Akurat Logo

Mengenal Gegar Otak yang Dialami Marc Marquez dan Langkah Pertolongan Awalnya

Iqbal Rizkyka | 20 Maret 2022, 20:55 WIB
Mengenal Gegar Otak yang Dialami Marc Marquez dan Langkah Pertolongan Awalnya

AKURAT.CO, Marc Marquez "terbang" dari motornya, dan terpelanting ke aspal Pertamina Mandalika International Circuit.

Marquez terjatuh di aspal dan terguling-guling ke arah gravel. Sementara motor RC213V yang ditungganginya hancur.

Crash fatal itu membuat Marquez sempat terpincang-pincang. Dia dibantu tim medis dan marshal, sebelum akhirnya bisa berjalan sendiri.

Setelahnya, Marquez langsung dilarikan ke rumah sakit di Mataram. Dia terbang naik helikopter, dan kembali ke sirkuit dengan terlihat tangan diperban.

Kemudian, Marquez akhirnya dinyatakan tidak fit untuk balapan. Dia diagnosa mengalami gegar otak ringan, karena terjatuh.

Seperti diketahui,seorang dikatakan mengalami gegar otak ringan, gejalnya hanya berupa nyeri kepala ringan, benjolan di kepala, atau pusing hanya dalam waktu yang singat atau tidak lebih dari 15 menit.

Orang yang mengalami gegar otak ringan juga umumnya tidak mengalami gejala pingsan atau kehilangan kesadaran.

Berikut adalah beberapa gejala gegar otak yang biasanya terjadi:

Sakit kepala

Mual dan muntah

Merasa kebingungan

Penglihatan kabur

Sensitif terhadap cahaya atau suara

Sulit konsentrasi atau berpikir

Susah tidur

Telinga berdenging

Perubahan perilaku, seperti mudah murah atau sulit mengatur emosi

Pada kasus gegar otak ringan dan sedang, gejala akan membaik dalam beberapa hari atau minggu. 

Namun, pada kasus gegar otak berat, gejala yang muncul biasanya tidak akan membaik atau justru bisa semakin parah, sehingga membutuhkan pertolongan medis dengan segera.

Saat kamu mengalami atau melihat ada orang yang terkena gegar otak ringan atau mengalami cedera kepala, cobalah lakukan beberapa langkah pertolongan awal antara lain.

Menghentikan aktivitas

Jika kepala terbentur dengan keras, segeralah hentikan aktivitas, beristirahat, dan tenangkan diri. Ini penting untuk dilakukan karena otak membutuhkan waktu untuk pulih.

Sebaliknya, jika kamu tetap menjalani aktivitas seperti biasa atau justru aktivitas berat, hal ini bisa berisiko membuat gegar otak ringan menjadi semakin parah.

Membatasi pergerakan kepala dan leher

Usahakan untuk membatasi aktivitas yang membuat kepala dan leher tersentak atau terdorong salama beberapa minggu. Ini penting untuk diperhatikan agar gegar otak yang baru rungan derita dapat segera pulih.

Selain itu, hal penting yang harus diperhatikan ketika mengalami gegar otak ringan atau cedera kepala adalah risiko terjadinya cedera pada saraf leher. 

Oleh karena itu, saat menolong seseorang yang mengalami cedera kepala, jagalah posisi kepala dan lehernya tetap stabil dan tidak tertekuk.

Ini penting untuk diperhatikan karena cedera pada saraf leher dan tulang belakang dapat mengakibatkan kelumpuhan.

 Untuk meminimalkan hal ini, dan jika memang memungkinkan, kamu  bisa memberikan penderita gegar otak cervical atau neck collar sebagai alat penyangga, agar posisi kepala dan lehernya tetap stabil.

Memerhatikan perubahan perilaku

Amati apakah terdapat perubahan perilaku, terlebih jika gegar otak terjadi pada anak-anak. Ini penting untuk diperhatikan karena anak kecil mungkin sulit mengungkapkan apa yang dirasakannya. 

Lakukan pengawasan minimal selama 24 jam setelah cedera kepala terjadi.

Memeriksakan diri ke rumah sakit

Untuk mengobati nyeri kepala akibat gegar otak ringan, kamu bisa menggunakan pereda nyeri yang dijual bebas, seperti paracetamol. 

Hindari konsumsi obat pereda nyeri aspirin, karena berisiko memicu perdarahan di dalam otak.

Gegar otak ringan yang bisa sembuh sendiri umumnya tidak berbahaya dan tidak menimbulkan kerusakan otak permanen.

 Namun, perlu diwaspadai ketika mengalami gejala gegar otak yang tak kunjung sembuh atau justru semakin berat.

Apabila hal ini terjadi, segeralah ke dokter atau UGD rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan gegar otak yang tepat.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.