AKURAT.CO, Banyak faktor yang menjadi penyebab BAB berdarah, salah satunya karena adanya pendarahan pada sistem pencernaan. BAB berdarah merupakan kondisi ketika darah keluar saat buang air besar (BAB).
Kondisi BAB berdarah tidak dapat disepelekan, karenan bisa menjadi tanda sedang mengalami gangguan saluran pencernaan pada bagian usus besar, rektum, dan anus.
Dilansir dari laman Alodokter, Senin (23/1/2023), oleh dr. Pittara menjelaskan, BAB berdarah perlu segera ditangani karena bisa menyebabkan kondisi yang fatal.
Berdasarkan lokasi terjadinya pendarahan, berikut penyebab terjadinya BAB berdarah.
Penyebab BAB Berdarah
1. Hematochezia
Yang pertama, disebabkan oleh pendarahan pada saluran pencernaan bagian bawah. Para penderita hematochezia, akan mengeluarkan darah bersama fases yang terlihat merah. Hal tersebut dapat terjadi karena darah yang keluar tidak jauh dari area dubur, sehingga darah yang keluar pada saat itu terlihat dalam keadaan masih segar.
Penyebab hematochezia dapat terjadi, yaitu:
- Wasir (hemoroid), yaitu kondisi ketika pembuluh darah pada bagian anus akan melebar dan menyebabkan perdarahan.
- Fisura ani, merupakan luka terbuka di bagian anus.
- Divertikulitis, yaitu peradangan atau infeksi pada bagian kantong-kantong kecil yang tidak normal. Kantong tersebut terbentuk di saluran pencernaan (divertikula).
- Radang usus, terjadi karena peradangan pada bagian usus yang dapat merujuk ke penyakit Crohn atau kolitis ulseratif.
- Polip usus besar, yaitu pertumbuhan daringan jaringan abnormal. Disebut abnormal, karena bertangkai dan berukuran kurang dari 1,5 cm.
- Kanker usus besar.
- Tumor jinak di usus besar dan rektum.
2. Melena
Melena disebabkan oleh pendarahan pada saluran pencernaan di bagian atas. Darah pada fases akan terlihat berwarna hitam pekat karena sudah tercampur oleh enzim dan asam lambung.
Penyebab menimbulkan pendarahan pada saluran pencernaan bagian atas, yaitu:
- Varises esofagus, yaitu pelebaran pembuluh darah vena di kerongkongan (esofagus).
- Esofagitis, merupakan kondisi peradangan pada lapisan kerongkongan akibat penyakit GERD di lambung.
- Tukak lambung, kondisi luka yang terbentuk di permukaan dalam dinding lambung.
- Sindrom Mallory-Weiss, merupakan sebutan untuk kondisi yang ditandai dengan robekan pada jaringan di area kerongkongan yang berbatasan dengan lambung.
- Gastritis, yaitu peradangan pada lapisan pelindung di lambung.
- Kanker lambung.
Selanjutnya, gejala yang akan dialami dapat berupa gatal, keluar lendir, dan sakit saat buang air besar. Namun, dilansir dari berbagai sumber, Senin (23/1/2023), terkadang kondisi BAB berdarah tidak disertai dengan rasa sakit.
Penyebab BAB berdarah, tanpa disertai rasa sakit antara lain:
- Penyakit menular dari seksual.
- Tanda awal dari penyakit kanker usus.
- Efek samping dari obat pengencer darah, seperti aspirin atau warfarin.
- Pecahnya pembuluh darah di usus.
Arti warna darah sesuai penyebab BAB berdarah
Penyebab BAB berdarah mungkin saja dapat dikenali dari warna darah yang keluar. Biasanya warna darah yang keluar dapat menunjukkan lokasi penyebab pendarahan di saluran pencernaan.
1. Merah tua
Ketika warna darahnya merah gelap, berarti menjadi tanda permasalahan terjadi di usus besar atau usus kecil. Mungkin saja kondisi ini terjadi akibat penyakit divertikular, tumor usus, ataupun radang usus besar.
2. Merah terang
Warna merah terang berarti terjadi pendarahan di usus besar, rektum, atau anus. Penyebabnya yaitu karena wasir, fisura ani, polip usus, kanker usus, infeksi usus, peradangan pada usus, divertikulitis, hingga penyakit menular seksual.
3. Hitam
Warna gelap seperti hitam dan disertai dengan bau tak sedap, dapat menjadi pertanda adanya pendarahan di kerongkongan, lambung, atau usus dua belas jari.
Cara mengobati BAB berdarah
Dilansir pada lama Halodoc, Senin (23/1/2023), oleh dr. Rizal Fadli menjelaskan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi BAB berdarah, yaitu:
1. Konsumsi obat
Obat yang dikonsumsi harus disesuaikan dengan kondisi dan penyebab BAB berdarah. Setelah melakukan pemeriksan di rumah sakit dan mendiagnosisnya, dokter akan memberikan beberapa resep jenis obat untuk mengatasi gangguan saat BAB.
2. Operasi
Terdengar menyeramkan, kamu tidak perlu khawatir karena penyakit ini mungkin harus ditangani dengan prosedur operasi. Biasanya dokter menyarankan untuk operasi, karena ingin mengambil tindakan penyebab BAB berdarah. Misalnya disebabkan oleh polip, kanker usus besar, divertikulitis, atau peradangan pada usus.
3. Menjalani gaya hidup sehat
Perubahan pola hidup sehat juga disarankan oleh dokter untuk dilakukan tiap hari. Pengidap gangguan buang air besar, dapat disembuhkan dengan meningkatkan jumlah konsumsi makanan berserat dan minum air putih yang banyak.
Jika kamu mengalami hal serupa dan tidak kunjung sembuh, sebaiknya kamu segera mendatangi dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Itulah sejumlah penyebab dan cara mengobati BAB berdarah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat
- 10Panggil Bahlil ke Istana, Prabowo Terima Laporan Penguatan Tata Kelola Migas dan Peningkatan Layanan Energi




