Akurat Logo

Alasan Bayi Newborn Tak Boleh Dikasih Makan dan Minum Sembarangan

| 17 Januari 2023, 11:45 WIB
Alasan Bayi Newborn Tak Boleh Dikasih Makan dan Minum Sembarangan

AKURAT.CO Makanan dan minuman memang menjadi kebutuhan manusia sehari-hari. Berbagai makanan dan minuman mulai dari sayur, daging, air putih diperlukan untuk tubuh agar tubuh bisa bekerja dengan maksimal dalam menjalani aktivitas harian. Tentunya didukung juga dengan kandungan nutrisi yang ada di dalam makanan dan minuman tersebut. 

Namun, apakah bayi baru lahir juga membutuhkan asupan makanan dan minuman selain ASI? 

Sejak lahir, bayi sudah mulai mengenal air susu ibu (ASI) yang sangat bermanfaat dan penting untuk tumbuh kembang bayi. ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi, khususnya bayi yang masih berusia 0-6 bulan. 

Dilansir dari laman Kominfo.go.id bahwa ASI tidak dapat tergantikan oleh makanan dan minuman apa pun terlebih di usia 0-6 bulan. Pemberian ASI merupakan pemenuhan hak bagi setiap ibu dan anak. Oleh sebab itu ASI ekslusif penting untuk bayi dibawah 6 bulan hingga umur 24 bulan untuk mendukung 1000 hari pertama kehidupan. 

Sementara itu menurut penjelasan dr Lucky Yogastaria Sp.A menerangkan jika bayi kurang dari 6 bulan tidak perlu diberikan air selain ASI. 

"Kalau umurnya masih dibawah 6 bulan nggak perlu itu air putih, yang namanya ASI ekslusif yang dikasih ya bener-bener ASI doang, nggak boleh diganggu sama yang lain termasuk air putih," ujar dr Lucky dikutip dari akun Instagramnya @dr.lucky.sp.a. 

Pemberian air putih pada bayi di atas 6 bulan juga hanya cukup sedikit saja dalam rangka mengenalkan air putih maksimal sebanyak 120-125 ml. 

Ada beberapa alasan tentunya mengapa bayi baru lahir tidak boleh diberi makanan dan minuman sembarangan. Dikutip dari halodoc, bayi tidak membutuhkan hidrasi ektra yang disediakan air sebab semua kebutuhan hidrasi sudah dipenuhi melalui ASI. Selain itu, air ternyata bisa membuat perut bayi menjadi penuh. Hal itu bisa menjadikan bayi sulit mendapatkan nutrisi yang mereka butuhkan. 

Alasan lain mengapa bayi tidak boleh diberi minum sembarangan di antaranya adalah:

- Berisiko mengalami diare sebab air yang diberikan mungkin kurang steril dan mengandung bakteri yang bisa menyebabkan infeksi 

- Menyebabkan bayi kurang ASI atau berhenti menyusui dini sehingga menyebabkan bayi kekurangan gizi 

- Ginjal bayi sulit mencerna air putih, hingga usia 6 bulan, ginjal bayi belum matang untuk mencerna air putih dengan benar dan menjadikan bayi rentan terhadap keracunan air 

Bagi ibu yang memberikan susu formula pada bayi, sebaiknya juga tidak menempatkan terlalu banyak air. 

Selain minuman selain ASI, bayi baru lahir juga tidak boleh diberikan makanan sembarangan sebelum waktunya MPASI. Dikutip dari laman promkes.kemenkes.go.id bahwa MPASI adalah makanan yang mudah dikonsumsi dan dicerna oleh bayi. 

MPASI yang diberikan harus menyediakan nutrisi tambahan untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi yang sedang bertumbuh. MPASI mulai diberikan pada bayi saat berusia >6 bulan. Hal tersebut menunjukkan bahwa bayi tidak boleh diberikan makanan selain ASI sebelum waktunya menginjak 6 bulan. 

Terdapat beberapa alasan mengapa bayi juga tidak boleh diberi makanan sembarangan sebelum usia MP ASI, di antaranya adalah:

- Bayi mengalami kekurangan nutrisi, pasalnya bayi kenyang dan enggan minum ASI sehingga kebutuhan nutrisi bayi tidak terpenuhi 

- Risiko tersedak, sebelum usia 6 bulan mulut bayi hanya mampu membuat gerakan mengisap dan belum mampu mengunyah. Jika bayi dipaksa untuk mengunyah, bayi bisa berisiko tersedak dan sangat berbahaya

- Memicu diare, pencernaan bayi sebelum usia 6 bulan belum siap menerima MPASI, untuk itu ibu tidak boleh memberikan padat pada bayi jika belum waktunya. 

Untuk itu sebaiknya ibu dan ayah senantiasa memberikan asupan kebutuhan bagi bayi sesuai dengan usianya agar pertumbuhan dan kesehatan anak tidak terganggu. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Editor
Mukodah