AKURAT.CO Baru-baru ini ramai diperbincangkan sebuah kasus inses antara ayah dan anak di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Diberitakan kasus inses itu telah berlangsung sejak 2013 atau selama 10 tahun. Dari hubungan inses dari tersangka R (57) dan anaknya E (26) telah melahirkan tujuh orang anak dan semuanya dibunuh.
Inses yang melibatkan anak ini tergolong sebagai tindakan pelecehan seksual dan kriminal yang bisa berdampak pada kesehatan mental dan fisik.
Lantas apa sebenarnya hubungan terlarang yang memiliki banyak dampak negatif ini?
Pengertian Inses
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), inses merupakan sebuah hubungan seksual atau perkawinan antara dua orang yang bersaudara dekat. Bisa jadi antara kakak-adik, ibu dan anak, atau ayah dengan anak perempuan. Perkawinan ini dianggap melanggar adat, hukum, dan agama.
Dalam situs resmi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), kasus hubungan seks sedarah merupakan sebuah kejahatan masyarakat yang meresahkan karena bertentangan dengan hukum. Untuk beberapa kasus terkait inses ini juga termasuk dalam golongan pemerkosaan.
Hubungan seksual sedarah atau inses sering tidak diketahui karena umumnya korban tidak nyaman untuk bercerita kepada orang lain.
Beberapa korban juga kerap diancam untuk tidak menceritakan hubungan seksual yang dilakukan oleh pelaku. Inses umumnya baru diketahui setelah terjadi kehamilan.
Selain membahayakan mental, hal ini juga bisa menimbulkan dampak negatif. Apa saja? Simak selengkapnya.
Dampak Negatif Inses
Hubungan seksual sedarah yang dilakukan akan memberikan dampak negatif untuk kesehatan fisik dan mental korban, khususnya jika masih kanak-kanak.
Dikutip dari Cleveland Clinic, Rabu (28/6/2023), ada beberapa bahaya hubungan sedarah untuk kesehatan fisik dan mental.
1. Kelainan genetik
Perkawinan sedarah meningkatkan kemungkinan persilangan genetik yang tidak sehat antara individu yang memiliki gen yang sama. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan risiko kelainan genetik, gangguan perkembangan, atau penyakit bawaan pada keturunan.
Kombinasi gen yang serupa dari orang tua yang terkait secara genetik dapat memperkuat penyebaran sifat-sifat yang tidak diinginkan atau penyakit yang diturunkan secara genetik.
2. Gangguan kesehatan dan mental
Praktik inses dapat menyebabkan gangguan kesehatan fisik dan mental pada individu yang terlibat. Risiko ini terkait dengan peningkatan peluang mewarisi penyakit atau kondisi genetik tertentu. Keturunan yang lahir dari perkawinan inses dapat menghadapi risiko lebih tinggi untuk mengalami cacat lahir, keterbelakangan mental, gangguan perkembangan, atau masalah kesehatan lainnya.
3. Sosial dan psikologis
Hubungan sedarah juga sering kali dianggap tabu dan melanggar norma sosial yang kuat. Individu yang terlibat dalam hubungan inses atau keturunan dari perkawinan inses dapat menghadapi stigma sosial yang berat, diskriminasi, dan isolasi.
Stigma ini dapat menyebabkan tekanan psikologis, kecemasan, depresi, dan masalah emosional lainnya bagi individu yang terlibat.
4. Konflik
Praktik inses dapat memicu konflik dalam keluarga yang terlibat. Ketidaksetujuan dari anggota keluarga lainnya, perbedaan nilai-nilai budaya, atau masalah hubungan dapat mengganggu harmoni keluarga.
Konflik ini dapat menyebabkan perpecahan dalam keluarga, hancurnya hubungan antara anggota keluarga, dan ketidakstabilan emosional.
Masalah Kesehatan Bayi
Dilansir dari CPTSD Foundation, ada beberapa masalah kesehatan pada bayi yang lahir dari hubungan seksual sedarah.
1. Memiliki gangguan perkembangan sehingga memiliki kemampuan intelektual yang rendah.
2. Mengalami fibrosis kistik yang menyebabkan lendir pada tubuh menjadi kental dan lengket sehingga bisa menyumbat saluran pernapasan serta sistem pencernaan.
3. Memiliki risiko kelahiran prematur dan memiliki bayi dengan berat badan rendah
4. Memiliki risiko untuk melahirkan bayi dengan bibir sumbing sehingga akan mengalami kesulitan untuk berbicara dan makan.
5. Memiliki risiko penyakit jantung Memiliki risiko kematian neonatal atau kematian pada bayi yang baru lahir.
6. Masalah kesehatan di atas bisa terjadi karena bayi mendapatkan gen yang sama dari kedua orang tua.
Itulah pengertian inses dan bahayanya bagi korban maupun calon bayi.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan
- 10Indonesia dan Mesir Tegaskan Solusi Dua Negara Kunci Perdamaian Palestina





