Bahaya Asap Rokok Menempel Pada Baju, Penyebab Bayi Terkena Pneumonia

AKURAT.CO Asap rokok menimbulkan efek negatif untuk kesehatan tubuh. Bahaya asap rokok menempel pada baju sangat berbahaya untuk kesehatan keluarga, termasuk bayi. Dikarenakan, asap rokok memiliki lebih dari 5.000 bahan kimia.
Perlu kamu ketahui, kandungan pada rokok mengandung racun seperti nikotin, tar, atau karbon monoksida dapat menempel pada pakaian yang bahkan kumannya bisa bertahan selama 1 jam. Hal ini yang menyebabkan bayi atau anggota keluarga tetap bisa menghirup zat berbahaya tersebut.
Selain itu, bahaya asap rokok menempel pada baju bisa mengganggu kesehatan organ pernapasan hingga kerusakan otak. Dilansir dari berbagai sumber, Jumat (17/2/2023), inilah bahaya asap rokok menempel pada baju untuk kesehatan bayi ataupun anak-anak di rumah.
Bahaya asap rokok menempel pada baju
Bayi memiliki risiko tinggi terkena SIDS saat menghirup asap rokok. Begitupun dengan anak-anak yang menghirup asap rokok dapat mengalami gangguan pernapasan sejak dini. Seperti infeksi telinga, batuk, pilek, kerusakan gigi, hingga masalah pernapasan pada bronkitis dan pneumonia.
Bagi orang tua yang perokok, lebih baik berhenti saat memiliki anak di rumah yang masih dini. Anak-anak bisa mengalami batuk dan pilek yang parah. Meskipun dicegah dengan menjauh dari si kecil, tetap saja asap rokok bisa menempel pada pakaian ataupun permukaan barang. Bahaya asap rokok menempel pada baju menimbulkan banyak gejala penyakit, antara lain:
- Hidung tersumbat
- Iritasi mata
- radang tenggorokkan
- Suara serak
- Sakit kepala
- Serangan asma
Selain itu, anak-anak yang tumbuh dengan orang tua perokok akan cenderung ikut merokok saat remaja ataupun dewasa. Saat anak-anak mengetahui rokok, maka akan memiliki kesehatan yang sama dengan perokok dewasa. Dampak kesehatan memburuk karena asap rokok di antaranya:
- Katarak mata
- Kanker paru-paru
- Kondisi paru-paru semakin memburuk
- penyakit jantung
Bahaya asap rokok menempel pada baju menyebabkan masalah kesehatan pada bayi atau anak, yaitu pneumonia hingga kanker. Biasanya karena si bayi memegang baju dari orang tua yang baru saja merokok. Lalu, kebiasaan bayi adalah memasukkan tangan mereka ke dalam mulut sehingga mereka dapat menghirup partikel lama melalui proses yang disebut off-gassing.
Gejala yang paling mudah ditemukan pada balita yang terkena pneumonia ringan adalah sesak nafas atau gangguan dalam menghirup oksigen dan menyebabkan demam. Jangan pernah berikan pengobatan tradisional atau obat herbal kepada bayi. Lebih baik longgarkan pakaian anak supaya dapat bernafas lebih baik dan lega.
Cara mencegah efek bahaya asap rokok menempel pada baju
Dilansir dari berbagai sumber, Jumat (17/2/20230), cara paling efektif untuk mencegah paparan asap rokok adalah menghindari rokok saat berada di sekitar orang-orang. Kalau terdapat anggota keluarga, terutama bayi dan anak-anak, sebaiknya berhenti merokok. Jangan pernah merokok di area rumah, karena asapnya dapat menyebar kesuluruh ruangan di rumah.
Seperti yang diketahui, asap rokok bisa menempel di berbagai permukaan. Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menghilangkan bahaya asap rokok menempel pada baju, antara lain:
- Langsung cuci baju yang tekena asap rokok, jangan ditunda-tunda
- Mencuci barang-barang lain yang pernah terkena asap rokok
- Rajin membersihkan permukaan barang, lantai, ataupun dinding.
- Selalu bersihkan mainan anak yang mungkin saja pernah terpapar asap rokok
- Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan sehabis merokok ataupun dari luar sebelum mendekati anak
- Jangan membiarkan seseorang merokok di area rumah ataupun ruangan tertutup tanpa udara
- Jauhi bayi dari jangkauan orang yang merokok
- Uap dari rokok elektrik juga mengandung bahan kimia, jadi tidak boleh dekat anak juga.
Itulah beberapa hal yang perlu kamu ketahui sebagai orang tua yang mungkin perokok aktif ataupun pasif. Lebih baik mencegah daripada mengobati penyakit yang sudah parah hingga menyebabkan kematian. Jagalah kesehatan bayi dan anak-anak dari bahaya asap rokok.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK



