Akurat Logo

Perempuan 4 Kali Lebih Rentan Terkena Osteoporosis, Yuk Cegah Sejak Dini

Jhon | 19 Oktober 2021, 22:30 WIB
Perempuan 4 Kali Lebih Rentan Terkena Osteoporosis, Yuk Cegah Sejak Dini

AKURAT.CO, Osteoporosis adalah kondisi kesehatan yang melemahkan tulang dan membuatnya rapuh. Pada tulang osteoporosis, massa tulang juga menjadi tidak padat dan lebih berisiko terjadi patah tulang. Umumnya, fraktur atau tulang yang rapuh terjadi di pinggul, pergelangan tangan atau tulang belakang.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh International Osteoporosis Foundation, perempuan memiliki risiko empat kali lebih tinggi untuk terkena osteoporosis dibandingkan laki-laki.

Ini disebabkan karena perempuan cenderung memiliki tulang yang lebih kecil dan tipis daripada pria. Selain itu, estrogen, hormon pada perempuan yang melindungi tulang, menurun tajam saat perempuan mencapai menopause, yang dapat menyebabkan pengeroposan tulang.

Mirisnya, perempuan rentan mengalami osteoporosis ketika masih muda dan produktif, yaitu memasuki usia 30 tahun, dan berlanjut sampai periode menopause dan seterusnya.

“Pada usia ini, perempuan lebih rentan terkena pengeroposan tulang atau osteoporosis karena massa tulang mulai menurun, dan tubuhnya cenderung akan menurun staminanya karena menopause ataupun karena mengalami masa kehamilan dan menyusui,” ujar Dr.dr. Luciana Sutanto, MS. SpGK., kepada AKURAT.CO dalam virtual media briefing bertema "Prevent Osteoporosis in HER 30s: I AM Smarter, Stronger, Happier", Selasa, (19/10/2021).

Semua orang, terutama perempuan, pun diharapkan peka dan sadar akan pentingnya kesehatan tulang sejak dini.

"Perempuan Indonesia harus paham kekurangan mereka. Orang Indonesia pada umumnya hanya mengkonsumsi 25 persen kalsium (254 mg) dari asupan kalsium harian yang direkomendasikan (1000 – 1200 mg). Suplementasi dapat mengkompensasi defisit kalsium dan vitamin D tersebut," sambungnya.

Adapun beberapa langkah untuk mencegah osteoporosis pada perempuan, diantaranya:

Asupan kalsium

Konsumsi makanan yang kaya akan kalsium, yang merupakan zat pembentuk tulang.

“Makan makanan yang kaya akan kalsium. Misalnya teri, karena tulangnya bisa dimakan yang mengandung kalsium. Selain itu, brokoli, tempe dan tahu,” imbau dr Luci.

Olahraga dan aktivitas fisik

Olahraga telah terbukti menurunkan risiko patah tulang hingga 40 persen. Selain itu, olahraga juga meningkatkan integritas tulang dan tonus otot, serta keseimbangan sehingga tidak mudah jatuh.

Menstruasi atau haid teratur

Cukupi kebutuhan vitamin D tubuh lewat paparan sinar matahari. Berjemur antara pukul 09.00 sampai 15.00 selama lima menit terlebih dahulu, naikkan bertahap hingga maksimal 15 menit. Lakukan ini sebanyak dua hingga tiga kali seminggu.

Area yang dijemur adalah kedua lengan dan tungkai. Ingat, selalu lindungi anggota tubuh lainnya, terutama area kepala dan leher. Jangan lupa menggunakan topi dan tabir surya.

“Tidak perlu sampai membuka baju dan seluruh anggota tubuh terpapar sinar matahari. Cukup area yang terpapar minimal kedua lengan dan tungkai,” ujarnya.

Gaya hidup sehat

Merokok dapat menyebabkan hormon estrogen berkurang di dalam tubuh.

"Nikotin di dalam rokok bisa menyebabkan terjadinya reabsorpsi kalsium dalam ginjal," kata dr Luci.

Minum-minuman beralkohol secara berlebihan juga bisa menghambat penyerapan kalsium dan vitamin D. Selain itu, hindari pula minuman bersoda serta konsumsi kafein secara berlebihan.

Yuk, mulai sekarang jaga kesehatan tulang![]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

J
Reporter
Jhon
C