Akurat Logo

Ditemukan Logam Berbahaya, AS Akan Tingkatkan Pengawasan Produk Makanan Bayi

Khaerul S | 8 Maret 2021, 12:15 WIB
Ditemukan Logam Berbahaya, AS Akan Tingkatkan Pengawasan Produk Makanan Bayi

AKURAT.CO Penyelidik Kongres Amerika Serikat mengungkapkan sejumlah merk dari jenis makanan atau sereal bayi dan anak-anak mengandung logam berat beracun yang dapat menyebabkan kerusakan saraf. Logam berat berbahaya yang ditemukan pada makanan bayi diantaranya timbal, arsenik, kadnium, dan merkuri. 

“Standar internal perusahaan meloloskan kandungan berbahaya logam berat beracun dengan kandungan tingkat tinggi dan dokumen mengungkap produsen sering menjual makanan yang melebihi tingkat,” demikian laporan tim penyelidik Kongres AS, dikutip dari Reuters, Minggu (7/3/2021).

Perwakilan Kongres, Raja Krishnamoorthi, seorang Demokrat yang memimpin panel yang merilis laporan tersebut, mengatakan bahwa mereka menemukan produsen dengan sengaja menjual makanan bayi yang mengandung logam berat beracun tingkat tinggi. 

“Produsen dengan sengaja menjual makanan bayi yang mengandung logam berat beracun tingkat tinggi. Sudah waktunya kita menerapkan standar jauh lebih baik demi generasi mendatang,” ujar Raja Krishnamoorthi, anggota Kongres AS dari Partai Demokrat.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) sedang meninjau laporan tersebut. FDA akan meningkatkan pengambilan sampel dan meningkatkan inspeksi makanan untuk bayi dan anak-anak. 

Badan tersebut mengatakan akan berupaya untuk mengurangi unsur-unsur beracun dalam makanan untuk bayi dan anak-anak ke tingkat serendah mungkin.  Sementara itu, salah satu perusahaan makanan bayi mengklaim sudah berupaya untuk mengurangi kadar logam secara alami, namun sulit terealisasi.

"Itu (kandungan logam berat) tidak dapat sepenuhnya dihilangkan, tujuan kami adalah untuk mengurangi paparan unsur-unsur beracun dalam makanan semaksimal mungkin,” kata seorang juru bicara FDA.

“Kami mengakui bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, tetapi FDA menegaskan kembali komitmen kuatnya untuk terus mengurangi paparan konsumen terhadap unsur-unsur beracun dan kontaminan lain dari makanan,” imbuhnya. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Khaerul S
A