabies. Infeksi kudis, yang disebabkan oleh tungau penyebab kudis, dapat menyebar melalui kontak langsung dengan kucing liar atau melalui benda-benda yang terkontaminasi seperti tempat tidur atau peralatan makan. Gejala kudis pada kucing termasuk gatal parah, lecet kulit, dan rambut rontok. Pada manusia, gejala kudis meliputi ruam merah gatal dan lecet yang tidak sembuh dengan baik.

Rabies, penyakit yang paling terkenal karena keganasannya, juga dapat disebarkan oleh kucing liar. Rabies adalah infeksi virus sistem saraf pusat yang dapat menular melalui gigitan atau cakaran dari hewan terinfeksi. Kucing liar yang terinfeksi dengan rabies mungkin menunjukkan gejala seperti perubahan perilaku, agresi, dan tidak kooperatif. Penyakit ini fatal pada manusia jika tidak segera ditangani.

Untuk menghindari penyebaran penyakit yang disebabkan oleh kucing liar, penting bagi para pemilik kucing peliharaan untuk menjaga kucing mereka tetap dalam ruangan dan tidak memberikan akses kucing peliharaan ke luar lingkungan yang tidak terkendali. Selain itu, masyarakat juga harus menghindari interaksi langsung dengan kucing liar dan mencuci tangan dengan benar setelah bersentuhan dengan kucing atau daerah yang dicurigai terkontaminasi tinja kucing. Pemilik hewan peliharaan juga harus memastikan bahwa kucing peliharaan mereka mendapatkan vaksinasi rutin untuk melindungi mereka dari penyakit yang dapat disebarkan oleh kucing liar.

Selain itu, upaya pengendalian populasi kucing liar juga perlu dilakukan untuk mengurangi penyebaran penyakit. Organisasi nirlaba dan lembaga pemerintah dapat bekerja sama untuk menangkap dan mengendalikan populasi kucing liar dengan metode sterilisasi dan pengambilan tindakan lainnya. Dengan mengurangi jumlah kucing liar yang ada, risiko penyebaran penyakit dapat dikurangi secara signifikan.

Kucing liar dapat menjadi vektor penyebaran penyakit yang mematikan bagi manusia dan hewan peliharaan lainnya. Penting untuk menghindari kontak langsung dengan kucing liar dan menjaga hewan peliharaan dalam ruangan agar terhindar dari infeksi penyakit. Masyarakat harus memahami risiko yang terkait dengan kucing liar dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan untuk melindungi diri mereka sendiri dan hewan peliharaan mereka dari penyakit yang dapat disebarkan oleh kucing liar.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.