Akurat Logo

Pengguna Rokok Elektronik Bisa Lebih Cepat Meninggal Dibandingkan Konvensional

Khaerul S | 29 September 2019, 08:59 WIB
Pengguna Rokok Elektronik Bisa Lebih Cepat Meninggal Dibandingkan Konvensional

AKURAT.CO Jika berbicara bahaya dari rokok konvensional, maka ini tentang dampak jangka panjang perokok aktif. Di mana setelah bertahun-tahun atau puluhan tahun, terbukti, bahwa perokok akan mengidap berbagai penyakit kronik, mulai dari penyakit jantung hingga kanker paru.

Hal tersebut sangat berbeda jika yang dibicarakan bahaya dari rokok elektrik. Di mana bukan hanya dampak jangka panjang, melainkan juga dampak pendek yang hadir di rokok elektrik.

Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P (K), Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), mengatakan, ada komponen halus yang membuat pengguna rokok elektronik dapat terkena serangan akut atau mendadak.

"Rokok konvensional itu sudah ada hampir 100 tahun lebih lah ada di dunia," katanya kepada AkuratHealth, di Kantor PDPI, Cipinang, Jakarta Timur, baru-baru ini.

"Rokok konvensional suda ada dari dulu, tetapi belum pernah ada laporan, menggunakan rokok konvensional dalam waktu beberapa minggu sampai beberapa bulan, kemudian bisa langsung terjadi gangguan seperti yang terjadi pada rokok elektrik," lanjutnya.

Dari fenomena tersebut, ahli-ahli bersepakat, adanya bahaya jangka pendek yang ditimbulkam rokok elektronik yang justru penting menjadi perhatian. Karena bisa mematikan secara cepat.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat Amerika Serikat, membuat kriteria selama 90 hari saja, pengguna rokok elektronik sudah bisa merasakan dampak buruk berupa serangan akut.

"Tidak perlu nunggu bertahun-tahun, beberapa minggu, atau beberapa bulan, bisa tiba-tiba sesak napas, nyeri dada, masuk rumah sakit, dirawat, pasang mesin, bisa sampai meninggal, jadi prosesnya lebih cepat kalau serangan akut," tutupnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Khaerul S
A