Akurat Logo

Kebutuhan Cairan Ibu Menyusui Harus Terpenuhi Selama Berpuasa, Simak Caranya

Iqbal Rizkyka | 14 April 2022, 12:51 WIB
Kebutuhan Cairan Ibu Menyusui Harus Terpenuhi Selama Berpuasa, Simak Caranya

AKURAT.CO Ibu hamil dan menyusui diperbolehkan untuk berpuasa selama bulan Ramadhan, apabila kondisi tubuh sehat.

Kendati demikian, ada satu hal yang perlu diperhatikan oleh ibu hamil dan menyusui saat berpuasa, yakni kebutuhan cairan tubuh.

Saat kondisi normal, umumnya seseorang membutuhkan 2 liter cairan per hari agar tubuh tak terkena dehidrasi.

Namun pada kondisi ibu yang menyusui, jumlah kebutuhan air akan lebih banyak.

Seperti diketahui, kebutuhan cairan ibu menyusui dalam sehari lebih banyak, dibandingkan orang pada kondisi yang normal.

Dilansir dari lamaan Verywell Family, rekonenadasi kebutuhan cairan seorang ibu menyusui adalah 3,785 liter per hari.

Jumlah itu tidak hanya cairan dari air mineral atau lainnya, tetapi juga cairan yang berasal dari buah dan sayuran yang dikonsumsi si ibu.

Diketahui ASI terdiri dari 90 persen air. Namun, penelitian menunjukkan ibu minum lebih banyak air dari rekomendasi sebenarnya,  tidak menyebabkan produksi ASI meningkat.

Ketika kelebihan cairan, tubuh bekerja untuk mengembalikan keseimbangan elektrolitnya dengan membuang kelebihan air menjadi urin. Proses ini dapat mengurangi suplai ASI.

Jika ibu terlalu sedikit mendapat cairan, maka dapat menyebabkan produksi ASI menjadi lambat.

Oleh karena itu, kecukupan kebutuhan cairan ibu menyusui yang menjalankan puasa penting, agar ibu dan anak terhidrasi dengan baik.

Jika kekurangan cairan, maka ibu menyusui bisa mengalami dehidrasi yang bisa memicu sejumlah dampak pada tubuh, seperti:

Sembelit

Pusing

Mulut kering dan bibir pecah-pecah

Kelelahan dan kekurangan energi

Sakit kepala

Kram

Mual

Jika itu terjadi, maka proses menyusui tak akan berjalan dengan baik, puasa ibu menyusui akan menjadi tidak nyaman.

Selain merasa haus sebagai randa bahwa tubuh membutuhkan cairan, ada sejumlah tanda yang juga mencirikan bahwa seseorsng, dalam hal ini ibh hamil mengalami kekurangan cairan.

Berikut beberapa ciri yang paling mudah diketahui:

Warna urin pekat

Bau urin menyengat

Frekuensi buang air kecil menurun

Memang ketika berpuasa, waktu untuk bisa bebas makan dan minum tentu lebih terbatas. 

Untuk itu, ibu hamil harus mengatur waktu dan jumlah cairan yang harus dikonsumsi.

Dari 3,785 liter kebutuhan, katakan 3,5 liter harus dipenuhi dengan konsumsi air. Ibu bisa membaginya menjadi 7 kesempatan minum.

Pada masing-masing kesempatan, ibu disarankan minum sekitar 0,5 liter atau seukuran 1 botol air mineral ukuran sedang.

Untuk waktu minum, ibu bisa membaginya sebagai berikut:

1 liter saat makan sahur

1 liter saat berbuka puasa

0,5 liter setelah shalat Isya/tarawih

1 liter sepanjang malam ketika terbangun menyusui

Meski bepuasa tidak leluasa memenuhi kebutuhan cairan, tetapi kebutuhan cairan ibu menyusii harus terpenuhi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.