Akurat Logo

Waspada! Kenali GERD dan Gejalanya

| 9 Februari 2023, 12:37 WIB
Waspada! Kenali GERD dan Gejalanya

AKURAT.CO  GERD (gastroesophageal reflux disease) adalah penyakit asam lambung yang sudah kronis. Di kalangan awam, penyakit ini seringkali dianggap sama dengan penyakit maag karena kemiripan gejalanya yang sama-sama melibatkan organ lambung. Padahal, keduanya memiliki faktor penyebab dan risiko yang berbeda.

shutterstock

Ditandai dengan kondisi saat asam lambung sudah naik ke esofagus atau area kerongkongan. Saat sedang kambuh, biasanya pengidap penyakit ini merasakan adanya panas dan nyeri pada ulu hati, heartburn, dan rasa tidak nyaman di area perut bagian bawah.

Penyebab GERD

Penyebabnya adalah gagalnya relaksasi cincin (sfingter) yang berperan untuk mengatur proses buka-tutup katup yang menghubungkan esofagus bawah dengan lambung. Sfingter sendiri merupakan cincin serat otot yang terletak pada sekitar permukaan dalam tubuh. 

Saat bagian ini mengendur karena gangguan atau melemah, asam lambung dapat mengalir ke kerongkongan yang jika sering terjadi bisa mengakibatkan iritasi dan radang. 

Dalam keadaan normal, sfingter berkontraksi sehingga makanan dan isi lambung tidak mengalir ke esofagus. Sebaliknya, sfingter akan berelaksasi saat makanan akan masuk ke dalam lambung. Umumnya disebabkan oleh hernia hiatus, keadaan saat bagian atas perut dan sfingter bergerak di atas diafragma.

Ternyata penyebab GERD juga bisa berasal dari kebiasaan buruk yang dilakukan secara berulang dan terus-menerus. Berikut penyebabnya.

1. Merokok

2. Sering mengonsumsi gorengan

3. Pola dan menu makan yang salah 

4. Makan dengan terburu-buru

5. Obesitas

6. Efek samping penggunaan obat-obatan

7. Langsung tidur setelah makan

8. Makan sambil tiduran

Perbedaan GERD dan Maag

Kedua penyakit ini sama-sama berakibat dan berasal dari lambung. Gejalanya pun juga mirip, yaitu sakit di area perut, mual, hingga dada terasa nyeri. Sering disangka penyakit yang serupa, ternyata GERD dan maag memiliki perbedaan.

Perbedaan paling besar adalah terlihat dari faktor penyebabnya. Jika GERD disebabkan oleh kontraksi otot, maag dengan istilah medis gastritis, disebabkan adanya peradangan pada dinding asam lambung yang disebabkan oleh bakteri Helicobacter pylori. 

Gejala GERD

Pada umumnya, gejala yang sering dirasa penderita adalah rasa asam atau pahit di mulut, sensasi terbakar di kerongkongan hingga leher, heartbun, dan nyeri di area perut. Tetapi, gejala-gejala di bawah ini juga harus diperhatikan karena juga menjadi gejala dari GERD.

1. Mual bahkan kadang sampai mau muntah saat telat makan atau tepat setelah makan

2. Sering merasa kembung

3. Nyeri dada

4. Nyeri di kerongkongan sehingga membuat suara menjadi serak

5. Kesulitan bernapas

6. Bau mulut maupun baruk kering yang berkepanjangan

7. Sering bersendawa > 7x setiap harinya

8. Merasa ada benjolan di area tenggorokan

9. Batuk kronis

10. Radang tenggorokan yang parah

11. Kesulitan menelan

12. Keluarnya cairan atau isi lambung

13. Muntah yang mengandung darah (hematemesis)

14. Penurunan berat badan secara drastis

15. Feses berwarna hitam (melena)

Cara Mengatasi GERD

Umumnya, penderita dengan gejala yang ringan hanya bisa kambuh sebanyak satu atau dua kali dalam sebulan dengan tidak memerlukan penanganan medis khusus. Karena gaya hidup merupakan faktor terbesar penyebab GERD, maka ada beberapa cara yang bisa dilakukan.

Jika penderita adalah seorang perokok aktif, bisa dimulai untuk berhenti merokok. Zat dari rokok yang membahayakan tubuh justru akan memperparah kondisi. Bagi perokok pasif, bisa hindari tempat yang banyak kebulan asap rokok.

Rutin minum air putih juga dapat mengatasi penyakit ini. Hindari makanan atau minuman yang memicu asam lambung naik, seperti alkohol, susu, makanan yang pedas dan berlemak, cokelat, mint, dan kopi.

Jangan memakai baju yang berisiko menekan area perut. Bagi penderita GERD, perut adalah daerah yang sensitif. Atur juga pola makan sehingga kebutuhan nutrisi bisa terpenuhi dan perut tidak mengalami lapar yang dapat memicu naiknya asam lambung.

Hentikan kebiasaan berbaring atau tiduran setelah makan. Tunggu hingga makanan benar-benar diolah tubuh dengan baik. Saat berbaring, tinggikan posisi kepala lebih dari bagian tubuh lainnya.

Bagi pemilik berat badan yang berlebih atau obesitas, bisa mulai untuk berolahraga dan mengatur pola serta menu makanan. Kurangi berat badan secara perlahan dengan cara yang sehat. Hindari penurunan berat badan atau diet ekstrem karena justru akan memperparah GERD.

Ubah pola gaya hidup ke arah yang lebih sehat. Tidur yang cukup dan konsumsi makanan atau minuman yang kaya akan gizi. Bagi penderita GERD, hindari untuk beraktivitas yang terlalu melelahkan atau menambah beban pikiran.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.