AKURAT.CO, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan Indonesia juga mengalami cuaca panas ekstrem dalam beberapa hari terakhir, namun bukan gelombang panas.
BMKG juga menjelaskan ada beberapa faktor penyebab cuaca panas ekstrem ini bisa terjadi yaitu lantaran dinamika atmosfer yang tidak biasa dan gerakan semu matahari di kawasan Asia.
Pemanasan global dan perubahan iklim juga turut menyebabkan cuaca menjadi lebih panas dari biasanya.
Selain mengganggu kenyamanan saat beraktivitas di luar, cuaca panas ekstrem dan terik juga rentan memicu dehidrasi, iritasi kulit, sakit kepala, gangguan penglihatan hingga hilang kesadaran (pingsan).
Oleh karena itu, penting untuk menjaga tubuh agar tetap sehat dan aman di cuaca suhu pana sini.
Tips Tetap Sehat dan Aman Saat Cuaca Panas
Dikutip dari situs Washington Post, Senin (1/5/2023), berikut 7 tips agar tetap sehat dan aman saat cuaca panas:
1. Memilih Aktivitas
Sebelum memulai aktivitas, pastikan kamu mengecek cuaca harian secara berkala. Jika cuaca sedang sangat terik dan panas, sebaiknya hindari aktivitas luar ruangan yang berat.
Selain itu, apabila terdapat aktivitas diluar ruangan yang berat bisa diganti atau digeser, lakukanlah pada waktu dengan suhu yang lebih baik.
2. Pakai Pakaian yang Nyaman
Jika memang harus melakukan pekerjaan berat dan berada berada di luar ruangan, pastikan kamu melindungi diri dari paparan panas tersebut.
Salah satu langkah yang bisa kamu lakukan adalah dengan memakai pakaian longgar, ringan, berwarna terang.
Selain itu, kamu bisa melindungi diri dari sinar matahari dengan topi, kacamata hitam, serta tabir surya. Semakin panas, semakin sering kamu harus beristirahat.
Selengkapnya, kamu bisa baca rekomendasi warna pakaian agar tetap sejuk di tengah cuaca panas ini.
3. Pelajari Gejala Penyakit yang Berhubungan Dengan Panas
Risiko kesehatan yang disebabkan oleh paparan panas dapat hadir dalam bentuk ringan seperti kram panas hingga yang berat seperti heatstroke atau serangan panas yang akibatnya bisa fatal.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui gejala-gejala yang berhubungan dengan penyakit yang serius dan kapan harus meminta bantuan medis.
Gejala kelelahan akibat panas meliputi keringat berlebih, detak jantung meningkat, mual, muntah, sakit kepala, pusing, kelelahan dan merasa tidak enak badan.
Jika kelelahan tidak segera ditangani maka dapat berisiko berkembang menjadi serangan panas.
Sementara beberapa tanda utama serangan panas seperti disfungsi sistem saraf pusat, merasa bingung atau kejang, serta kurang keringat keluar dari tubuh.
4. Istirahat di Ruangan Sejuk atau Ber-AC
Berada di ruangan yang sejuk atau memiliki AC selama beberapa jam dapat membantu meredakan hawa panas yang dirasakan oleh tubuh.
Beberapa orang mungkin memilih untuk tidak menyalakan AC mereka karena kekhawatiran tentang meningkatnya tagihan listrik, jaringan listrik yang kelebihan beban atau berkontribusi terhadap perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia.
Jika memang seperti itu, kamu mengunjungi perpustakaan umum, mal atau tempat lainnya yang memiliki AC selama beberapa jam.
5. Gunakan Penyejuk Ruangan atau Kipas Angin
Kipas angin juga bisa membantu selama bagian dalamnya tidak terlalu panas. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), ketika suhu dalam ruangan sangat panas, kipas angin yang menggerakkan udara tetapi tidak mendinginkannya dan tidak mencegah penyakit yang berhubungan dengan panas.
6. Penuhi kebutuhan cairan
Selain menjaga tubuh tetap dingin, cairan yang dibutuhkan oleh tubuh harus tetap dipenuhi. Ketika seseorang mengalami dehidrasi akan lebih rentan mengalami kondisi terkait panas lainnya karena tubuh tidak bisa berkeringat secara efisien atau juga menjadi dingin.
Hal tersebut berakibat radiator tubuh kekurangan cairan pendingin. Oleh sebab itu, penuhi cairan tubuh dengan mengkonsumsi buah-buahan dan minum air putih.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat





