Hari Hemofilia Sedunia: Adaptasi dengan Perubahan Akibat Pandemi Covid-19

AKURAT.CO Setiap tahunnya, setiap 17 April diperingati sebagai Hari Hemofilia Sedunia, yang bertepatan dengan hari kelahiran pendiri World Federation of Hemophilia (WFH), Frank Schnabel.
Tahun ini, peringatan Hari Hemofilia Sedunia mengambil tema 'Adapting to Change: Sustaining Care in A New World' atau 'Beradaptasi dengan Perubahan: Perawatan Berkelanjutan di Dunia yang Baru'. Tema itu mencerminkan kondisi pandemi yang memberikan dampak besar kepada para penyandang hemofilia.
"Pandemi Covid-19 memang membuat hidup jadi penuh tantangan bagi orang-orang yang mengalami gangguan pendarahan. Namun, kita bisa bersama-sama berjuang demi pengobatan yang adil untuk semua," keterangan Presiden WFH, Caesar Garrido, pada Sabtu (17/4).
Menurut Caesar, ada banyak hal yang bisa dilakukan masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam peringatan ini. Pertama, masyarakat bisa mengunggah foto diri sembari mengenakan sesuatu berwarna merah lalu men-tag akun media sosial WFH. Atau yang kedua, Kamu juga bisa berbagi cerita mengenai pengalaman tinggal atau merawat seseorang dengan kelainan pendarahan ini ke situs World Hemophilia Day di www.wfh.org.
Sebagai informasi, hemofilia ialah gangguan pembekuan darah yang terjadi akibat kekurangan faktor VII dan IX. Pasien hemofilia akan mengalami pendarahan yang berlangsung lebih lama akibat kurangnya protein yang membuat darah sukar membeku. Hal itu menyebakan pasien hemofilia tak boleh luka sedikit pun.
Tak hanya itu, orang dengan hemofilia kemungkinan akan mengalami pendarahan pada persendian dan otot, tanpa mengalami cedera atau luka. Perlu diketahui bahwa Hemofilia terbagi menjadi beberapa tipe, yakni:
Hemofilia A
Tipe hemofilia yang pertama adalah hemofilia tipe A. Jenis ini biasa disebut juga dengan hemofilia klasik atau yang disebabkan bukan dari faktor genetik. Gangguan tipe ini terjadi saat tubuh kekurangan faktor pembekuan darah VIII. Hal ini umumnya berhubungan dengan kehamilan, kanker, penggunaan obat-obatan tertentu, dan penyakit seperti lupus. Tipe hemofilia A ini termasuk langka dan berbahaya jika terjadi.
Hemofilia B
Hemofilia tipe B disebabkan karena tubuh kekurangan faktor pembeku darah IX. Umumnya, gangguan ini diturunkan oleh sang ibu tetapi juga dapat terjadi disebabkan oleh perubahan atau mutasi pada gen sebelum bayi tersebut dilahirkan. Seorang bayi perempuan lebih berisiko mengalami hemofilia jenis ini.
Hemofilia C
Tipe hemofilia terakhir adalah hemofilia tipe C. Gangguan jenis ini terbilang lebih jarang dibandingkan tipe-tipe sebelumnya. Kelainan ini disebabkan oleh tubuh yang kekurangan faktor pembeku darah XI. Selain itu, seseorang yang mengidap kelainan ini akan sulit didiagnosis awalnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 8Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini


